√ 8 Cara Budidaya Ayam Petelur Terlengkap

√ 8 Cara Budidaya Ayam Petelur Terlengkap Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai Cara Budidaya Ayam Petelur.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana cara budidaya ayam petelur yang baik dan benar? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

√ 8 Cara Budidaya Ayam Petelur Terlengkap
√ 8 Cara Budidaya Ayam Petelur Terlengkap

 

Jenis Ayam Petelur

 

  • Tipe Ayam Petelur Ringan : Ayam petelur putih, yang mampu menghasilkan produksi telur 260 butir/tahun. Sensitif terhadap cuaca panas dan juga keributan yang akan menurunkan produktivitas telur.
  • Tipe Telur Ayam Medium : Tipe ayam berwarna coklat dan termasuk dalam famili ayam tipe multiguna yaitu dapat menghasilka daging berkualitas dan telur yang banyak. Harga pada telur ayam ini sanat mahal dibandingkan dengan telur putih, dikarenakan memiliki ukuran yang jauh lebih besar. Namun, pada produksi ayam petelur ini juga sangat sedikit dibandingkan dengan tipe petelur putih.

 

 

Persyaratan Lokasi Kandang Ayam Petelur

 

  • Jauh dari pemukiman warga sekitar
  • Mudah di jangkau dengan kendaraan
  • Lokasi menetap atau non-nomaden ( tidak berpindah – pindah )

 

 

Bentuk – Bentuk Kandang Ayam Petelur

 

  • Kandang Koloni : Salah satu kandang yang memiliki jumlah yang sangat besar dalam satu kandang yang terdiri dari ribuan ekor ayam petelur
  • Kandang Individual ( Batere ) : Kandang yang memiliki jumlah hanya satu ekor saja, biasanya kandang ini berbentuk persegi. Kandang ini juga banyak yang digunakan oleh para peternakan ayam petelur secara komersial.

 

 

Lantai Perkandangan Ayam Petelur

 

  • Lantai perkandangan biasanya menggunakan litter ( alas lantai ) yang memiliki ketebalas 10 cm, bahan yang digunakan merupakan campuran kulit padi atau sekam dengan sedikit kapur dan juga limbah dari kayu ( serbuk kayu). Dengan menggunakan sistem perkendangan ini akan memberikan keuntungan yang dapat memnahan uap air didalam tanah, mudah dibersihkan dan juga terhindar dari serangan hama.
  • Lantai perkandangan dengan menggunakai celah ( renggang ) merupakan kandang yang terbuat dari bambu, kayu, ataupun kaeat kasa. Kandang ini juga dapat memberikan keuntungan kotoran ayam yang tidak akan dibersihkan kembali, karena kotoran ayam ini akan berjatuhan kebawah tanah.

 

 

Cara Budidaya Ayam Petelur

 

1. Persiapan Kandang Ternak Ayam Petelur

Kandang yang digunakan untuk beternak ayam petelur dapat disiapkan terlebih dahulu. Kandang ini dibuat jauh dari pemukiman dan mudah dijangkau kendaraan.

 

2. Persiapan Bibit atau DOC (Day Old Chicken)

Pilihlah anakan ayam petelur dari indukan yang berkualitas dan sehat, memiliki bulu yang halus, memiliki pertumbuhan yang cepat, memiliki nafsu makan yang tinggi, dan memiliki ukuran badan yang normal dengan berat badan sekitar 35-40 gram.

 

3. Pakan

Ada beberapa jenis pakan ayam yang bisa anda berikan untuk ayam-ayam anda. Beberapa pilihan pakan yang biasanya diberikan kepada ayam petelur adalah sentrat, tepung ikan, ataupun jagung.

Masing-masing dari jenis makanan ini memiliki kelebihan dan fungsinya sendiri-sendiri bagi ayam. Itulah kenapa variasi makanan perlu dilakukan agar ayam yang anda budidaya mendapatkan nutrisi yang cukup dan seimbang.

Selain jenis pakan, pemberian pakan pada ayam yang masih bibit biasanya dibagi menjadi dua fase. Yaitu fase Starter dan fase Finishing.

Fase starter biasanya pemberian pakan pada usia 0-4 minggu sedangkan fase finishing 4-6 minggu dengan itensitas tiga kali dalam satu hari dan jumlah yang terus ditambah setiap minggunya.

 

4. Minum

Pada hari-hari pertama, pemberian minum pada bibit ayam biasanya diberikan campuran gula dan obat anti stress. Biasanya obat anti stress ini dapat diberikan pada ayam yang baru didatangkan dari tempat lain agar pembawaan ayam tersebut menjadi lebih tenang dan mudah beradaptasi di lingkungan yang baru.

Ayam petelur yang stress akan mengalami penurunan produktivitas dalam bertelur. Bahkan sekalinya bertelur, kualitas telur tersebut akan berada dibawah nilai standart.

 

5. Pencegahan Penyakit

Pencegahan penyakit harus diwaspadai dengan cara menjaga kandang tetap bersih, melakukan vaksinisasi dengan teratur, dan melakukan penyuntikan antibiotik untuk memperkuat kekebalan tubuh pada ayam.

Serta melakukan pemisahan terhadap ayam yang terserang bertujuan untuk menghindari kontaminasi penyakit yang menular pada ayam petelur.

 

6. Proses Pemanenan Ayam Petelur

Hasil yang utama di hasilkan dari Usaha Budidaya ayam petelur adalah berupa telur yang di hasilkan oleh ayam dan sebaiknya proses pemanenan di lakukan pada 3x dalam sehari

Karena hal ini bertujuan agar kerusakan isi telur yang di sebabkan oleh virus dapat terhindar dan pengambilan telur yang pertama di lakukan pada pagi hari pada pukul,10-11 dan pengambilan yang ke 2 pada pukul 13-14 dan pengambilan telur yang terakhir pada pukul 15-16 sambil mengecek kandang ayamnya.

 

7. Pengumpulan Telur

Dalam pengambilan dan pengumpulan telur yang sudah di ambil di letakan di atas nampan,dan para pengambil telur harus langsung memisahkan antara telur yang normal dan yang tidak normal.

Telur yang normal adalah telur yang berbentuk oval dan cangkang yang bersih juga mempunyai berat 57,6gram.

Dan telur yang tidak normal ciri-cirinya bentuknya yang kecil atau terlalu besar cangkangnya yang retak,dan kriting dan mempunyai bentuk yang lonjong.

 

8. Pembersihan

Setelah telur selesai di kumpulkan dan di sortir,selanjutnya telur yang kotor karena terkena liter atau tinja ayam di bersihkan. Telur yang terkena liter di bersihkan dengan amplas besi yang halus atau di rendam dengan cairan pembersih dan biasanya pembersihan ini di lakukan untuk proses penetasan telur.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 8 Cara Budidaya Ayam Petelur Terlengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakannya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

/* */