√ 11 Cara Budidaya Sapi Potong Terlengkap

√ 11 Cara Budidaya Sapi Potong Terlengkap Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai Cara Budidaya Sapi Potong.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana cara budidaya sapi potong agar menghasilkan daging yang berkualitas? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

√ Cara Budidaya Sapi Potong Terlengkap
√ Cara Budidaya Sapi Potong Terlengkap

 

Mengenal Hewan Sapi

 

Sapi merupakan salah satu hewan ternak yang terpenting sebagai sumber susu, daging, tenaga kerja, dan kebutuhan lainnya. Sapi ini dapat menghasilkan 50% kebutuhan daging di dunia, 95% kebutuhan susu, dan 85% kebutuhan kulit.

Sapi ini berasal dari family bovidae seperti halnya banteng, kerbau (bubaus), bison, kerbau Afrika (syncherus), dan anoa.

Sapi potong adalah jenis sapi yang diternakkan untuk dimanfaatkan dagingnya.

Biasanya terdapat tiga tahapan utama dalam produksi daging sapi, yaitu tahap pengasuhan, penggembalaan dan pemberian pakan.

Sapi potong yang masih berumur di bawah 1 tahun akan menghasilkan Daging sapi muda yang juga memiliki kualitas berbeda dengan daging sapi biasa.

Selain dimanfaatkan dagingnya, sapi potong ini juga dapat menghasilkan kulit dan bahan-bahan shampo juga kosmetik.

 

 

Manfaat Sapi Potong

 

Ternak sapi potong ini memiliki peranan yang sangat penting bagi manusia. Hal itu karena pada ternak sapi potong memiliki manfaat yang sangat besar dan juga meliputi berbagai bidang kehidupan manusia.

Bukan hanya sebagai bahan makanan, namun juga sebagai sumber usaha. Ternak sapi potong sangat mendukung dan mampu menutupi kebutuhan pasar jika pengelolaan atau manajemen sistemnya itu baik.

Sapi potong ini memiliki beberapa fungsi dan manfaat yang cukup banyak bagi manusia seperti sebagai sumber protein hewani yang sangat berkualitas tinggi, sebagai penunjang ekonomi keluarga dan tabungan jangka panjang, sebagai pupuk kandang (kotorannya) dan sebagai sumber bahan baku industri, serta sering digunakan sebagai hewan yang dibutuhkan dalam upacara keagamaan.

 

 

Jenis – Jenis Sapi Potong

 

  • Limousin
  • Simmental
  • Brahma
  • Brangus
  • Aberdeen Angus
  • Beefalo
  • Braford
  • Hereford
  • Dexter
  • Parthenais
  • Belgian blue
  • Droughtmaster
  • Murray grey
  • Pinzgauer
  • Ongole
  • Madura
  • Bali
  • Aceh

 

 

Cara Budidaya Sapi Potong

 

1. Cotoh Jenis Sapi Potong

Harus mengetahui jenis sapi potong yang mana yang akan di ternak atau dibudidayakan.

 

  • Sapi Bali
    Sapi jenis ini meiliki ciri memiliki kaki dari lutut hingga kebawah dan juga pada bagian pantat berwarna merah dengan putih, dan memiliki punggung bergaris warna hitam. Keunggulan yang dimiliki sapi ini yaitu dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan baru.
  • Sapi Ongole
    Jenis sapai ini memiliki ciri beberapa bagian tubuhnya berwarna putih dengan warna hitam, memiliki gelambir dan memiliki punuk,serta memiliki daya adaptasi yang baik.
  • Sapi Brahman
    Jenis sapi ini memiliki ciri pada bagian kepala yang berwarna coklat hingga coklat tua, dengan warna putih. Sapi jenis ini juga memiliki daya pertumbuhan yang cepat, sehingga tidak heran sapi jenis ini menjadi primadona sapi potong di Indonesia.
  • Sapi Madura
    Sapi ini memiliki punuk, memiliki warna kuning sampai dengan merah bata, pada bagian moncong, ekor dan kaki bawahnya terkadang terdapat warna putih. sapi jenis ini memiliki daya pertambahan berat badan yang rendah.
  • Sapi Limousin
    Sapi jenis ini memiliki warna hitam dengan kombinasi warna merah bata dan putih, pada bagian moncong kepalanya terdapat warna putih, memiliki tubuh yang berukuran besar dan memiliki tingkat produksi baik.

