√ 5 Cara Menanam Bawang Putih Terlengkap

Diposting pada
√ 5 Cara Menanam Bawang Putih Terlengkap
5 (100%) 11 votes

√ 5 Cara Menanam Bawang Putih Terlengkap Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai Cara Menanam Bawang Putih.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana cara menanam bawang putih agar menghasilkan bawang merah yang berkualitas? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

√ 5 Cara Menanam Bawang Putih Terlengkap

 

Mengenal Bawang Putih

 

Bawang putih atau yang dalam bahasa latin Allium sativum yakni salah satu jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan bagian umbinya untuk campuran masakan ataupun untuk sebuah pengobatan.

Bawang putih mentah ini memiliki rasa angur atau getir karena penuh dengan senyawa sulfur termasuk allicin. Bawang putih yakni salah satu nama tanaman dari genus Allium sekaligus nama dari umbi yang dihasilkan.

Mempunyai sebuah sejarah penggunaan oleh manusia selama lebih dari 7.000 tahun, terutama tumbuh di Asia Tengah dan sudah lama menjadi salah satu bahan makanan di daerah sekitar Laut Tengah, serta bumbu umum di Asia, Afrika, dan Eropa.

Dikenal di dalam sebuah catatan Mesir kuno, digunakan baik sebagai campuran masakan maupun pada pengobatan. Umbi dari tanaman bawang putih ini merupakan bahan utama untuk bumbu dasar masakan Indonesia.

 

 

Manfaat Bawang Putih

 

  • Dapat membantu mengobati sakit tengorokan, batuk dan radang tenggorokan.
  • Dapat membantu mencegah demam dan flu.
  • Dapat membantu mencegah pembekuan darah.
  • Dapat membantu mencegah Kanker.
  • Dapat membantu mencegah terjadinya infeksi.
  • Dapat mengurangi kadar gula darah atau diabetes .
  • Dapat mengobati sakit gigi.
  • Dapat mengobati serta menghilangkan kutil.
  • Dapat mencegah dan memulihkan kerusakan hati seperti hepatitis.
  • Dapat menurunkan kadar kolesterol.

 

 

Hama Bawang Putih

 

1. Hama Ulat Grayak (Spodoptera Exigua Hbn.)
Ulat grayak merupakan salah satu hama perusak daun dan umbi bawang putih. Daun bawang putih yang terserang ulat grayak ini akan layu dan mengering.

Pemberantasan pada ulat grayak dapat dilakukan secara mekanis, yakni memangkas daun yang menjadi tempat telur dan berkembangnya ulat ini.

Kemudian dapat membakarnya. Pemberantasan secara kimiawi dapat juga dilakukan dengan penyemprotan pestisida, misalnya saja Ekalux 25 EC, Lannate 25 WP, Baymsil 250 EC, Karphos 25 EC, Dicarzol 25 SP, Astabron 50 EC, dan lain sebagainya.

 

2. Ulat Daun (Spodoptera litura)
Ulat daun memakan semua jaringan pada daun bawang putih. Gejala yang sering tampak dan serangan ulat ini ialah luka pada daun (bekas gigitan) berwarna putih sehingga kelihatan menjadi berbercak-bercak putih.

Ulat ini juga menyerang tanaman pada malam hari, sedangkan pada siang hari ulat ini bersembunyi di tempat-tempat yang lembap.

Pemberantasan pada ulat daun dapat dilakukan secara mekanis, yakni memangkas daun yang telah terserang dan menjadi sarang telur, kemudian membakarnya.

Pemberantasan secara kimia juga dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida, misalnya saja Ekalux 25 EC, Atabron, Diazinon 60 EC atau Hostathion 40 EC.

 

3. Tungau
Hama tungau dapat merusak daun tanaman bawang putih dengan mengisap cairan daun dan merusak klorofil. Gejala yang tampak dari tanaman yang sangat terinfeksi tungau adalah daun bawang putih berwarna keabu-abuan.

Infeksi yang dapat terjadi pada tanaman bawang putih yang masih muda menyebabkan daunnya kelihatan merunduk terkulai.

Pemberantasan tungau secara kimia dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida seperti Roxion 4 EC, Kelthane, atau Meotrin 50 EC.

