√ 6 Cara Menanam Buah Naga Terlengkap

√ 6 Cara Menanam Buah Naga Terlengkap Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai Cara Menanam Buah Naga.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana cara menanam buah naga agar menghasilkan buah yang lebat? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

√ 6 Cara Menanam Buah Naga Terlengkap
√ 6 Cara Menanam Buah Naga Terlengkap

 

Mengenal Buah Naga

 

Buah Naga ini berasal dari negara Meksiko Amerika Tengah sebagian Amerika Utara dan kemudian menyebar ke Asia pada tahun 1870 yang dibawa dari Guyana oleh orang Perancis ke Vietnam, Taiwan, Thailand dan juga menyebar ke Indonesia pada tahun 2000 di Mojokerto, Jember dan daerah lainnya di Jawa Timur.

Buah Naga (Inggris: Pitaya) ialah salah satu buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Kebiasaan inilah yang dapat membuat buah tersebut di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina dikenal juga sebagai Thang Loy (Buah Naga).

Istilah Thang Loy kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris yakni sebagai Dragon Fruit (Buah Naga).

Di Indonesia buah naga ini baru populer sekitar tahun 2000 serta tidak ada catatan juga siapa yang pertama kali memperkenalkan buah ini di Indonesia.

Tetapi diperkirakan buah naga yang masuk di Indonesia melalui negara Thailand dan dibudidayakan oleh penghobi tanaman ini secara sporadis.

Budidaya buah naga juga sangat cocok dengan kondisi iklim dan alam Indonesia. Tanaman ini tumbuh optimal pada ketinggian sekitar 0-350 meter dpl dengan curah hujan sekitar 720 mm per tahun. Suhu udara yang sangat ideal bagi pertumbuhan buah naga berkisar 26-36 derajat celcius.

 

 

Spesies Buah Naga

 

  • Hylocereus undatus yaitu salah satu jenis buah naga merah dengan daging buah putih.
  • Hylocereus polyrhisus yaitu sebuah jenis buah naga yang memiliki kulit merah dengan daging buah yang juga berwarna merah.
  • Hylocereus costaricensis yaitu salah satu spesies buah naga dengan ciri kulit merah dengan daging buah merah pekat agak keunguan.
  • Hylocereus megelanthus ialah salah satu spesies buah naga yang memiliki kulit berwarna kuning dengan daging buah putih.

 

 

Manfaat Buah Naga

 

  • Bisa membantu menurunkan berat badan bisa dibuat jus atau dimakan langsung.
  • Buah naga memiliki betakarotin yang sehat untuk kesehatan mata.
  • Bisa membantu memperlancar pencernaan.
  • Buah naga mengandung banyak vitamin c sehingga bagus untuk menjaga metabolisme tubuh.
  • Dalam buah naga ini terdapat banyak fosfor dan kalsium yang bermanfaat dalam meningkatkan sebuah kekuatan tulang dan gigi dan juga dapat mencegah atau menghambat terjadinya suatu osteoporosisi.
  • Buah naga ini juga diyakini bisa memberikan suatu kekebalan bagi ibu hamil sehingga bisa menjaga kekebalan tubuh dari berbagai penyakit dan virus.

 

 

Syarat Tumbuh Tanaman Buah Naga

 

Untuk pertumbuhan tanaman yang sangat ideal sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman buah naga Red/Super untuk curah hujan yang sangat ideal untuk tanaman buah naga Red/Super sekitar 720 mm/tahun, suhu udara yang ideal antara 26°-36° C dan juga kelembapan sekitar 70-90 % . Untuk rata-rata pH tanah antara 6,5-7 dan pada ketinggian lahan sekitar 0-350m dpl.

 

 

Cara Menanam Buah Naga

 

1. Pengolahan Tanah

 

Tanah yang digunakan harus gembur dan bersih dari gulma serta rerumputan. Tentukan juga apakah Anda memakai sistem panjatan tunggal atau kelompok.

Untuk media panjatan tunggal, gunakan 5 kg pasir, 5 kg batu bata merah, pupuk kandang 10 kg serta 300gr dolomit yang dicampur hingga rata dan gunakan ini pada satu lobang tanam saja.

Apa bila sistem kelompok, 8 kg pasir, pupuk kandang 20 kg, 10 kg bubuk batu bata merah dan dolomit sebanyak 600 gr.Gunakan campuran ini setiap lajur 4 meter. Kemudian siram tanaman dan biarkan terkena sinar matahari dan kering agar tanah bebas dari racun.

