√ 6 Cara Budidaya Sayur Kangkung Terlengkap

Diposting pada
√ 6 Cara Budidaya Sayur Kangkung Terlengkap
5 (100%) 12 votes

√ 6 Cara Budidaya Sayur Kangkung Terlengkap Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai Cara Budidaya Sayur Kangkung.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana cara menanam sayur kangkung agar yang baik dan benar? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

√ 6 Cara Budidaya Sayur Kangkung Terlengkap
√ 6 Cara Budidaya Sayur Kangkung Terlengkap

 

Mengenal Sayur Kangkung

 

Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.) merupakan salah satu tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran dan ditanam sebagai makanan. Kangkung banyak dijual di berbagai pasar-pasar.

Kangkung ini banyak terdapat di kawasan Asia dan juga merupakan salah satu tumbuhan yang dapat dijumpai hampir di mana-mana terutama di kawasan berair.

Sayuran kangkung ini yang konon berasal dari negara India ini, bisa ditanam di hampir seluruh wilayah di Indonesia, karena kangkung ini memang dapat hidup dengan sangat baik di mana saja, baik di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah.

Kelebihan lain dari kangkung adalah cara pembudidayaannya yang relatif mudah, bersiklus panen cepat yakni 4-6 minggu sejak dari benih dan tahan terhadap hama.

 

 

Jenis Sayur Kangkung

 

1. Kangkung Darat
Jenis kangkung darat ialah salah satu kangkung yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Kangkung darat (Ipomoea Reptans) atau yang sering disebut juga dengan Kangkung Cabut.

Kangkung darat (Ipomoea Reptans) ini memiliki warna hijau terang dengan ujung daun yang sangat runcing. Warna bunga kangkung darat yaitu warna putih.

 

2. Kangkung Air
Kangkung air juga banyak tumbuh secara liar di rawa-rawa dan kawasan berair. Kangkung air dengan kata ilmiahnya yakni Ipomoea Aquatica.

Kangkung air (Ipomoea Aquatica) juga memiliki daun berwarna hijau agak gelap dengan ujung yang membulat atau lebih tumpul sehingga terlihat lebih lebar. Warna dari bunga kangkung air cenderung ungu.

 

 

Manfaat Sayur Kangkung

 

  • Mencegah anemia.
  • Melancarkan air seni.
  • Sebagai anti parasit usus.
  • Mencegah diabetes melitus.
  • Mengatasi mimisan.
  • Mengatasi insomnia.
  • Baik untuk kesehatan mata.
  • Mencegah sariawan dan gusi berdarah.
  • Mencegah sembelit.
  • Sebagai antioksidan.
  • Menangkal virus penyebab flu.
  • Mencegah haid berlebihan.
  • Menghilangkan ketombe.

 

 

Syarat Pertumbuhan Sayur Kangkung

 

1. Iklim

 

  • Tanaman kangkung dapat tumbuh dengan sangat baik sepanjang tahun, baik tanaman kangkung darat maupun kangkung air.
  • Tanaman ini sangat membutuhkan curah hujan sekitar 500-5000 mm/tahun.
  • Tanaman kangkung juga membutuhkan lahan luad atau terbuka dan juga mendapatkan sniar matahari yang cukup.
  • Tanaman ini sangat baik pada suhu yang normal dan tidak terlalu panas dan dingin.

 

2. Media Tanah

 

  • Tanaman kangkug sangat baik menggunakan medai tanah yang subur, gembur dan banyak mengandung bahan organik.
  • Jika menanam tanaman kangkung sebaiknya tidak tergenagg dengan air.
  • Tanaman kangkung dapat di tanam dengan lahan datar.
  • Memiliki pH tanah normla yaitu 6-7
  • Ketinggian penanaman kangkung baik dataran rendah maupun tinggi 2000 m dpl.

 

 

Cara Menanam Sayur Kangkung

 

1. Pilih Bibit Kangkung Berkualitas

 

Bibit kangkung yang berupa kangkung muda berukuran sekitar 20 -30 cm yang memiliki batang serta daun yang besar dan bagus.

Bibit tersebut bisa diperoleh lewat dua cara, yakni dengan stek batang lalu ditancapkan ke tanah, atau dengan menanam biji kangkung yang kering dan berkualitas baik.

Benih kangkung yang telah dipersiapkan selanjutnya akan ditanam dengan jarak tanam sekitar 1,5 x 15 cm. Jika benih tersebut berasal dari biji, untuk lahan seluas 10 m2.

Diperlukan benih sekitar 300 gram, jika tiap lubang diisi dengan 2-3 butir biji. Pada cuaca kering, lakukan sebuah penyiraman terhadap sebuah benih secara teratur.

 

2. Pengolahan Media Tanam

 

  • Mengolah Lahan

Sebelum penanaman dilakukan sekitar kurang lebih 3 minggu, tanah harus terlebih dahulu diolah dengan cara mencampurkan 10 ton pupuk kompos atau pupuk kandang untuk setiap hektar lahan.

Beri air dengan ketinggian sekitar 5 cm dan biarkan air tersebut tergenang sambil diberi urea dengan dosis kurang lebih 1 kuintal per hektar.

 

  • Membuat Bedengan

Tahap selanjutnya dalam pembuatan media tanam adalah membuat bedengan dengan ukuran lebar sekitar 0,8-1,2 m, panjang 3-5 m, dalam ± 15-20 cm dan jarak antar bedeng yang dibuat selokan sepanjang 50 cm.

