√ 7 Cara Budidaya Sayur Sawi Terlengkap

Diposting pada
√ 7 Cara Budidaya Sayur Sawi Terlengkap
4.8 (95%) 12 votes

√ 7 Cara Budidaya Sayur Sawi Terlengkap Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai Cara Budidaya Sayur Sawi.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana cara menanam sayur sawi agar yang baik dan benar? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

√ 7 Cara Budidaya Sayur Sawi Terlengkap
√ 7 Cara Budidaya Sayur Sawi Terlengkap

 

Mengenal Sayur Sawi

 

Sawi merupakan sekelompok tumbuhan dari marga Brassica yang dapat dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan (sayuran), baik segar maupun diolah. Sawi ini dapat mencakup beberapa spesies Brassica yang kadang-kadang mirip satu sama lain.

Sawi memiliki nama ilmiah yakni Brassica sinensis L merupakan salah satu sayuran daun yang tumbuh subur di daerah panas maupun sejuk.

Tanaman ini juga bisa tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian sampai 1200 meter dpl. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik ada beberapa cara budidaya sawi salah satunya ialah menanamnya dari di daerah tinggi.

Tapi pada umumnya para petani yang menanam sawi di daerah dengan ketinggian sekitar 100-500 meter dpl. Sayuran ini juga sangat kaya dengan kandungan pro vitamin A dan asam askrobat (vitamin C) yang baik untuk tubuh nya.

Selain itu sawi merupakan salah satu jenis sayuran yang enak dan lezat ketika dimasak, oleh karena itu banyak yang digunakan sebagai campuran nasi goreng, mie bakso atau juga capcay.

 

 

Jenis Sayuran Sawi

 

1. Sawi Hijau
Sawi hijau (Brassica rapa kelompok parachinensis, yang disebut juga sebagai sawi bakso, caisim, atau caisin).

 

2. Sawi Putih
Sawi putih (Brassica rapa kelompok pekinensis, disebut juga petsai) yang biasa dibuat sup atau diolah menjadi asinan.

 

3. Kailan
Kailan (Brassica oleracea kelompok alboglabra) adalah sejenis sayuran daun lain yang agak berbeda, karena daunnya lebih tebal dan lebih cocok menjadi bahan campuran mi goreng.

 

4. Sawi Sendok
Sawi sendok (pakcoy atau bok choy) merupakan jenis sayuran daun kerabat sawi yang mulai dikenal pula dalam dunia boga Indonesia.

 

 

Manfaat Sayuran Sawi

 

1. Sumber Vitamin dan Mineral
Sawi merupakan salah satu sayur kaya vitamin A, C, dan K yang penting menjaga fungsi tubuh. Vitamin C dan A merupakan salah satu antioksidan alami yang sangat kuat melindungi tubuh dari radikal bebas.

Memperkuat imunitas dan menjaga kesehatan penglihatan. Vitamin K sendiri berfungsi menjaga kepadatan tulang dan bahkan mampu mencegah kerusakan syaraf otak.

 

2. Kaya Antioksidan
Sawi merupakan salah satu sumber fitonutrien atau tanaman yang dihasilkan dari nutrisi serta antioksidan. Selain vitamin C dan A, juga memiliki asam hydroxycinnamic, isothamnetin, quercetin, dan kaempferol yang merupakan salah satu fitonutrien antioksidan kunci yang dibawa sawi.

 

3. Membantu Detoks Tubuh
Sawi yang kaya serat akan sekaligus menjadi sebuah agen detoks yang sangat baik di dalam usus. Selain itu, sawi juga mengandung suatu sulfur dan antioksidan sehingga sangat baik dalam detoksifikasi tubuh.

Karena sawi kaya juga akan klorofil, ini yang sangat baik dalam hal menyerap karbon dioksida yang akan mengeluarkan limbah dari dalam tubuh.

 

4. Mencegah Kanker
Sawi juga merupakan salah satu sayur anti-karsinogenik yang mengandung glucosinolate, yang kemudian dapat dikonversi ke isothiocyanate yang memiliki sifat pencegahan kanker.

Selain itu, kandungan antioksidan, vitamin dan mineral sawi juga sangat tinggi sehingga sangat baik menurunkan risiko terserang kanker.

 

5. Bersifat Anti-Inflamasi
Sawi ini juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat mencegah sebuah peradangan kronis serta dapat mengurangi risiko penyakit arthritis dan bengkak-bengkak lainnya.

Ini karena sawi yang memiliki sebuah kandungan vitamin K dan asam lemak omega-3 yang dapat memperkuat sistem imun tubuh. Selain itu juga dapat mengandung isothiocyanate yang sangat berfungsi mencegah peradangan dan mengurangi risiko stroke.

 

 

Syarat Tumbuh Sayuran Sawi

 

1. Iklim

  • Diperlukan intensitas cahaya lemah sehingga memerlukan naungan, untuk mencegah cahaya matahari langsung yang dapat membahayakan pertumbuhan bibit.
  • Pada stadia pertumbuhan diperlukan intensitas cahaya kuat, sehingga tidak membutuhkan naungan atau.
  • Secara umum petsai memerlukan penyinaran 10-13 jam/hari.
  • Suhu udara yang untuk budidaya petsai adalah 15-25 derajat C dan masih toleran pada 27-32 derajat C (varietas dataran rendah).
  • Daerah dengan kelembaban antara 80-90% merupakan salah satu daerah yang cocok untuk tanaman ini.

