√ 5 Cara Budidaya Sayur Bayam Terlengkap

√ 5 Cara Budidaya Sayur Bayam Terlengkap Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai Cara Budidaya Sayur Bayam.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana cara menanam sayur Bayam yang baik dan benar? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

√ 5 Cara Budidaya Sayur Bayam Terlengkap
√ 5 Cara Budidaya Sayur Bayam Terlengkap

 

Mengenal Sayur Bayam

 

Bayam (Amaranthus spp.) merupakan salah satu tumbuhan yang biasa ditanam untuk dapat dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau.

Tumbuhan ini berasal dari negara Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini juga dikenal sebagai salah satu sayuran sumber zat besi yang penting bagi tubuh.

Bayam sebagai sayur hanya umum dikenal di Asia Timur dan Asia Tenggara, sehingga disebut dalam bahasa Inggris sebagai Chinese amaranth.

Di Indonesia dan Malaysia, bayam ini juga sering disalah artikan menjadi “spinach” yang dalam bahasa Inggris (mungkin sebagai akibat pada penerjemahan yang dalam film kartun Popeye), padahal nama itu dapat mengacu ke jenis sayuran daun lain.

Bayam memiliki batang berair dan agak berkayu, daun bertangkai dengan bentuk bulat telur berwarna hijau, merah atau hijau keputihan.

 

 

Jenis Sayur Bayam

 

1. Bayam Cabut
Bayam cabut (bayam putih atau bayam sekul) yang memiliki batang kemerahan atau keputihan serta memiliki bunga yang tumbuh di ketiak cabang.

 

2. Bayam Tahun
Bayam tahun (bayam skop) yang memiliki daun lebar berwarna hijau dan bunganya berada di pucuk batang.

 

 

Kandungan Nutrisi Bayam

 

  • Serat
  • Kalori
  • Protein
  • Karbohidrat
  • Kalsium
  • Zat besi
  • Magnesium
  • Vitamin C

 

 

Manfaat Sayur Bayam

 

  • Mencegah kurang darah (Anemia).
  • Menjaga kesehatan mata.
  • Mencegah gangguan kesehatan pada mulut.
  • Baik dikonsumsi ibu hamil dan menyusui.
  • Mencegah kanker.
  • Menurunkan resiko penyakit Cardiovaskular.
  • Mencegah tulang keropos (Osteoporosis).
  • Membantu program diet.
  • Menyehatkan kulit.
  • Menstabilkan gula darah.

 

 

Syarat Tumbuh Tanaman Bayam

 

1. Lokasi Penanaman

Hal pertama yang sangat perlu anda perhatikan yaitu pada lokasi penanaman, karena bayam ini hanya dapat tumbuh pada sebuah dataran rendah hingga menengah saja dengan ketinggian sekitar 5-2.000 diatas permukaan laut.

 

2. Iklim

Tanaman bayam juga memerlukan sinar matahari yang tinggi, lalu suhu daerah yang cocok untuk dapat menanam bayam ialah sekitar 20-30 CC. Curah hujan mencapai 1.000-2000 mm serta pada kelembaban daerah yang mencapai 60 %.

 

3. Tanah

Tanaman bayam juga memerlukan tanah yang subur dan kaya akan unsur hara, pH yang sangat cocok untuk bayam yaitu sekitar 6,7 sedang tanah yang kurang dari 5 pH-nya lebih baik melakukan proses pengapuran terlebih dulu.

 

 

Cara Menanam Sayur Bayam

 

1. Pemilihan Benih Bayam

Bayam dapat di perbanyak dengan biji, dalam memperbanyak biji sebaiknya mengunakan biji yang tua untuk di jadikan benih.

Dengan mengunakan biji yang tua akan menghasilkan tanaman bayam yang sangat berkualitas dan pertumbuhanya pun sangat cepat. Kebuthan benih bayam per 10 m2 adalah 2 – 5 gram atau 2 – 5 kg / hektar.

