√ 10 Langkah Budidaya Lobster Air Tawar Terlengkap

√ 10 Langkah Budidaya Lobster Air Tawar Terlengkap –Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai cara budidaya lobster air tawar terlengkap.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana Cara budidaya lobster? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

 

Mengenal Lobster Air Tawar

 

Crustacea yang hampir sama dengan lobster dan hidup di air tawar yang tidak bisa membeku sampai ke dasar. Bisa bertahan hidup di berbagai tempat di mana ada air tawar yang mengalir dan memiliki tempat untuk berlindung.

Kebanyakan lobster air tawar tidak dapat hidup di air yang tercemar, dan beberapa spesies merupakan spesies invasif seperti Procambarus clarkii.

Lobster air tawar berada dalam superfamili Astacoidea dan Parastacoidea. Hewan ini bernapas dengan insang yang menyerupai bulu unggas dan memakan zooplankton, tumbuhan air, maupun bangkai hewan air

 

Ciri – Ciri Lobster Air Tawar

Lobster jantan

  • Mempunyai warna capit merah lebih luas dan menyala.
  • Lobster jantan mempunyai tubuh lebih keci dari betina
  • Memiliki selang kecil yang terletak pada kaki yang kelima.

Lobster Betina

  • Mempunyai warna capit hitam dengan merah yang lebih sedikit.
  • Lobster betina mempunyai ukuran badan lebih besar dari kepalanya
  • Memiliki lubang kecil yang terletak pada tangkai kaki yang kedua/ketiga.

 

Cara Budidaya Lobster Air Tawar

1. Pemilihan Bibit Lobster

  • Pilihlah indukan yang lincah
  • Mempunyai warna yang cerah, dan
  • Berumur minimal 6 bulan.
  • Lebih tua usianya, semakin besar fisiknya maka semakin bagus pula untuk dijadikan sebagai indukan.
  • Indukan lobster dapat bertahan hidup  sampai 3-4 tahun dengan besar sekitar 20-25 cm.

 

2. Persiapan wadah budidaya (kolam )

Pastikan kolam yang disiapkan sudah steril atau tidak terkontaminasi zat kimia beracun. Zat kimia beracun yang mencemarkan dapat membuat pertumbuhan lobster terganggu bahkan dapat mengakibatkan kematian. Lingkungan yang semakin bagus juga mampu menekan resiko kematian bibit lobster.

Lingkungan yang ideal untuk tumbuh kembang lobster yaitu

  • pH air 7-8, oksigen 4 ppm.
  • suhu air sekitar 25-29 derajat celcius.
  • Pastikan juga tidak ada kebocoran.

3. Pembesaran pada kolam

Langkah awal yang harus dilakukan untuk memulai pembesaran di kolam tanah ialah mengisi kolam dengan air selama 1 minggu sebelum bibit dilepaskan kedalam kolam.

Untuk membesarkan lobster dengan skala besar disarankan untuk memilih bibit berukuran 1 inchi – 2 inchi. Bibit dengan ukuran tersebut mampu menghasilkan lobster yang berukuran sekitar 10-12 ekor per kilogramnya.

Jangan lupa untuk memasang aerator atau kincir angin untuk membuat gelembung udara (oksigen). Bertujuan supaya sirkulasi oksigen bisa lancar dan lobster bisa tumbuh dengan baik.

4. Proses Mengawinkan Lobster

  • Gabungkan antara indukan yang jantan dan betina menjadi satu.
  • Pada proses mengawinkan lobster taruh pada wadah atau akuarium berukuran 1 x 0,5 x 25 cm.
  • Ukuran aquarium dapat menampung 5 lobster betina dan 3 lobster jantan.
  • Dalam perkawinan lobster, lobster betinalah yang memilih pasangan, sehingga kita perlu memasukan lobster jantan lebih dari satu. Agar lobster betina dapat memilih dan bertelur.
  • Letakan minimal 8 buah pipa paralon yang memiliki diameter 2 inci dan panjang 20cm. tunggulah hingga dua minggu. Umumnya, setelah dua minggu, indukan betina sudah dapat bertelur.

Ketika lobster sedang dalam proses perkawinan, mereka akan membentuk formasi huruf Y. Dimana lobster jantan akan mengeluarkan sperma dan meletakkan di dekat pangkal kedua kaki lobster betina. Nantinya, sperma itu akan berwarna putih dan menggumpal agar keras lalu akan larut ke dalam air.

Kemudian, setelah proses pembuahan, lobster betina akan menjauh dari lobster jantan perlahan-lahan. Lobster betina mengeluarkan telur – telurnya dari lubang pangkal kaki ke-3 dengan melewati sperma lalu turun ke ekor ebdomennya. Nantinya, telur akan dikumpulkan di dalam abdodemennya sambil menutup rapat ekornya selama 1 minggu.

