√ Cara Budidaya Kambing Etawa yang Mudah Dipahami Secara Lengkap

Diposting pada

√ Cara Budidaya Kambing Etawa yang Mudah Dipahami Secara Lengkap –Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai cara menanam kacang kedelai yang efisien secara lengkap.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana Cara Budidaya kambing etawa? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

√ Cara Budidaya Kambing Etawa yang Mudah Dipahami Secara Lengkap
√ Cara Budidaya Kambing Etawa yang Mudah Dipahami Secara Lengkap

 

Mengenal Kambing Etawa

Kambing etawa ialah jenis kambing didatangkan dari India yang juga disebut kambing Jamnapari. Tinggi kambing jantan berkisar antara 90 sentimeter hingga 127 sentimeter dan yang betina hanya mencapai 92 sentimeter.

Berat badan kambing jantan bisa mencapai 91 kilogram, sebaliknya kambing betina hanya mencapai 63 kilogram. Telinganya panjang dan terkulai ke bawah. Dahi dan hidungnya cembung. Baik jantan maupun betina bertanduk pendek.

Kambing jenis ini dapat menghasilkan susu hingga 3 liter per hari. Keturunan silangan (hibrida) dari kambing etawa dengan kambing lokal dikenal sebagai kambing “Peranakan etawa” atau “PE”. Kambing PE berukuran menyerupai dengan etawa namun lebih adaptif terhadap lingkungan lokal Indonesia.

 

 

Jenis – Jenis Kambing Etawa

  • Kambing Etawa Super, jenis ini tergolong primadona bagi para peserta kontes kambing dan juga para pecinta etawa. Kambing jenis ini mempunyai badan besar, mudah dipelihara dan juga harga jualnya sangat tinggi.
  • Kambing Etawa Kaligesing, jenis ini diklaim sebagai salah satu kambing berkualitas, yang mampu dijadikan sebagai kambing kontes dan penghasil susu. Kambing Etawa Kaligesing ialah jenis kambing hasil persilangan antara kambing asli India dan kambing lokal. Etawa ini memiliki bulu yang lebat dan memiliki beberapa warna diantaranya hitam, putih coklat, becak atau dalmation, dan belang.
  • Kambing Etawa Senduro, jenis ini berasal dari pengembangbiakan ternak dari Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur. Memiliki ciri khusus yaitu berwarna bulu putih yang menyeluruh pada semua bagian tubuhnya, kepala, dan juga kaki.

 

Langkah – Langkah Budidaya Kambing Etawa

1. Pemilihan Bibit Indukan Unggul

Ciri fisik ideal kambing jantan

  • Bentuk punggung lurus
  • Bentuk tubuh gagah dan besar
  • Kaki kambing kokoh
  • Umur kambing mencapai usia 1,5 tahun
  • Bebas dari cacat penyakit maupun fisik

Ciri fisik ideal kambing betina

  • Berkaki lurus
  • Tubuh proporsional serta jinak
  • Memiliki puting berjumlah 2 buah
  • Tulang punggung simetris lurus,
  • Tumitnya berbentuk cenderung tinggi
  • Bebas dari cacat penyakit maupun fisik

 

2. Mempersiapkan Kandang Budidaya

Kandang paling sederhana ialah kandang komunal yang dalam satu ruangan berisi 10 ekor kambing dengan ukuran sekat-sekat antara 4mx4m
di berikan kandang ini untuk memudahkan pengawasan dalam beternak kambing
Kita menggunakan skat skat kandang untuk memudahkan pemberian pakan pada kambing etawa,
maka kemudian pada umumnya para peternak kambing membuat skat untuk memisahkan antara kambing indukan, kambing dewasa, dan kambing jantan,Kenapa kambing jantan harus dipisah sendiri?
berhubungan dengan kebiasaan dan siklus birahi kambing etawa yang hanya mengalami masa subur sekali dalam sebulan maka idealnya kambing jantan haruslah dipisah dari kambing betina.