 

2. Membuat Media Tanam Bayam

 

  • Membuat bedengan dengan lebar antara 120 – 160 cm, tergantung populasi tanaman yang nantinya akan ditanam. Buat juga parit antar bedengan selebar sekitar 20 – 30 cm, dengan kedalaman kurang lebih 30 cm untuk drainase. Di atas bedengan itulah berbagai lubang – lubang tanam dibuat dengan jarak antar barisan sekitar 60-80 cm, dan jarak antar lubang (dalam barisan) sekitar 40-50 cm.

 

  • Jika pH tanah terlalu rendah, lakukanlah pengapuran dengan menggunakan kapur pertanian seperti Calcit maupun Dolomit. Untuk tipe tanah pasir dan juga pasir berlempung, diperlukan ± 988 kg kapur pertanian/ ha.

 

  • Sedang sebuah kebutuhan kapur pertanian untuk sebuah tanah lempung berpasir dan liat berlempung sekitar 1.730 – 4.493 kg/hektar. Sebaliknya, jika ingin menurunkan pH tanah, gunakan tepung Belerang (S) atau Gipsum sebanyak 6 ton/hektar. Pemberian tepung belerang dilakukan dengan cara menyebarkannya secara merata dan dicampur tanah sekitar sebulan sebelum tanam.

 

  • Sekitar 1 – 2 minggu sebelum tanam, berikan pupuk kandang yang telah masak dengan cara menyebarkannya secara merata di atas bedengan, lalu diaduk dengan tanah lapisan atas. Pemupukan diberikan per lubanng tanam dengan cara memasukkan pupuk ke dalam lubang tanam. Untuk setiap lubang tanam dibutuhkan sekitar 1-2 kg pupuk kandang, sehingga untuk setiap hektar diperlukan pupuk kandang sekitar 10 ton.

 

3. Penanaman Benih Bayam

 

  • Cara menyebar langsung pada bedengan. Cara ini digunakan untuk menanam bayam cabut.
  • Biji bayam disebar pada larikan/barisan dengan jarak antar barisan 10–15 cm. Kemudian larikan ditutup dengan lapisan tanah tipis.
  • Melalui persemaian. Cara ini digunakan untuk menanam bayam petik. Pertama benih ini disemai, kurang dari 10 hari benih sudah akan tumbuh.
  • Kemudian dilakukan pembumbunan dan dipelihara selama 3 minggu sampai bibit siap dipindahkan ke lapangan. Jarak tanam pada system ini ialah sekitar 50 x 30 cm.

 

4. Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman Bayam

 

  • Penyiraman

Penyiraman dapat dilakukan sehari dua kali, pagi dan sore atau disesuaikan dengan kondisi. Yang paling penting tanah ini harus selalu lembab, terlebih sebelum benih menjadi berkecambah.

 

  • Penyiangan

Penyiangan ialah dapat membersihkan areal tanaman dari berbagai rumput atau gulma. Cabut rumput yang tumbuh disekitar tanaman. Keberadaan rumput akan mengganggu pertumbuhan tanaman bayam.

 

  • Pemupukan Susulan

Agar tanaman bayam ini tumbuh dengan sangat subur perlu diberikan pupuk susulan. Gunakan pupuk kandang yang sudah dihaluskan (diayak) dan taburkan secara merata pada tanaman.

Penaburan juga dilakukan pada sore hari ketika daun tanaman bayam dalam suatu kondisi kering. Ini dimaksudkan agar pupuk jatuh ketanah dan juga tidak menempel pada daun tanaman.

Boleh juga menggunakan sebuah pupuk urea, dengan cara melarutkan segenggam pupuk urea dengan sekitar 20 liter air kemudian disiramkan ketanaman. Lakukan setiap satu minggu sekali atau juga disesuaikan dengan kesuburan tanaman.

 

5. Panen dan Pasca Panen Bayam

 

Bayam cabut uga dapat dipanen bila umur tanaman antara 3 – 4 minggu setelah pada tanaman tumbuh dengan tinggi sekitar 20 cm.

Cara panen ialah dicabut dengan akarnya atau dengan cara memotong pada bagian pangkal sekitar 2 cm di atas permukaan tanah.