 

2. Pemilihan Bakalan Sapi Potong

 

  • Bakalan telah berumur 2,5 atau lebih.
  • Berkelamin jantan.
  • Memiliki tubuh yang panjang, bulat serta lebar.
  • Memiliki tubuh yang kurus (karena kurang pakan bukan sakit), tulang menonjol namun tetap sehat.
  • Memiliki bulu yang halus dan juga memiliki pandangan mata yang bersinar
  • Memiliki kotoran yang normal.

 

3. Pembibitan Ternak Sapi

 

  • Memiliki tanda telinga, yang berarti bahwa betis telah terdaftar dan silsilah lengkap.
  • Matanya cerah dan bersih.
  • Tidak terdapat tanda-tanda sering jatuh, terganggu pernafasannya serta dari hidung tidak keluar lendir.
  • Kukunya tidak terasa panas bila diraba.
  • Tidak terlihat adanya faktor eksternal parasit pada kulit dan bulunya.
  • Tidak terdapat adanya tanda-tanda mencret pada bagian ekor dan dubur.
  • Tidak ada berbagai tanda-tanda kerusakan kulit dan kerontokan bulu.
  • Pusarnya itu cukup bersih dan kering, bila masih lunak dan tidak berbulu menandakan bahwa pedet masih berumur kurang lebih dua hari.

 

4. Syarat Lokasi Ternak Sapi

 

Lokasi yang ideal untuk dapat membangun sebuah kandang yakni pada daerah yang letaknya cukup jauh dari pemukiman, tetapi mudah dicapai oleh kendaraan.

Kandang juga harus terpisah dari rumah dengan jarak minimal 10 meter dan sinar matahari ini juga harus dapat menembus pelataran kandang dan dekat dengan lahan pertanian.

Manufaktur dapat dilakukan dalam kelompok-kelompok di tengah sawah.

 

5. Persiapan Kandang Ternak Sapi

 

  • Ukuran kandang yang dibuat untuk seekor banteng dewasa yakni sekitar 1,5×2 m atau 2,5×2 m, sedangkan untuk sapi dewasa adalah sekitar 1,8×2 m dan untuk anak sapi ialah sekitar 1,5×1 m per ekor, dengan tinggi atas kurang lebih+ 2, 5- 3,5 m dari tanah. Suhu sekitar 25-40 derajat pada kandang C (rata-rata 33 derajat C) dan kelembaban 75%. Lokasi pemeliharaan juga dapat dilakukan pada dataran rendah (100-500 m) ke dataran tinggi (> 500 m).
  • Kandang untuk dapat memelihara ternak harus bersih dan kering.
  • Membuat kandang juga harus mempertimbangkan beberapa persyaratan dasar yang juga meliputi konstruksi, lokasi, ukuran dan peralatan kandang.

 

6. Sarana dan Prasarana Ternak Sapi

 

  • Tempat Pakan dan Minum
    Tempat pakan sebaiknya terbuat bahan-bahan yang tidak melukai, bisa kayu atau tembok. Sedangkan tempat minum bisa berupa ember plastik tetapi yang tidak mudah pecah. Tempat makan dan minum juga harus dapat dirancang dan ditempatkan sedemikian rupa agar sisa-sisa pakan tidak berceceran.
  • Tempat Tambat
    Tambat sapi merupakan tonggak, tiang, atau palang untuk mengikatkan sapi agar tidak bergerak terlalu banyak. Tempat tambat ini bisa dibuat khusus atau disatukan dengan struktur kandang, yang penting harus kokoh.
  • Peralatan Kandang yaitu :

 

  • Sekop
    Berguna untuk mengaduk pakan dan membersihkan kotoran. Sebaiknya gunakan dua sekop saja yang berbeda untuk keperluan ini.
  • Garpu atau Garu
    Garpu untuk mengaduk pakan dan membersihkan kandang.
  • Ember
    Untuk suatu keperluan wadah minum dan sanitasi seperti memandikan sapi atau juga membersihkan kandang.
  • Sapu Lidi
    Untuk membersihkan kandang.
  • Selang
    Sebagai sarana menyalurkan air dan sanitasi kandang.
  • Sikat
    Digunakan untuk memandikan sapi.
  • Tali
    Berguna untuk mengikat sapi ketika ditambatkan atau memindahkan sapi.
  • Peratan Perawatan Kesehatan Sapi
    Alat suntik, vaksin dan obat-obatan lainnya.