 

 

Penyakit Bawang Putih

 

1. Tepung Embun
Penyakit tepung embun dapat disebabkan oleh cendawan Peronospora destructor. Cendawan ini juga menyerang daun, batang, dan leher akar.

Pemberantasan penyakit tepung embun juga dapat dilakukan secara mekanis, yakni memangkas bagian tanaman yang sakit. Sedangkan untuk pemberantasan secara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida, misalnya saja Daconil 75 WP, Antracol 70 WP, atau Dithane M-45.

 

2. Yellow Dwarf
Penyakit yellow dwarf ini disebabkan oleh virus. Bagian tanaman yang terserang ialah pada daunnya. Pencegahan penyakit yellow dwarf ini juga dapat dilakukan dengan pemupukan berimbang pada awal pertumbuhan, seleksi bibit yang baik, dan pada penggunaan varietas atau jenis yang tahan terhadap penyakit virus.

Sedangkan pada pemberantasan penyakit yellow dwarf dapat dilakukan secara mekanis, yakni memangkas bagian salah satu tanaman yang sakit atau mencabutnya, kemudian membakarnya.

 

3. Busuk Umbi
Penyebab dari sebuah penyakit busuk umbi ialah Pseudomonascepacia, Erwinia carotavora, dan Pseudomonas allicola.

Pencegahan terhadap penyakit busuk umbi ini dapat dilakukan dengan pengeringan melalui udara kering yang mengalir ke dalam ruang yang bertemperatur sekitar 37°C – 48°C.

Sedangkan pada pemberantasan penyakit busuk umbi dapat dilakukan secara mekanis, yakni dengan mengambil bawang putih yang terserang, kemudian membakarnya.

 

 

Cara Menanam Bawang Putih

 

1. Penyiapan Lahan

 

  • Dataran rendah pada tanaman bawang putih tumbuh di hampir semua jenis tanah, tetapi yang paling terbaik di media bertekstur tanah tanah liat untuk lempung berpasir.
  • PH tanah yang cocok adalah 5,6-6,8 dan drainase yang baik.
  • Meskipun panas umumnya bawang putih tahan, tetapi hanya dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki suhu kurang dingin 25 derajat C di bulan-bulan tertentu).
  • Suhu dingin yang diperlukan terutama pada saat pembentukan dan pembesaran tanaman umbi. Di Indonesia, waktu tanam terbaik untuk dataran rendah bawang putih yang pada bulan Mei, Juni atau Juli.
  • Tanah akan membuat tempat tidur dengan tempat tidur dengan lebar sekitar 1,2-1,75 m, dengan jarak antara tempat tidur perit 40-50 cm sementara tidur panjang disesuaikan dengan lahan yang tersedia.
  • Kemudian diistirahatkan sekitar 2 minggu, selanjutnya diolah 2-3 kali sehingga permukaannya cukup halus.
  • Sebelum penanaman, pH tanah perlu diperiksa, jika perlu dosis 5,6 Kurang pengapurandengan 1,5 – 3, ton per ha.
  • 2-3 hari sebelum tanam dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang pupuk dasar 10-15 ton / ha atau kompos 2 ton / ha dan SP-36 200 – 300kg / ha.
  • Benih Umbi yang telah siseleksi dalam bentuk siung cengkeh-dibedengan ditanam pada kedalaman 1/4 – 1/2 tinggi bibit cengkeh, kemudian ditutp dengan nasi tebal jerami mulsa 3-5 cm.
  • Pemupukan susulan dilakukan 3 kali, yaitu pada usia 15, 30 dan 45 hari setelah tanam dengan campuran pupuk kandang 200 kg Urea + ZA + 100kg KCL 100 kg per ha untuk setiap pupuk tambahan. Bagaimana, setiap pupuk tersebar antara deretan tanaman yang diikuti oleh penyiraman.

 

2. Pemilihan Bibit Bawang Putih

 

  • Bebas hama dan penyakit.
  • Pangkal batang berisi penuh dan keras.
  • Siung besar.
  • Besar siung untuk bibit 1,5 sampai 3 gram.
  • Benih bawang putih ini berasal dari sebuah perkembangbiakan secara generatif dengan umbinya.