 

2. Pemilihan Varietas

Varietas yang dianjuran adalah LV.145 dan Tosakan. Namun yang beredar dipasaran ini kebanyakan Tosakan dan Shinta (panah merah).

Daya tumbuhnya kurang lebih dari 95 %, vigor murni, bersih dan sehat. Kebutuhan benih per hektar sekitar 450-600 gram.

 

 

Cara Menanam Sayur Sawi

 

1. Pembenihan Sawi

 

Kebutuhan benih antara 650 gr/ha, jika benih ini membuat sendiri maka sawi harus berumur 70 hari dan juga pengunaan benih tidak lebih dari 3 tahunan, agar tidak dapat merusak pada tanaman sawi.

 

2. Pemilihan Bibit Sawi Berkualitas

 

  • Dari segi bentuk, pilihlah bibit atau benih sawi yang berbentuk bulat.
  • Selanjutnya warna, bibit atau benih sawi yang berkualitas berwarna coklat kehitaman.
  • Yang ketiga tektur, pilihlah bibit atau benih sawi yang bertektur keras serta permukaan bibit licin.
  • Jika anda membeli bibit atau benih saw, belilah bibit yang terbungkus rapat oleh aluminium foil.

 

3. Pengolahan Lahan

 

  • Lakukan penggemburan tanah dan buatlah bedengan menggunakan pencangkulan. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah, sirkulasi udara serta menambah kesuburan tanah. Jangan lupa tanah yang digemburkan harus terbebas dari rumput liar dan gulma.
  • Cangkul tanah sedalam 20 hingga 40 cm. Selain itu tambahkan pula pupuk organik ke dalam tanah untuk dapat memperbaiki fisik serta kandungan baik pada tanah.
  • Dan untuk pemilihan sebuah lahan sawi hijau berbeda dengan proses penyemaian, yaitu pilihlah sebuah lahan terbuka tanpa ada pohon besar yang dapat menaunginya. Karena sawi hijau siap tanam menyukai sinar matahari.
  • Untuk daerah yang memiliki pH rendah (asam), harus terlebih dahulu dilakukan pengapuran terlebih dahulu dengan tujuan untuk menaikkan derajat keasaman tanah.
  • Pengapuran ini sudah dapat dilakukan jauh-jauh hari sebelum penanaman benih. Kira- kira 2 hingga 4 minggu sebelum masa tanam, sedangkan untuk jenis kapurnya sendiri yang baik digunakan adalah kapur kalsit (CaCO3) atau dolmit (CaMg(CO3)2).

 

4. Penanaman Benih Sawi

 

Sebelum penanaman, beberapa bedeng-bedeng tersebut dibuat lubang tanam dengan jarak antar tanaman sekitar 15 cm dan jarak antar barisan 20 cm. Tiap lubang tanam diberi 1-2 anakan. Kemudian bedengan yang sudah ditanami disirami sampai basah.

 

5. Perawatan Sayur Sawi

 

  • Penyiraman
    Penyiraman dilakukan 2 kali sehari secara teratur yaitu pada pagi dan sore hari, atau di sesuaikan dengan keadaan musim.

 

  • Penjarangan
    Lakukan penjarangan pada tanaman sekitar 2 minggu setelah penanaman. penjarangan dilakukan agar tanaman tidak tumbuh terlalu rapat.

 

  • Penyulaman
    Penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman yang sudah mati, tanaman yang terserang hama dan penyakit atau layu dengan tanaman baru.

 

  • Penyiangan
    Penyiangan atau pembuangan pada tanaman liar atau gulma dapat dilakukan sekitar 2 hingga 4 kali selama masa tanam hingga panen sawi. Penyiangan biasanya dilakukan pada 1 hingga 2 minggu setelah penanaman.

 

  • Pemupukan
    Setelah penanaman, pemupukan tambahan perlu dilakukan setelah 3 minggu penanaman menggunakan urea dengan dosis 50 kilogram per hektar atau menggunakan pupuk cair.

 

6. Pemberantasan Hama Sayur Sawi

 

Selain penyiangan dan penyulaman, hama pada tanaman sawi juga harus diperhatikan. Banyak sekali hama yang dapat menyerang tanaman sawi hijau ini diantaranya penyakit seperti tanaman busuk akar, penyakit kuning pada daun serta hama yaitu ulat daun, kutu, kumbang dan belalang.

Untuk dapat menanggulanginya anda bisa melakukan penyulaman, namun jika terpaksa terlewat parah maka juga bisa menggunakan pestisida selama 2 minggu sebelum panen.

 

7. Panen Sayur Sawi

 

Caisin atau Sawi mulai dipanen setelah tanaman berumur 45-50 hari. Panen ini dilakukan dengan cara mencabut atau memotong pangkal batang.

Bila panen terlambat dapat menyebabkan tanaman cepat berbunga. Caisin atau sawi yang baru dipanen ditempatkan di tempat yang teduh, agar tidak cepat layu. Untuk mempertahankan kesegaran sayuran ini perlu diberi air dengan cara dipercik.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 7 Cara Budidaya Sayur Sawi Terlengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakannya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga  √ 10 Cara Bisnis Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula [ LENGKAP ]

Baca Juga  √ 6 Cara Menanam Pare Terlengkap

Baca Juga  √ 6 Cara Menanam Jengkol Terlengkap

Baca Juga  √ 5 Cara Menanam Mentimun Timun Terlengkap