 

7. Pakan Untuk Sapi Potong

 

  • Hijauan

Hijauan yang sangat berkualitas baik (rumput unggul atau juga campuran rumput dengan hijauan kacang-kacangan) umumnya sudah dapat memenuhi berbagai kebutuhan hidup pokok.

Pertumbuhan dan reproduksi yang normal sehingga pada pemeliharaan sapi dianjurkan lebih banyak menggunakan hijauan (85-100%),

Apabila hijauan banyak tersedia, pemberian konsentrat hanya dianjurkan untuk keadaan tertentu saja seperti saat sulit hijauan (di musim kemarau) atau untuk penggemukkan.

Contohnya yaitu rumput setaria, rumput gajah, rumput raja, rumput benggala, rumput bede, lamtorogun, turi , gamal dan kaliandra.

Contoh hijauan limbah pertanian yakni jerami kacang panjang, jeramai kedelai, jerami padi, jerami jagung, dan lain sebagainya.

 

  • Konsentrat

Konsentrat atau biasa juga disebut bahan penguat. Terdiri dari berbagai biji-bijian, umbi-umbian dan limbah pengolahan hasil pertanian lainnya.

 

  • Pakan Tambahan

Ini biasanya berupa vitamin, mineral, enzim, antibiotik, urea dan lain-lainnya.

 

8. Pemberian Pakan Ternak Sapi

Pakan konsentrat untuk berbagai ternak sapi penggemukan bisa dibuat dari berbagai macam bahan, yang terpenting memiliki suatu kadar protein 12%.

Total Digestible Nutriens (TDN) atau jumlah zat dalam pakan yang bisa dicerna sebesar 60-70%. Jumlah pemberian pakan konsentrat ini sekitar 1-2% dari bobot tubuh sapi.

Sebaiknya berikan pakan konsentrat dalam bentuk kering. Hal ini berguna untuk merangsang keluarnya enzim dari ludah sapi yang berguna untuk memicu pertumbuhan bakteri dalam rumen sapi.

Pemberian pakan hijauan yang jumlahnya sekitar 10% dari bobot tubuh sapi. Pakan hijaun diberikan 2-3 jam setelah pemberian pakan konsentrat.

 

9. Cara Perkawinan Ternak Sapi

Pada sapi potong dapat dilakukan dengan pengaturan dan pengawasan sepenuhnya oleh manusia yang disebut cara ”Hand Mating” yaitu pemeliharaan jantan dan betina dipisah dan bila ada betina yang bronst,

Diambilkan pejantanya agar dapat mengawininya atau dilakukan sebuah perkawinan buatan atau dengan cara perkawinan bebas di padang rumput.

Dimana sapi-sapi jantan dan betina yang sudah dewasa pada musim perkawinan dilepas bersama-sama, bila ada sapi-sapi betina yang bronst tanpa campur tangan si pemilik akan terjadi perkawinan.

 

10. Perawatan Umum Ternak Sapi

 

  • Melakukan vaksinasi dan pemberian obat cacing secara rutin.
  • Lakukan pembersihan kotoran seacra teratur, setidaknya 2 kali sehari. Tujuan pembersihan kotoran tersebut agar sapi terhindar dari hama dan penyakit.
  • Lakukan pemandian pada sapi setidaknya 1-2 hari sekali dengan cara menyikatnya hingga bersih.

 

11. Pengendalian Penyakit Hewan Sapi

 

  • Menjaga kebersihan kandang beserta peralatannya, termasuk sapi mandi.
  • Orang sakit sapi dipisahkan oleh sapi yang sehat dan pengobatan segera.
  • Mengusakan lantai kandang selalu kering.
  • Secara teratur memeriksa kesehatan ternak dan vaksinasi sesuai petunjuk.
  • Membatasi penanggung jawab kandang.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 11 Cara Budidaya Sapi Potong Terlengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakannya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

/* */