√ Cara Budidaya Jangkrik yang Benar Secara Lengkap

Diposting pada

√ Cara Budidaya Jangkrik yang Benar Secara Lengkap –Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai cara Budidaya Jangkrik terlengkap.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana Cara Budidaya Jangkrik? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

√ Cara Budidaya Jangkrik yang Terpercaya Secara Lengkap
√ Cara Budidaya Jangkrik yang Benar Secara Lengkap

 

 

Mengenal Jangkrik

Jangkrik ialah salah satu serangga yang sering dijadikan makanan burung, ikan dan reptil. Permintaan jangkrik memuncak seiring dengan naiknya minat untuk memelihara burung, ikan dan reptil.

 

Syarat lokasi budidaya jangkrik

  • Lokasi pemeliharaan baiknya harus tenang, sunyi dan teduh serta mendapat asupan udara yang baik untuk penyesuaian suhu ruangan.
  • Pilihlah lokasi yang jauh dari keramaian atau kebisingan seperti pasar, jalan raya, dan lain-lain.
  • Lokasi baiknya jauh dari aktifitas manusia seperti lalu lalang orang lewat dan  tidak berhubungan dengan kegiatan budidaya.
  • Ruangan baiknya tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung.
  • Jauhkan dari pepohonan agar dapat menyerap panas matahari secara bebas.
  • Jauhkan dari kandang ayam atau hewan lain yang mengganggu ketenangan jangkrik.
  • Hindari lokasi yang banyak predator seperti semut, cicak, tokek, dan tikus namun hal ini masih dapat ditoleransi.

 

Cara Budidaya Jangkrik

1. Persiapan kandang Budidaya Jangkrik

Langkah pertama untuk memulai ternak jangkrik ialah menyiapkan kandang dan tempat budidaya jangkrik :

  • Kotak dibuat dengan papan atau tripleks dan tulang dari kayu reng.
  • Ukuran kandang panjang 100 cm, lebar 60 cm dan tinggi 30-40 cm.
  • Gunakan lem pada setiap sambungan dan sudut peti.
  • Bertujuan supaya jangkrik yang baru menetas tidak keluar lewat celah sambungan.
  • Ukuran jangkrik baru menetas sangat kecil.
  • Permukaan bagian atas harus bisa dibuka tutup dengan menggunakan engsel.
    Pada sisi muka dan belakang diberi lubang ventilasi.
  • Ukuran lubang fentilasi 50 x 7 cm, posisi lubang sekitar 10 cm dari atas (lihat gambar).
  • Fentilasi ditutup dengan kasa kawat ukuran halus agar jangkrik kecil tidak bisa kabur.
  • Pada sisi pinggir diberi celah atau cantelan untuk pegangan.

 

2. Persiapan Bibit Jangkrik

Seperti sudah diuraikan sebelumnya, bibit untuk ternak jangkrik yang biasa diternakan dari jenis G. miratus dan G. testaclus. Bibit bisa dibeli dari toko pakan yang menyediakan pakan hidup. Sebenarnya jenis jangkrik lain bisa juga diternakan, ada beberapa spesies yang memang sulit atau lambat perkembang biakkannya.

Bibit atau indukan ternak jangkrik sebaiknya didapat dari tangkapan alam. Atau jika tidak mudah, setidak nya bibit jangkrik jantan didapat dari alam. Sebab terkadang indukan jantan hasil tangkapan alam lebih agresif.

Kriteria fisik ideal calon indukan jangkrik

  • Sungut atau antena masih panjang, seluruh anggota badan masih lengkap, bisa melompat jauh dan gesit, badan berwarna mengkilap.
  • Jangan mengambil jangkrik yang jika dipegang badan nya mengeluarkan cairan baik dari mulut maupun duburnya.
  • Induk jantan mengeluarkan derikan yang keras.
  • Permukaan sayap atau punggungnya bergelombang dan kasar.
  • Induk betina ada organ pada bagian ekornya, ekornya ada 3 bagian tengah merupakan organ.
  • Ukurannya besar.

 

3. Cara Mengawinkan Jangkrik

Tempat perkawinan jangkris sebaiknya dibuat terpisah dari tempat pembesaran atau pertumbuhan anakan tersebut.

Kondisi kandang yang digunakan untuk mengawinkan jangkrik sebaiknya dibuat mirip sesuai habitat jangkrik sebagaimana di alam liar. Dinding kandang dapat diolesi dengan semen putih, tanah liat dan diberi daun-daunan yang kering misalnya daun pisang, daun jati maupun serutan kayu.