Bayam yang akan petik mulai dipanen bila umur tanaman antara 1 – 1,5 bulan dengan interval pemetikan seminggu sekali. Produksi tanaman bayam yang dapat dipelihara dengan baik dapat mencapai sekitar 50 – 100 kg/100 m².

 

 

Hama Sayur Bayam

 

1. Ulat Daun

Ulat daun ialah salah satu ulat yang paling rawan muncul di tanaman bayam. Hama ini memakan daun bayam sehingga dapat meninggalkan bekas gigitan berlubang-lubang.

Untungnya perlindungan untuk hama ini sangat cukup mudah, yaitu dengan menggoyangkan tanaman atau juga menyemprotkan air hingga hama tersebut jatuh.

Penggunaan pestisida juga dapat mengatasi hama ini, hanya saja tidak untuk disarankan karena akan memberikan dampak buruk kepada konsumen.

 

2. Siput

Siput tergolong jarang untuk bisa menyerang bayam, tetapi dalam beberapa kasus, siput juga tergolong sebagai hama untuk tanaman bayam.

Hama ini juga akan memakan dedaunan dari bayam sehingga mengakibatkan bayam menjadi tidak sehat serta kualitasnya menjadi menurun.

Pengatasannya dapat dengan penyiraman secara rutin (penyiraman pertama saat fajar, dan kedua saat akan menjelang pertengahan hari). Jika diperlukan, dapat juga menggunakan pellet besi fosfat sebagai jebakan untuk dapat membunuh hama.

 

3. Lalat

Serangga ini sangat mengganggu untuk kehidupan bercocok tanam para petani. Lalat dapat menyebabkan daun rusak, berlubang, hingga layu.

Serangga ini cukup menyusahkan karena tidak cukup dengan menggoyangkan tanaman saja seperti ulat daun, memang dengan menggoyangkannya lalat akan pergi, tetapi lalat dapat dengan cepat kembali sehingga metode ini tergolong tidak efektif.

Terdapat metode tradisional mengusir lalat yaitu dengan menggantungkan plastik berisi air di sekitar tanaman. Menggunakan pestisida juga bisa namun sebaiknya dihindarkan.

 

 

Penyakit Sayur Bayam

 

1. Kekurangan Mangan (Mn)

Seringkali pada saaty musim kemarau atau cuaca yang sangat panas, bintik-bintik kuning pada tulang daun tanaman bayam akan sangat bermunculan.

Hal ini menandakan bayam tersebut tidak sehat, yaitu kekurangan zat Mn. Penyakit ini akan menyebabkan pertumbuhan bayam jauh lebih lambat karena tepi-tepi daun akan mongering.

Penyakit ini juga dapat dihindari dengan memberikan zat kapur pada tanah sekitar bayam tersebut. Untuk sebuah penyembuhannya dapat menggunakan multitonik mengandung zat mangan yang diberikan ke dalam tanah.

 

2. Spinach Blight

Penyakit ini ditandai dengan sebuah kemunculan permukaan daun muda yang menguning disertai dengan daun yang menyempit dan menggulung.

Penyebabnya yakni suatu virus Mozaik Cucumber. Jika ada bayam yang terinfeksi, akan menjadi lebih baik segera dicabut dan dihancurkan untuk bisa menghindari penyebaran. Dapat dicegah dengan pembersihan gulma di sekitar tanaman bayam dengan sangat rutin.

 

3. Noda Daun

Gejala penyakit ini dapat terlihat dengan adanya noda-noda berwarna coklat pada sebagian daun. Jika tidak diberikan perawatan, noda tersebut akan meluas merusak daun bahkan menghancurkannya.

Daun yang terinfeksi harus segera dipetik dan dibakar agar penyakit tidak menyebar. Untuk pencegahan tanaman bayam lainnya, dapat disemprokan Dithane dengan takaran 1,5 hingga 2 gram/l air.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 5 Cara Budidaya Sayur Bayam Terlengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakannya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

/* */