 

2. Penyiapan Pancang atau Turus

 

Membuat media rambat berupa tiang pancang atau panjatan untuk tegakan guna menopang rambatan tanaman buah naga Red/Super Red.

 

3. Persiapan Benih dan Perbanyakan Vegetatif Buah Naga

 

  • Pangkas cabang atau sulur yang telah berbuah, sisakan 20%.
  • Bagian yang 80% digunakan sebagai benih atau bibit.
  • Sulur dipotong-potong sepanjang 20-30cm.
  • Bagian yang akan ditanam dibentuk runcing, caranya pada sepanjang 1cm – 2cm disalah satu sisi batang dipotong mering ke arah batang pokok.
  • Stek yang dikeringkan atau dianginkan agar getah dapat mengering antara 5 sampai 7 hari.

 

4. Penanaman Benih Buah Naga

 

  • Empat bibit buah naga membutuhkan satu tiang panjat. Keempatnya ditanam mengelilingi tiang panjat yang jaraknya berkisar 10 cm.
  • Gali sebuah lubang tanam yang sudah kita buat dan juga kita campur dengan tanah, pasir, dan pupuk kedalamannya sekitar 10-15 cm
  • Pindahkan bibit buah naga anda dari polybag ke lubang tanam yang sudah digali. Polybagnya dibuang, tanahnya diikutkan tidak apa-apa.
  • Timbun bibit menggunakan tanah hingga padat.
  • Ikat batang keempat bibit tersebut sampai dapat menyatu dengan tiang. Pengikatan ini akan terus dilakukan ketika tanaman buah naga memanjang sekitar 20-30 cm.
  • Potong tunas buah naga apabila buah naga akan bercabang sebelum mencapai pada puncak tiang panjatan, sisakan 1 saja.
  • Apabila sudah sampai tiang panjatan, buah naga ini tidak boleh bercabang banyak, umumnya sampai 5 cabang.

 

√ 6 Cara Menanam Buah Naga Terlengkap
√ 6 Cara Menanam Buah Naga Terlengkap

 

5. Perawatan dan Pemeliharaan Buah Naga

 

  • Pemupukan

Pada masa awal pertumbuhan pupuk yang dibutuhkan harus mengandung banyak unsur nitrogen (N). Pada fase berbunga atau juga berbuah gunakan pupuk yang banyak sekali mengandung fosfor (P) dan kalium (K).

Pemakaian urea ini tidak dianjurkan untuk memupuk pada buah naga, karena sering mengakibatkan busuk batang. Pemupukan dengan pupuk kompos atau juga pupuk kandang dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis sekitar 5-10 kg per lubang tanam.

Pada saat berbunga dan berbuah berikan pupuk tambahan NPK dan ZK masing-masing 50 dan 20 gram per lubang tanam.

Pada tahun berikutnya perbanyaklah dosis pada pemberian pupuk yang sesuai dengan ukuran tanaman. Pupuk tambahan yaitu berupa pupuk organik cair, pupuk hayati atau hormon perangsang buah yang bisa diberikan untuk dapat memaksimalkan hasil.

 

  • Penyiraman

Penyiraman ini bisa dilakukan dengan mengalirkan air pada banyak parit-parit drainase. Selain itu juga bisa menggunakan gembor atau juga irigasi tetes. Sistem irigasi tetes jauh lebih hemat air dan tenaga kerja namun perlu investasi yang cukup besar.

 

  • Pemangkasan

Pemangkasan untuk dapat membentuk cabang produksi dilakukan pada tunas yang tumbuh pada batang pokok. Pilihlah 3-4 tunas untuk ditumbuhkan.

Nantinya tunas ini akan dapat menjadi batang produksi dan tumbuh menjuntai ke bawah. Tunas yang ditumbuhkan sebaiknya yang ada di salah satu bagian atas, sekitar 30 cm dari ujung atas.

Pemangkasan peremajaan dapat dilakukan terhadap cabang produksi yang kurang produktif. Biasanya sudah berbuah kira-kira 3-4 kali. Hasil pangkasan peremajaan ini bisa dijadikan sebagai sumber bibit tanaman.

 

6. Panen Buah Naga

 

Tanaman buah naga ini dapat berbuah hingga sekitar ± 10 tahun. Waktu panen sebaiknya harus dilakukan pada saat pagi hari yaitu sekitar pkl. 06.00-09.00 atau saat sore hari pada pkl. 15.00-17.00.

Lakukan pemanenan buah naga saat cuaca cerah dan tidak hujan sehingga kondisi buah naga akan lebih awet dan tidak mudah busuk.

