√ 8 Cara Budidaya Ikan Lele [ TERMUDAH & TERLENGKAP ]

√ 8 Cara Budidaya Ikan Lele [ TERMUDAH & TERLENGKAP ] – Budidaya atau ternak ikan lele adalah salah satu peluang bisnis yang sanagat menguntungkan bagi pembudidaya yang dapat Anda manfaatkan.lele adalah salah satu ikan tawar yang paling diminati dan semakin tahun komoditas pengonsumsi ikan lele semakin meningkat di karenakan lele sebagai ikan yang kaya akan protein untuk air tawar khususnya oleh masyarakat Indonesia.dengan harga yang terjangkau tidak terlalu mahal dan manfaat yang banyak dan sudah tidak heran apabila masyarakat khususnya indonesia sayangat gemar dalam mengkonsumsi ikan lele.

Sehingga para budidaya pun meraup omset yang sanagat fantastis dalam berbisnis ikan lele dan jika anda tertarik dalam Menjalankan bisnis ikan lele pun tidak sulit, karena ikan lele termasuk ikan yang mudah didapatkan dan cara perawatannya pun lebih mudah dibanding jenis ikan lainnya. Bagi Anda yang ingin memulai bisnis budidya atau ternak lele, ikutilah beberapa √Cara Budidaya Ikan Lele Terlengkap Selama 40 Hari Meraup Keuntungan Puluhan Juta di bawah ini agar bisnis Anda berjalan dengan baik dan lebih mudah berkembang tidak mengalami hambatan selamat menyimak.

 

√ 8 Cara Budidaya Ikan Lele [ TERMUDAH & TERLENGKAP ]

 

√ 8 Cara Budidaya Ikan Lele [ TERMUDAH & TERLENGKAP ]

 

1. Persiapkan Kolam Lele

Hal pertama yang harus di persiapkan dalam melakukan budidaya ikan lele adalah menyediakan kolam, bisa dalam bentuk tanah, terpal, maupun semen. Pastikan kolam yang Anda buat memiliki ukuran yang besar sehingga mengurangi risiko ikan lele mati karena kekurangan oksigen. Setelah proses pengisian kolam, Anda juga harus menunggu beberapa hari sebelum menebar bibit lele ke dalam kolam agar ikan lele terbiasa dengan kolam barunya agar tidak berantem satu sama lain. dan Anda harus menunggu proses pembentukan lumut dan fitoplankton yang dapat menetralkan air kolam agar tidak mudah kotor.

 

persiapan kolam lele

a. Pengeringan dan pengolahan tanah

Sebelum benih ikan lele ditebarkan, kolam harus dalam keadaan dikeringkan telebih dahulu. Lama proses tahap pegeringan berkisar 4-7 hari atau bergantung pada teriknya sinar matahari. Sebagai patokan anda dalam menentukan kolam, apabila permukaan tanah sudah terlihat retak-retak,maka kolam bisa dianggap sudah cukup kering.

Pengeringan kolam bertujuan agar dapat memutus keberadaan mikroorganisme jahat yang menyebabkan bibit penyakit jika tidak di lakukan akan merdapak pada lele yang akan di sebar.seperti Mikroorganisme tersebut dapat bekembang dari periode budidaya ikan lele sebelumnya. Dengan pengeringan dan penjemuran yang cukup, maka sebagian besar mikroorganisme patogen akan mati.

Setelah proses tahap dikeringkan,maka permukaan tanah dibajak atau dibalik dengan cangkul. Pembajakan tanah diperlukan untuk memperbaiki kegemburan tanah dan membuang gas beracun yang tertimbun di dalam tanah sebelumnya.

Proses pembajakan, angkat lapisan lumpur hitam yang terdapat di dasar kolam. Lumpur tersebut biasanya berbau busuk karena menyimpan gas-gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida. Gas-gas itu terbentuk dari tumpukan sisa pakan yang tidak dimakan oleh ikan.

 

b. Pengapuran dan pemupukan

Pengapuran ini berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman kolam dan membantu memberantas mikroorganisme patogen yang terdapat pada iar kolam. Jenis kapur yang digunakan adalah dolomit atau kapur tohor yang cocok untuk budidaya ikan.

Pengapuran dilakukan dengan cara ditebar secara merata di permukaan dasar kolam sampai menyeluruh. Setelah ditebari kapur dengan cukup, balik tanah agar kapur meresap ke bagian dalam agar tercampur sebua pengapuran. Dosis yang diperlukan untuk pengapuran adalah 250-750 gram per meter persegi, atau tergantung pada derajat keasaman tanah. Semakin asam tanah semakin banyak kapur yang dibutuhkan Tergantung dari tanah yang akan di gunakan.