Selain itu, jangkrik yang hendak dikawinkan mesti memiliki kesamaan spesies. Jika induk jantan maupun betina berasal dari spesies yang berbeda, maka perkawinan gagal. Cara mengawinkannya yaitu dengan memasukkan induk jantan maupun betina dengan perbandingan 2:10.

 

4. Menetaskan Telur Jangkrik

Telur jangkrik akan menetas sesudah 7-10 hari, terhitung dari masa perkawinan. Maksimal 5 hari sesudah induk betina bertelur (sebelum menetas), pisahkan telur tersebut. Hal ini guna menjauhi si induk memakan telurnya sendiri.

Kemudian pindahkan ke dalam kandang penetasan telur yang juga sekaligus pembesaran anakan. Warna telur yang telah dibuahi akan berubah dari bening menjadi keruh. Setelah 4-6 hari biasanya telur menetas.

Pada proses penetasan, kelembapan kandang harus senintiasa dijaga dengan penyemprotan air, atau menutup kandang dengan karung goni basah.

 

5. Pemberian Pakan Jangkrik

Anda bisa menggunakan voor atau makanan ayam untuk jangkrik yang berusia 1 sampai 10 hari. Anda bisa menggunakan voor yang terbuat dari kacang kedelai, beras merah dan jagung kering yang sudah dihaluskan.

Anda bisa menggunakan pakan jangkrik ini dengan menggunakan ubi, sayuran, singkong, atau dedaunan yang diberikan secara rutin dan selang-seling setiap harinya.

Setelah jangkrik melewati fase tersebut, Anda mulai bisa menggunakan pakan jangkrik berupa sayuran, jagung muda, dan gambas. Tapi, untuk jangkrik yang siap dikawinkan, hendaknya diberi makanan berupa sawi, wortel, jagung muda, kacang tanah, daun singkong atau ketimun. Intinya gunakan makanan yang mengandung banyak air.

 

6. Pemeliharaan kandang Jangkrik

Penting untuk menjaga kandang tetap higienis dan bersih, serta terhindar dari gangguan hama. Hal lain yang perlu dijaga adalah kondisi kandang supaya tetap lembab dan gelap. Selain itu tetap jaga supaya makanan cukup tersedia, karena bila kurang jangkrik akan kanibal, saling memangsa sesama mereka.

Buang pakan yang tersisa setiap hari, jangan sampai membusuk di dalam kandang. Kandang yang baru dibuat sebaiknya dicuci dahulu, jangan sampai masih berbau vinil bila terbuat dari tripleks. Dengan cara melumuri permukaan kandang dengan lumpur sawah untuk dan dijemur hingga kering.

Periksalah air yang ada pada mangkuk pada kaki kandang. Tambah atau ganti bila cairan sudah sedikit. Cairan yang digunakan bisa air, minyak tanah, atau jenis cairan lain yang bisa mencegah hama masuk ke dalam kandang.

 

7. Pemanenan Jangkrik

Setelah melakukan perawatan pada jangkrik selama sebulan atau lebih, maka kita sudah bisa memanen jangkrik. Ada dua hasil yang bisa kita peroleh, telur dan jangkrik dewasa. Telur jangkrik umumnya dijual lebih mahal dari jangkrik itu sendiri. Telur umumnya dijual kepada para peternak jangkrik pembesaran.

 

8. Pencegahan Hama dan Penyakit Jangkrik

Pada umumnya penyakit yang timbul ini karena adanya jamur pada daun yang dibuat sebagai penutup kandang bagian pinggirnya. Namun, hama-hama jangkrik ini pada umumnya berupa semut atau serangga lain.

Jika Anda melihat jangkrik yang mulai terkena serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur yang tumbuh dari daun, maka sebaiknya Anda membuang daun penutup kandang tersebut, dang anti daun yang baru.

Jadi, Anda perlu mengganti daun penutup kandang secara rutin dan teratur.
Anda juga bisa menggunakan vaksin atau obat untuk jangkrik untuk meminimalkan jangkrik terkena penyakit atau hama.

 

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Cara Budidaya Jangkrik yang Benar Secara Lengkap . Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakan nya. Terima Kasih

 

Baca Juga Artikel

Baca Juga  √ 8 Langkah Efektif Budidaya Jalak Suren Terlengkap

Baca Juga  √ 11 Cara Budidaya Sapi Potong Terlengkap

Baca Juga  √ Cara Budidaya Ikan Sidat Bagi Pemula Terlengkap

Baca Juga  √ Cara Budidaya Merpati yang Efektif dan Lengkap

Baca Juga  √ Cara Ternak Sapi Bali yang Efektif Secara Lengkap