Namun, ukuran tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. Tujuan dibuatnya bedengan ini selain untuk bisa membantu kelancaran keluar-masuknya air, juga untuk dapat memudahkan pemeliharaan serta kegiatan yang lain.

 

  • Pemupukan

Terkait dengan sebuah pengolahan media tanam, pemupukan juga harus dapat diperhatikan. Seminggu sebelum tanam atau juga setelah bedengan itu selesai dibuat, media tanam juga harus diberi pupuk dasar berupa pupuk kandang.

Pemupukan kembali dilakukan saat usia tanaman seminggu dan dua minggu dengan menggunakan pupuk urea yang dicampur air lalu disiramkan pada pangkal tanaman.

Sebelum dilakukan pemupukan, pada lahan terlebih dahulu harus dikeringkan selama kurang lebih 4 – 5 hari. Pupuk yang dibutuhkan untuk setiap hektar lahan yakni sekitar 10 – 20 ton pupuk organik dan sekitar 100 – 250 kg pupuk urea.

 

3. Menanam Kangkung dengan Stek Batang

 

  • Sebaiknya waktu menanam di pagi hari saat cuaca tidak terlalu terik antara pukul 7-8 pagi.
  • Potong stek batang dengan tinggi 15-20 cm.
  • Sebelum di tanam rendam bibit menggunakan air yang sudah di tambahkan hormon auksin selama 45-60 menit.
  • Bagian yang direndam adalah bagian bawah batang tanaman.
  • Buang daun pada stek batang dan hanya sisakan sekitar 2-3 helai daun saja.
  • Setelah itu, kemudian buat lubang tanam pada media tanam menggunakan tanggan.
  • Kedalaman lubang tanam tidak lebih dari 5 cm.
  • Buat 10-15 lubang tanam dalam satu wadah.
  • Kemudian tanamkan sebuah stek batang kangkung pada setiap lubang tanam.
  • Setelah itu timbun kembali lubang tanam dengan menggunakan tanah di dalam wadah.
  • Siram media hingga benar benar basah, namun jangan sampai air tergenang dan letakkan wadah di tempat yang teduh.
  • Setelah 2 minggu tanaman ini akan menunjukkan sebuah pertumbuhan dengan tumbuhnya daun baru.
  • Jika tanaman tidak juga menunjukkan adanya pertumbuhan maka dengan segera harus ganti dengan bibit yang baru.

 

4. Perawatan Sayur Kangkung

 

  • Penjarangan

Penjarangan dilakukan apabila tanaman kangkung dalam satu rumpun terlalu lebat dan berdesakan. Tapi jika sebaliknya, pada tanaman banyak yang mati, maka harus segera diganti dengan sebuah bibit baru atau dilakukan penyulaman.

 

  • Penyiangan

Penyiangan juga dilakukan jika di lahan tanam banyak terdapat gulma atau rumput liar. Penyiangan ini biasanya dilakukan setiap 2 minggu sekali.

 

  • Pemupukan

Agar unsur hara yang dibutuhkan pada tanaman dapat terpenuhi, harus pula dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk urea yang dapat dilarutkan ke dalam air kemudian juga disiramkan pada tanaman kangkung. Pemupukan selama masa pemeliharaan ini sangat cukup dilakukan satu kali.

 

  • Penyiraman

Jika tidak sedang musim hujan, lakukan penyiraman sekitar 2x sehari agar tanaman kangkung ini tidak mengalami kekeringan.

Penyiraman dilakukan pada pagi (jam 07.00) dan sore (jam 17.00) hari, karena pada tanaman kangkung butuh banyak air dalam suatu pertumbuhannya. Namun jika sedang musim hujan rutin tanaman ini tidak perlu disiram dengan terlalu sering.

 

  • Penyemprotan Pestisida

Selama pertumbuhannya, tanaman kangkung darat seringkali terserang ulat berwarna putih yang berada di helai daun bagian bawah. Untuk dapat menanggulangi ulat putih tersebut, semprotkan pestisida pada sore hari dengan dosis kurang lebih 2 cc per liter air.

 

5. Pemberantasan Hama dan Penyakit Tanaman Kangkung

 

Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang biasanya dapat ditemukan pada tanaman kangkung ialah ulat grayak, belalang, kepik dan kumbang perusak daun serta kutu daun.

Untuk mengendalikannya bisa dilakukan dengan cara penyemprotan insektisida seperti regent, metindo, matador, curacron atau decis.

 

6. Panen dan Pasca Panen Sayur Kangkung

 

Tanaman kangkung dapat di di lakukan ketika panjang kangkung mencapai 20-25 cm. Dengan cara harus melakukan pemangkasan pada kangkung sekitar 2-5 cm.

Pemanen ini sebaiknya di lakukan pada sat sore hari untuk menjaga kualitas pada kangkung. Setelah panen lakukan penyiman di tempat yang sejuk agar kangkung tidak layu dan kuning.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 6 Cara Budidaya Sayur Kangkung Terlengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakannya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga  √ 6 Cara Menanam Tanaman Wortel Terlengkap

Baca Juga  √ 7 Cara Budidaya Kentang Yang Baik dan Benar Terlengkap

Baca Juga  √ 5 Cara Menanam Mentimun Timun Terlengkap

Baca Juga  √ 5 Cara Menanam Singkong Terlengkap