Langkah selanjutnya adalah pemupukan. Gunakan paduan pupuk organik ditambah urea dan TSP. Jenis pupuk organik yang dianjurkan adalah pupuk kandang atau pupuk kompos. Dosisnya sebanyak 300-500 gram per meter persegi. Sedangkan pupuk kimianya adalah urea dan TSP masing-masing 15 gram dan 10 gram per meter persegi. Pemupukan dasar kolam bertujuan untuk menyediakan nutrisi bagi biota air seperti fitoplankton dan cacing. Biota tersebut berguna untuk makanan alami ikan lele.

 

c. Pengaturan air kolam

Ketinggian air yang ideal untuk budidaya ikan lele adalah 100-130 cm. Pengisian kolam dilakukan secara bertahap dan tidak boleh langsung penuh. Setelah kolam dipupuk, isi dengan air sampai batas 30-40 cm. Biarkan kolam tersinari matahari selama satu minggu dan benih lele jangan di tebar terlebih dahulu.

Sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar kolam dan memungkinkan biota dasar kolam seperti fitoplankton tumbuh dengan baik dengan kedalaman kolam dengan ukuran 30-40 cm. Jika Air kolam yang sudah ditumbuhi fitoplankton akan berwarna kehijauan.
Setelah satu minggu, benih ikan lele siap ditebar dan air kolam ditambah secara berkala sesuai dengan pertumbuhan ikan lele sampai pada ketinggianyang cukup.

 

2. Pilihlah Bibit Unggul

Dalam pemilihan bibit lele Anda tidak boleh asal dalam memilih. Anda harus memilih bibit lele unggul yang lebih berkualitas agar tidak mudah terserang penyakit, sehat, dan lebih besar sesuai dengan harapan.

 

bibit ikan lele

 

a. Syarat benih unggul

Benih yang ditebar harus benih yang benar-benar sehat dan berkualitas.dan Ciri-ciri benih yang sehat gerakannya dan terlihat lincah, tidak terdapat adanya cacat atau luka dipermukaan tubuhnya, dan bebas dari bibit penyakit dan gerakan renangnya normal. Untuk menguji gerakannya, tempatkan ikan pada arus air yang sedikit kencang. Jika ikan tersebut menantang arah arus air dan bisa bertahan berarti gerakan renangnya baik dan konsisi ikan pun sehat.

Ukuran benih untuk budidaya ikan lele biasanya memiliki panjang sekitar 5-8 cm. Usahakan ukurannya rata agar ikan bisa tumbuh dan berkembang secara bersamaan. Dari benih sebesar itu, dalam jangka waktu pemeliharaan 2,5-3,5 bulan akan didapatkan lele ukuran konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogram cukup besar.

 

b. Cara menebar benih

Sebelum benih ditebar, lakukan penyesuaian iklim terlebih dahulu. Caranya, masukan benih bersama wadahnya (ember/bak) ke dalam kolam. Biarkan selama 30 menit agar terjadi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam sebagai lingkungan barunya. Miringkan wadah dan biarkan benih keluar dengan sendirinya. Metode ini bermanfaat mencegah stres pada benih yang awal akan di tebar.

Tebarkan benih ikan lele ke dalam kolam dengan kepadatan 200-400 ekor per meter persegi secara bertahap. Semakin baik kualitas air kolam,maka akan semakin tinggi jumlah benih yang bisa ditampung dan Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat benih ditebar. Hal ini menjaga agar benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan atau bernapas. Pengisian kolam ini berikutnya dapat disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai mencapai ketinggian air yang semestinya.

 

3. Pisahkan Lele Ukuran Besar & Kecil

Ikan lele merupakan jenis ikan kanibal atau suka memakan sesama jenis bila kekurangan pakan atau beda ukurannya. Jadi dapat menghindari risiko kematian pada lele, Anda harus dapat memisahkan lele yang berukuran besar dengan lele yang berukuran kecil. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir, ikan lele memakan satu sama lain.

 

4. Menentukan kapasitas kolam

Berikut ini cara menghitung kapasitas kolam untuk budidaya ikan lele secara intensif mencegah ikan kepenuhan atau berdesakan karena klebihan kapsitas dengan kolam yang di buat. Asumsi kedalaman kolam 1-1,5 meter (kedalaman yang dianjurkan). Maka kepadatan tebar bibit lele yang dianjurkan adalah 200-400 ekor per meter persegi. Contoh, untuk kolam berukuran 3 x 4 meter maka jumlah bibit ikannya minimal (3×4) x 200 = 2400 ekor, maksimal (3×4) x 400 = 4800 ekor.
Catatan: kolam tanah kapaistasnya lebih sedikit dari kolam tembok.

 

 

5. Pakan untuk budidaya ikan lele

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran. Namun Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan.

Agar mendapatkan hasil maksimal dengan biaya pengeluaran yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Bila pakan pabrik terasa mahal, silahkan coba mencoba alternatif sendiri seperti membuat pakan lele.

 

pakan lele

 

a. Pemberian pakan utama

Sebagai bahan pokok makanan ikan karnivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung protein hewani yang terkandung di dalam makanannya. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein (minimal 30%), lemak (4-17%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral.