  • Kandang untuk kambing etawa harus terkena sinar matahari di pagi hari yang cukup,bersih,dan jauh dari rumah,
  • Untuk ruangan kambing etawa biasanya ukuran 1,5×2 meter
  • Tinggi tempat pakan 60cm
  • Ukuran ruangan tersebut bisa di isi 2 indukan kambing etawa

 

3. Pemberian Pakan dan Nutrisi Ternak Kambing

Daun – daunan hijau pakan kambing etawa :

  • Kaliandra Dadap
  • Glagahan
  • Rumput Gajah,rumput liar yang ada di sawah
  • Daun Nangka,Daun Singkong ( beserta singkongnya )
  • Daun Ketul sapi
  • Jagung Muda beserta pohonnya
  • Daun Sengon ,MahoniDaun Waru Rengis
  • Daun rereside.

Kemudian untuk beberapa makanan tambahan seperti:

  • Pollard (tepung gandum)
  • Bungkil
  • Gula Jawa
  • Singkong
  • Buah nangka (hijau)
  • kulit kedelai

Membuat pakan ekstra bernutrisi dengan cara:

  • Mencampur bekatul dan konsentrat perbandingan 3:1 atau memberikan bekatul (50%), bungkil kelapa (25%), dan bungkil kacang-kacangan (25%).
  • Pemberian pakan bisa diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore).
  • Untuk berat rumput 10% dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 – 2,5 liter per ekor per hari, dan rumput gajah, dan garam beryodium secukupnya.
  • Untuk kambing yang tengah hamil, induk menyusui, dan pejantan yang sering dikawinkan perlu makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 – 1 kg/ekor/hari.
  • Waktu yang baik dan tepat untuk memberikan makan kambing adalah jam  08.00 – 09.00 pagi dan sore 15.00 – 16.00.

 

4. Pemeliharaan dan Perawatan Kambing Etawa

Untuk pemiliharaan dan perawatan kambing agar tetap sehat dan energik sangat lah mudah seperti Cara Membuat Bibit Jamur Kuping Secara Tradisional, berikut ini akan dijelaskan, antara lain :

  • Lakukan proses sanitasi atau pembersihan kadang secara rutin, agar tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan kambing.
  • Lakukan pemberiaan makanan secara variasi, hindari pemberiaan makanan secara monoton. Contohnya pemberiaan pakan hijau terus menerus tanpa ada variasi lain.
  • Hindari pemberian makan secara sering dan banyak, sebab Kambing Etawa merupakan golongan hewan memamah biak (mengunyah kembali makanan yang sudah masuk ke lambung). Pemberian makan secara sering dan banyak, dapat menyebakan kondisi kurang baik, hal tersebut hanya menjadikan kambing buncit tetapi tidak gemuk.
  • Ketahui juga penyakit yang umumnya menyerang kambing seperti cacaing, kembung perut (nloat), kudi (scabies), paru-paru (pneumonia), orf dan koksidiosis. Apabila Kambing Etwa Anda terjangkit penyakit tersebut atapun penyakit lain, maka lakukan pemisahan dan segeraka berikan pengobatan untuk mencegah terjadinya penularan.

 

5. Waktu Pemanenan / Penjualan Kambing Etawa

Apabila anda ingin memasarkan kambing potong guna kebutuhan masyarakat dan pedagang sate tusuk, maka anda sudah dapat menjualnya saat memasuki umur 8-12 bulan.

Jika anda ingin menjual bobot kambing yang maksimal atau untuk ikut kontes lomba, maka umur 1,5 tahun adalah yang paling ideal, karena setelah itu biasanya berat badan kambing sudah optimal dan sulit dinaikkan lagi.

Periode panen yang paling baik dan menguntungkan tentunya ketika menjelang hari raya keagamaan, seperti Lebaran dan Idul Adha dimana permintaan daging untuk konsumsi dan qurban sangat tinggi.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Cara Budidaya Kambing Etawa yang Mudah Dipahami Secara Lengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakan nya. Terima Kasih

 

Baca Juga Artikel

Baca Juga  √ 8 Cara Budidaya Ikan Lele [ TERMUDAH & TERLENGKAP ]
Baca Juga  √ Cara Budidaya Ulat Sutra yang Efektif Secara Lengkap
Baca Juga  √ Cara Budidaya Merpati yang Efektif dan Lengkap
Baca Juga  √ Cara Budidaya Ikan Komet yang Mudah Secara Lengkap
Baca Juga  √ 5 Cara Budidaya Ikan Bandeng Terlengkap