Ciri-ciri buah naga yang siap panen yakni sebagai berikut :

  • Buah naga dapat dipetik setelah sekitar 50-55 hari setelah muncul bunga.
  • Kulit buah mengkilat dengan adanya perubahan warna dari hijau menjadi merah.
  • Pada mahkota buah ukurannya mulai mengecil.
  • Pada kedua ujung pangkal buah menjadi kering dan keriput.
  • Buah naga yang berukuran besar dan bulat sempurna dengan berat yang diperkirakan antara 400-600 gram.

 

 

Hama Pada Tanaman Buah Naga

 

1. Tungau ( Tetranychus sp )

Hama ini dapat menyerang pada kulit batang atau cabang yang merusak jaringan klorofil yang berfungsi sebagai asimilasi dari hijau menjadi cokelat.

 

Cara Pengendalian :

  • Untuk sebuah pengendalian pada hama ini dapat dilakukan dengan menyemprotkan Omite dengan dosis 1-2 gr/liter air yang dilakukan sekitar 2-3 kali dalam seminggu.

 

2. Kutu Putih

Hama ini menyerang tanaman buah naga pada permukaan btang atau cabang akan membentuk selaput berwarna kehitaman dan terlihat kotor.

 

Cara Pengendalian :

  • Untuk pengendalian pada hama ini dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida atau kanon dengan dosis 1-2 cc/liter air seminggu sekali pada batang ataupun cabang yang diserang. Biasa juga dua kali penyemprotan hama kutu putih sudah terbasmi.

 

3. Kutu Batok ( Aspidiotus sp )

Hama ini dapat menyerang tanaman buah naga dengan menghisap cairan pada batang atau cabang yang bisa menyebabkan cabang berubah menjadi berwarna kuning.

 

Cara Pengendalian :

  • Untuk pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida atau kanon dengan dosis 1-2 cc/liter air dengan suatu interval waktu seminggu sekali pada batang atau cabang yang diserang. Pada umumnya setelah dua kali atau lebih pada penyemprotan hama kutu batok sudah hilang.

 

 

Penyakit Pada Tanaman Buah Naga

 

1. Fusarium

Penyakit ini juga disebabkan oleh fusarium oxysporium schl. Gejala yang terlihat salah satu nya ialah akibat serangan pada cabang tanaman berkerut, layu dan juga busuk berwarna coklat. Jamur ini dapat menyerang karena tanah atau media tanaman yang tidak dapat membuang air dengan lancar.

 

Cara Pengendalian :

  • Untuk sebuah pengendalian pada penyakit ini dapat dilakukan dengan menyemprotkan Benlate T 20 WP atau Derosal 60 WP dengan dosis sekitar 2g/liter air dalam seminggu 1-2 kali penyemprotan pada bagian dan cabang yang sudah terserang penyakit.

 

2. Busuk Bakteri

Penyakit ini juga dapat disebabkan oleh bakteri Pseudomonas sp. Tanaman buah naga yang sudah terserang penyakit ini menunjukkan gejala seperti tanaman tampak layu, kusam, terdapat lendir, dan putih kekuningan pada tanaman yang mengalami pembusukan.

 

Cara Pengendalian :

  • Untuk sebuah pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan mencabut tanaman yang sakit kemudian pada lubang tanam diberi Basamid dengan dosis sekitar 0,5-1 gram dalam bentuk serbuk kemudian pada lubang tanam tersebut ditanam bibit baru.

 

3. Busuk Pangkal Batang

Penyakit ini pada umumnya dapat menyerang pada awal penanaman buah naga, tanaman buah naga sering mengalami pembusukan pada pangkal batang dan berwarna kecokelatan serta terdapat bulu putih.

Pembusukan tersebut juga dapat disebabkan oleh kelembaban tanah yang berlebihan sehingga muncul jamur yang menyebabkan kebusukan yaitu Sclerotium rolfsii Sacc. Penyakit ini juga sering terjadi pada bibit stek yang belum tumbuh akar dalam bentuk potongan.

 

Cara Pengendalian :

  • Untuk sebuah pengendalian pada penyakit ini juga dapat dilakukan dengan penyemprotan Benlate dosis sekitar 2 g/liter air atau dengan menggunakan Ridomil sekitar 2 g/liter air sebulan sekali. Bila muncul gejala kekuningan pada pangkal batang maka akan segera mungkin dilakukan penyemprotan pada seluruh batang dan diutamakan pada pangkal batang yang sudah terserang.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 6 Cara Menanam Buah Naga Terlengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakannya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

/* */