√ Cara Budidaya Kutu Air Praktis Secara Lengkap

√ Cara Budidaya Kutu Air Praktis Secara Lengkap –Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai cara menanam kacang kedelai yang efisien secara lengkap.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana Cara budidaya kutu air? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

√ Cara Budidaya Kutu Air Praktis Secara Lengkap
√ Cara Budidaya Kutu Air Praktis Secara Lengkap

 

Mengenal Kutu Air

Kutu Air dalam istilah ilmiahnya adalah “Cladocera” yangg berasal dari dua suku kata bahasa Bahasa Yunani Kuno yaitu kládos yg berarti branch atau tanduk, dan κέρας (kéras) yg berarti horn atau tanduk.

Kutu air hanya memiliki skala panjang kurang dari 1/2 mm, sebagian besar panjang kutu air pada nominal 0,2–6,0 mm (0,01–0,24 in), dengan pengecualian Leptodora, yg panjangnya mencapai 18 mm (0,71 in), dan makanan nya ialah berbagai fitoplankton dan juga sisa-sisa makanan hewan lainnya (detritus).

Pada umum nya Cladocera hidup di air tawar , dan hanya 8 spesies yang benar-benar hewan lautan. Spesies laut kesemuanya berada di keluarga Podonidae, dengan pengecualian genus Penilia.Beberapa cladocera menghuni daun yg berguguran (serasah daun).

Kutu air ialah sebutan umum bagi sejumlah krustasea kecil penghuni air. Kutu air bukanlah serangga dan tidak hidup sebagai parasit, begitu juga dengan kutu yang hidup di luar air. Secara pengelompokan, hewan yang disebut kutu air tergolong dalam genera Daphnia (paling umum), Cyclops, Bosmina, dan Diaptomus. Kutu air merupakan bagian dari zooplankton.

 

 

Jenis – Jenis Kutu Air

  • Moina  ialah jenis kutu air yang dapat dijumpai pada perairan yang banyak mengandung bahan organik seperti rawa-rawa yang penuh dengan lumut, kayu busuk dan yang lainnya. Dalam segi kenampakan, Moina adalah jenis kutu air yang berwara kemerahan.
  • Daphnia ialah jenis kutu air yang dapat dijumpai pada perairan tawar yang menggenang dengan suhu sekitar 21 derajat celcius. Dalam segi kenampakan, Daphnia berwarna bening atau transparan.

 

 

Cara Budidaya Kutu Air

1. Persiapan Tempat Budidaya

Siapkan wadah baru atau bekas, berupa ember, baskom atau bak.

Langkah selanjutnya adalah mengisi wadah tersebut dengan air hingga hanya tersisa ¾ dari bagian wadah

Untuk lokasinya, anda dapat memilih tempat terbuka ataupun yang ternaungi. Hindari terkena air hujan, karena dapat meningkatkan permukaan air pada wadah dan menyebabkan hanyutnya kutu air yang dibudidayakan

Setelah wadah selesai disiapkan, maka anda sudah bisa memasukkan benih kutu air ke dalamnya. Anda dapat membeli benih kutu air di toko-toko ikan.

 

2. Pencarian bibit Kutu Air

  • Anda bisa membelinya.
  • Anda bisa mencarinya sendiri ( seperti menggunakan air got dan kotoran ayam).
  • Anda bisa membuatnya sendiri dengan menggunakan sayuran yang sudah layu atau agak busuk, ampas kedelai, air susu ataupun air teh.

 

3. Media Budidaya Kutu Air

Disini kita akan menggunakan kol sebagai media bibit kutu air

  • Siapkan sayuran kol (layu)

Gunakan kol yang hampir membusuk dan bisa dengan mudah Anda dapatkan di pasar. Dengan kol yang sudah membusuk, akan lebih mudah mendatangkan kutu air dibanding menggunakan kol yang masih segar.

  •  Siapkan wadah

Wadah yang akan digunakan untuk melakukan budidaya kutu air disesuaikan dengan skala atau banyaknya budidaya yang akan dilakukan. Apakah sekadar untuk menyediakan makanan ikan kita sendiri atau juga direncanakan untuk dijual. Sebagai wadah budidaya, bisa digunakan drum, baskom atau membuat kolam dari terpal. Syarat yang lebih wajib dipenuhi adalah wadah yang memiliki lebar dan panjang. Bukan wadah yang memiliki tinggi.

  • Mengisi air

Masukkan air yang sudah diendapkan terlebih dahulu ke wadah. Pengisian air tidak bisa dilakukan sembarangan. Lakukan pengisian air secukupnya, jangan terlalu tinggi atau penuh karena akan tidak bagus untuk kutu air.

  • Masukkan Kol

Sebagai langkah awal, kol yang sudah didapatkan dicuci terlebih dahulu sampai bersih dari kotoran yang menempel. Masukkan kol yang sudah dicuci ke dalam wadah.

 

4. Proses Budidaya Kutu Air

  • Diamkan kol yang sudah dimasukkan dalam wadah tersebut selama ± 1 minggu . Dalam masa itu, kol akan membusuk dan air akan berubah menjadi hijau kehitaman yang disebabkan kotoran kol .
  • Pastikan, intensitas sinar matahari yang didapatkan.
  • Wadah budi daya kutu air harus terhindar dari sinar matahari langsung karena akan mengacaukan proses perkembangan dan pertumbuhan bibit kutu air.
  • Tutup wadah budi daya karena resiko yang mungkin terjadi jika wadah dibiarkan terbuka akan menjadi sarang nyamuk dan berisi larva nyamuk.

 

5. Pemeliharaan Kutu Air (Penambahan Susu)

  • Penambahan susu pada media bertujuan untuk mempercepat pembesaran kutu air sehingga panen akan menjadi lebih cepat.
  • Susu yang digunakan berupa susu bubuk dari beragam merek.
  • Larutkan susu pada air dengan dosis 10 sendok makan susu per 1 liter air, kemudian aduk merata.
  • Selanjutnya masukkan susu yang sudah terlarut ke dalam media budidaya kutu air tadi.
  • Tak perlu mengaduknya, anda cukup membiarkannya saja, lama kelamaan susu akan larut merata dengan sendirinya.
  • Jangan sampai berlebihan dalam memberikan susu, karena jika hal itu terjadi malah akan membuat kutu air mati.

 

6. Pemanenan Kutu Air

Pemanen kutu air dapat dilakukan setiap hari dengan menggunakan saringan halus. Sebaiknya pengembangbiakan kutu air dilakukan secara berkelanjutan agar Burayak selalu kenyang dan cepat besar.

 

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Cara Budidaya Kutu Air Praktis Secara Lengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakan nya. Terima Kasih

 

Baca Juga Artikel

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

/* */