5. Pemindahan indukan Lobster Air Tawar

Setelah telur menempel pada bagian tubuh bawah lobster betina , diamkan selama 1 minggu , biarkan induk betina mengerami telurnya terlebih dahulu. dan jangan lupa pasa saat betina sedang mengerami telurnya ,pisahkan dengan indukan jantan .
kemudian setelah 1 minggu lobster betina dipindahkan ke kolam penetasan dengan ukuran 1×2 meter

Ciri – Ciri Pematangan telur

  • Pada minggu ke-2 bentuk telur masih bulat , induk betina masih berada di kolam perkawinan .
  • Minggu ke-3 mulai terlihat bintik hitam pada telur yang merupakan embrio.
  • Minggu ke-4 , capit, sungut dan kaki anakan lobster mulai tumbuh
  • Minggu ke-5 hampier seluruh kuning telur sudah habis , induk siap di pisahkan dengan benih lobster.

6. Pemberian Pakan benih Lobster

Pakan yang tepat untuk benih lobster ialah cacing sutra , sebab cacing sutra bisa memacu pertumbuhan benih lebih pesat.

porsi makan benih lobster ialah 3% dari ukuran tubuh benih .

  • pemberian pakan dilakukan pada pagi hari sekitar 25% dari kebutuhan porsi .
  • Kemudian 75% pada sore hari ,sebab benih lebih aktif pada malam hari

7. Panen Benih Lobster

Panen benih sudah bisa dilakukan ketika :

  • Benih sudah mulai berukuran 1 sampai 2 cm.
  • Gunakan plastik scoopnet yang berukuran 20 x 10 cm.
  • Waktu yang tepat untuk pemanenan ini sangat baik dilakukan di jam 9 pagi dan berada di lingkungan yang terbuka.
  • Kualitas dan parameter airnya harus sama dengan air yang ada di aquarium sebelumnya. Hal ini perlu dilakukan agar benih tidak mengalami stress.

Di sarankan sebaiknya menggunakan air yang baru, jangan menggunakan air dari akuarium sebelumnya. Karena benih lobster ini sangatlah sensitif terhadap lingkungannya.

8. Pembesaran Benih Lobster

Berbeda dengan cara budidaya di atas,proses pembesaran ini tergolong proses budidaya untuk membesarkan lobster . Selain dari itu , bisa juga digunakan sebagai pembudidayaan lobster hias yang dewasa.

Pertumbuhan pada lobster air tawar ini dibedakan menjadi 2 macam yakni pertumbuhan mutlak dan pertumbuhan nisbi. Untuk pertumbuhan mutlak ini ukuran ideal lobster mencapai dalam satuan waktu tertentu. Sedangkan untuk pertumbuhan nisbi ini didefinisikan dengan ukuran panjang atau berat yang dicapai dalam periode tertentu dari periode awal.

9. Pemberian Pakan Lobster

  • Pemberian pakan dilakukan teratur sehari dua kali pada pagi hari dan menjelang sore hari.
  • Untuk jenis pakannya gunakanlah kombinasi antara pellet dan nutrisi.
  • Hal ini bertujuan supaya budidaya lobster bisa lebih hemat namun kualitasnya tetap terjaga.
  • Nutrisi yang dapat dipakai sebagai pakan lobster antara lain ketela pohon parut, jagung basah parut, dan beberapa sayuran lainnya.
  • Apabila budidaya menggunakan kolam tanah untuk budidaya lobster, nutrisi bisa didapat dari tumbuh-tumbuhan atau plankton yang ada dalam kolam.

10. Pemanenan Lobster

Lobster bisa di panen ketika usianya berkisar antara 6-8 bulan atau ketika beratnya mencapai 10-12 ekor perkilogramnya. Ukuran ini tergolong ukuran standar, tetapi semakin besar lobster maka semakin mahal pula harganya.

 

 

Cara Perawatan Lobster Air Tawar

  • Pemberian makan lobster yang teratur dan berskala yaitu 2 kali dalam sehari, setiap pagi dan menjelang sore.
  • Melakukan pembersihan pada saringan/filter dari kotoran atau sisa makanan lobster yang telah mengendap.
  • Menjaga aerator/gelembung udara bekerja dengan baik.
  • Mengganti air kolam dengan tidak menguras seluruh isi kolam (sisakan kira-kira ¼ bagian).

Hal ini bertujuan supaya lobster tidak kaget dengan perubahan suasana didalam kolam. Jika sampai hal ini terjadi, lobster akan lebih cepat berganti kulit dan bisa menjadi sasaran dari lobster yang lebih perkasa darinya.

 

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 10 Langkah Budidaya Lobster Air Tawar Terlengkap . Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakan nya. Terima Kasih

 

Baca Juga Artikel

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

/* */