Kebanykan pelet yang dijual dipasaran rata-rata sudah dilengkapi dengan keterangan kandungan nutrisi pada label di kemasan dan Tinggal kita pandai-pandai memilih mana yang yang terbaik buat umpan lele.

Pakan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-7% dari bobot tubuhnya. Misalnya, ikan lele dengan bobot 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5–3 gram (5% bobot tubuh) per ekor.Jadwal pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Frekuensinya 4-5 kali sehari. Frekuensi pemberian pakan pada ikan yang masih kecil harus lebih sering di berikan. Waktu pemberian pakan bisa pagi, siang, sore dan malam hari.

Ikan lele merupakan hewan nokturnal,yang sangat aktif pada malam hari. Pertimbangkan pemberian pakan lebih banyak pada sore dan malam hari.

 

b. Pemberian pakan tambahan

Selain pakan utama, bisa dipertimbangkan juga untuk memberi pakan tambahan. Seperti Pemberian pakan tambahan sangat menolong menghemat biaya pengeluaran pakan yang menguras kantong.

Apabila kolam kita dekat dengan pelelangan ikan, kita dapat pemberian ikan rucah segar. Ikan rucah adalah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak layak dikonsumsi untuk manusia karena ukuran atau cacat dalam penangkapannya namun bisa juga dengan membuat belatung dari campuran ampas tahu.

Keong mas dan limbah ayam bisa diberikan dengan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahannya bisa dilakukan dengan perebusan. Setelah itu dapatdi pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya, selanjutnya dicincang kecil-kecil. Untuk limbah ayam bersihkan bulu-bulunya sebelum diumpankan pada lele.

Satu hal yang harus diperhatikan dalam memberikan pakan ikan lele, jangan sampai telat atau kurang. Karena bisa saja ikan lele mempunyai sifat kanibal, yakni suka memangsa sejenisnya. Apabila kekurangan pakan, ikan-ikan yang lebih besar ukurannya akan menjadi mangsa ikan yang lebih kecil.

 

6. Pengelolaan air

Hal yang tidak kalah penting lain dalam budidaya ikan lele adalah pengelolaan air kolam di dalamnya. Untuk mendapatkan hasil ikan yang maksimal maka kualitas dan kuantitas air harus tetap terjaga dari bakteri.

Awasi terus kualitas air dari timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Timbunan tersebut akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk.

Apabila sudah muncul bau busuk, anda dapat buang sepertiga air bagian bawah. Kemudian isi lagi dengan air baru. Frekuensi pembuangan air sangat tergantung pada kebiasaan pemberian pakan. Apabila dalam pemberian pakan banyak menimbulkan sisa, pergantian air akan lebih sering dilakukan.

 

 

7. Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain adalah hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan memasang jebakan berupa saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam agar predator yang datang tidak dapat memangsa ikan lele.

Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang mematikan. Beberapa diantaranya adalah bintik putih pada bagian tubuh, dan terlihat pada bagian tubuh ikan lele akan kembung perut dan luka di kepala dan ekor.

Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi, ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain.

 

8. Pasca Produksi

 

pasca produksi

Sebelum Anda menebar bibit baru, sebaiknya untuk membersihkan kolam untuk mengurangi kotoran atau sisa makanan ikan lele terlebih dahulu. Dengan membersihkan kolam, maka dapat mengetahui apakah masih ada ikan lele yang tertinggal, karena jika masih ada ikan di dalam kolam dan Anda telah menebar bibit baru, maka bibit lele baru akan habis di makan ikan lele yang siap panen tersebut.

Anda juga tidak boleh melupakan untuk mencatat seluruh keuangan bisnis di mulai dari modal awal sampai panen ikan lele,dengan Tujuan Anda dapat mempermudah melakukan semua pencatatan tersebut hingga menjadi laporan keuangan yang akurat dan terperinci.

Itulah beberapa tips yang dapat Anda lakukan sebelum memulai dan saat menjalankan bisnis budidaya ikan lele. Dengan melakukan semua tips di atas, semoga bisnis ikan lele Anda akan lebih mudah berkembang dan membuat omzet bisnis Anda meningkat. Dan itulah beberapa ilmu yang dapat kami berikan di dalam artikel ini mengenai √ 8 Cara Budidaya Ikan Lele [ TERMUDAH & TERLENGKAP ] semoga kalian dapat menerapkan ilmu ini dan berhasil dalam budidaya ikan lele, sekian dan terimakasih.

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

[irp]

[irp]

[irp]

[irp posts=”110″ name=”√ 5 Cara Ternak Burung Puyuh Petelur Temudah & Terlengkap”]

[irp posts=”87″ name=”√ 6 Cara Ampuh Dalam Budidaya Tanaman Jambu Kristal Termudah”]

 

 

/* */