 

3. Menanam Bawang Putih

 

Dalam proses ini dianjurkan bawang putih memiliki ukuran yang seragam. Tanam bibit dengan kedalaman 2-3 cm untuk jarak tanam tentunya menyesuaikan besarnya siung bawang putih yang anda gunakan sebagai bibit.

Jika satu siung bawang putih memiliki berat 1,5 gram maka jarak tanam bisa 20 x 20 x 20 cm. Untuk jumlah bibit tentunya menyesuaikan dengan luas lahan anda.

Apabila bibit memiliki berat 3 gram, membutuhkan 1600 kg / ha. Sedangkan untuk berat 1 gram membutuhkan 670 kg /ha.

Tahapan-tahapan menanam bawang putih dibawah ini :

  • Siapkan 1 siung tunggal bawang putih serta jaga kulit siung agar tidak mengelupas.
  • Tanam siung dengan kedalam 2 inchi dengan jarak 4 inchi.
  • Pastikan bagian bawah bawang putih yang anda tanam, supaya tidak terjadi kesalahan saat tumbuh nantinya.
  • Tutup bibit dengan menggunakan tanah yang sudah tercampur dengan pupuk sambil padatkan sedikit saja.

 

4. Perawatan dan Pemeliharaan Bawang Putih

 

  • Pemupukan
    Pemupukan dapat dilakukan dengan pupuk organik dan non organik. Bila menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang dapat diberi dengan dosis sekitar 10 hingga 30 ton/ hektar. Untuk Pupuk non organik dapat diberikan dengan dosis 200 kg/ha N, 180 kg/ha P2O5, 60 kg/ha K2O, dan 142 kg/ha S.

 

  • Pengairan
    Pengairan dilakukan 2 hingga 3 hari sekali pada awal pertumbuhan tanaman, 7 hingga 15 hari sekali pada masa pembentukan tunas dan dihentikan pengairan pada saat pembentukan umbi hingga 10 hari sebelum panen.

 

  • Penyiangan
    Penyiangan dilakukan secara rutin yaitu sekitar 20 hingga 30 hari sekali. Bersamaan dengan penyiangan lakukan pula sebuah memperbaiki bedengan yang rusak.

 

5. Penanganan Masa Panen dan Pascapanen Bawang Putih

 

Waktu bawang putih panen tanaman tergantung pada varietas. Tapi pada rata-rata waktu yang dibutuhkan dari saat tanam sampai panen sekitar 90-120 hari.

Karakteristik tanaman yang siap panen, yaitu seperti berikut :

  • Terjadinya perubahan warna pada daun. dan hijau ke kuning dengan tingkat layu 35-60%.
  • Ketika semua ini sebelum kegiatan panen pemupukan. irigasi dan penyemprotan pestisida harus dihentikan.

Untuk panen bawang putih. dilakukan dengan menarik tanaman dengan tangan ketika cuaca cerah. Produksi yang dapat dipanen mencapai 5,6-12 ton / ha.

Umbi dapat dipanen kemudian diikat sebanyak 20-30 per bundel rumpun dan dijemur sampai kering batang membutuhhkan sekitar 15 hari.

Pengeringan umbi dapat dilakukan sebagai berikut :

  • Dijemur. tapi dengan menutup daun di lampu agar menggunakan lampu bawang putih tidak terkena sinar matahari langsung.
  • Pengeringan bisa dilakukan dalam rak berlapis dengan menggantung.
  • Pengeringan juga dapat dilakukan dengan menggunakan metode fumigasi. yaitu menempatkan bawang putih di atas rak di dapur.
  • Selanjutnya, bawang putih merokok menggunakan asap yang berasal dari air yang telah dimasak.

Untuk memperpanjang umbi bawang putih urnur. waktu penyimpanan di gudang fumigasi dengan tablet phostoxin 55%.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 5 Cara Menanam Bawang Putih Terlengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakannya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga  √ 5 Cara Menanam Bunga Dandelion Terlengkap

Baca Juga  √ 7 Cara Budidaya Bunga Anggrek Terlengkap

Baca Juga  √ 5 Cara Menanam Bunga Hortensia Terlengkap

Baca Juga  √ 6 Cara Menanam Kencur Terlengkap