√ 6 Cara Budidaya Bekicot Terlengkap

Diposting pada
√ 6 Cara Budidaya Bekicot Terlengkap
5 (100%) 18 votes

√ 6 Cara Budidaya Bekicot Terlengkap Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai Cara Budidaya Bekicot.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana cara budidaya bekicot yang baik dan benar? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

√ 6 Cara Budidaya Bekicot Terlengkap
√ 6 Cara Budidaya Bekicot Terlengkap

 

Mengenal Bekicot

 

Bekicot atau Achatina fulica merupakan salah satu siput darat yang tergolong dalam suku Achatinidae.

Burung pleci ini berasal dari negara Afrika Timur dan sudah menyebar ke hampir semua penjuru dunia akibat terbawa dalam sebuah perdagangan, moluska ini juga sekarang menjadi salah satu spesies yang invasif terburuk di bumi, sehingga dalam beberapa negara bahkan melarang dalam pemeliharaannya sebagai hewan kesayangan atau juga timangan termasuk di negara Amerika Serikat.

Hewan ini juga mudah dipelihara dan di beberapa tempat bahkan dikonsumsi, termasuk di negara Indonesia. Meskipun berpotensi membawa parasit, bekicot yang dipelihara ini juga biasanya bebas dari parasit.

Bekicot (Helix sp, Achatina Sp) ini berbeda dengan Keong mas, keong sawah atau tutut. Bekicot, keong mas dan keong sawah serta tutut ini juga sangat berbahaya karena akan membawa sebuah parasit cacing yang berbahaya bagi manusia, yang dapat menyebabkan penyakit radang otak (meningitis).

 

 

Manfaat Bekicot

 

  • Baik untuk perkembangan otot.
  • Menyembuhkan penyakit asma.
  • Menyembuhkan penyakit TBC.
  • Menyembuhkan penyakit gatal-gatal dan sakit kulit.
  • Meredakan panas dalam.
  • Baik untuk pengobatan liver dan hepatitis.
  • Mengandung triptofan yang baik untuk memperbaiki suasana hati.
  • Tinggi zat besi untuk mencegah anemia dan kelelahan.
  • Mengandung vitamin B12 yang baik untuk sistem saraf.
  • Mengandung magnesium yang baik untuk menjaga tekanan darah, memperkuat tulang, dan menjaga detak jantung.

 

 

Cara Budidaya Bekicot

 

1. Persiapan Kandang Bekicot

 

Budidaya bekicot tidak membutuhkan lahan yang luas. Yang dibutuhkan hanyalah lahan dengan kondisi tanah kering, lembab, teduh dengan suhu udara sekitar 25-30ºC.

  • Kandang berupa kotak kayu, kandan ini dibuat dari lembaran triplek yang diberi kaki dengan ukuran panjang sekitar 1 meter, lebar sekitar 1 meter dan tinggi sekitar 1,25 meter. Bagian atas kotak ini diberi kawat kasa agar bekicot tidak kabur.
  • Kandang semen, untuk ukurannya tidak jauh beda dengan kandang kayu, hanya saja pada bagian dasar kandang di beri tanah mengandung cacing untuk menjaga kelembaban kandang dengan ketebalan sekitar 30 cm.
  • Kandang berupa galian tanah dibuat dengan ukuran sekitar 1 meter x 1 meter x 1 meter. Pembuatan kandang berupa galian tanah ini dibuat di tanah yang agak kering dan berada di bawah pohon yang rimbun.

 

2. Tahap Pembibitan

 

Ada dua jenis bekicot yang dapat di ternak spesies Achatina variegata dan Achatina fulica. Kedua bekicot tersebut memiliki salah satu ciri cangkang atau tempurung yang bermotif garis – garis dan juga berwarna.

Jika bekicot Achatina variegata ini memiliki warna garis tebal tapi bekicot Achatina fulica juga memiliki garis yang tidak terlalu tajam atau mencolok. Kedua jenis bekicot ini juga akan sering kita temui di semak atau kebun – kebun pada umumnya.

 

3. Pemilihan Calon Indukan

 

Jika bibit bekicot unggul masih belum ditemukan di sekitar rumah anda, maka anda bisa mengumpulkan banyak bekicot dari kebun atau semak saat musim hujan dan dijadikan sebagai indukan.

Tetapi anda juga harus memilihnya secara selektif, karena indukan yang bagus yaitu pada indukan yang tidak cacat dan memiliki berat kurang lebih 90 gram serta pastikan bekicot tersebut sehat kondisinya.

 

4. Reproduksi dan Perkawinan Bekicot

 

Untuk mengawinan, maka bekicot jantan dan betina di letakkan pada satu kandang. Bekicot akan melakukan sebuah proses perkawinan jika telah berumur sekitar 6-8 bulan pada salah satu tempat pemeliharaan.

Setelah kawin, induk betina akan berpindah ke tempat yang aman, mereka akan bertelur disembarangan tempat dan akan menetaskan sebanyak 50-100 butir telur.

Telur bekicot tersebut berukuran sangat kecil yaitu kurang lebih 2 mm, dan induk bekicot ini tidak akan menunggu telurnya hingga menetas. Jika sudah cukup umur, telur bekicot tersebut akan menetas secara sendirinya.

 

5. Pemeliharaan dan Perawatan Bekicot

 

  • Sistem Pencampuran yakni dengan cara ini bekicot besar dan bekicot besar tidak dipisahkan alias dicampur dalam satu kandang. Cara seperti ini menghemat tempat karena tidak memerlukan banyak kandang.
  • Sistem Terpisah yaitu dilakukan dengan memisahkan bekicot yang kecil dan bekicot yang besar. Jika dilakukan dengan cara terpisah, anda membutuhkan tempat khusus atau membutuhkan kandang lebih dari satu. Namun cara ini memiliki keuntungan tersendiri, yaitu perkembangan anak bekicot dapat dikontrol dengan tepat.

Mengenai pakan anak bekicot, anda dapat memberi pakan berupa ganggang atau lumut, pupus daun dan penambahan zat kapur.

Untuk anakan yang berumur 2-3 tahun sebaiknya dipindahkan ke kandang pembesaran. Keberhasilan dalam budidaya bekicot sangat dipengaruhi oleh cara perawatan dan teknis pemeliharaan.

 

Perawatan dan pemeliharaan bekicot yaitu meliputi :

  • Menjaga Kestabilan Kelembaban Lingkungan

Bekicot merupakan hewan yang menyukai kondisi lingkungan yang lembab. Untuk itu pasanglah atap atau penutup di atas kandang. Pada musim panas, anda dapat menyiramkan air pada kandang setiap hari untuk menjaga kelembaban.

 

  • Pemberian Pakan Berkualitas

Memberikan pakan yang berkualitas secara teratur sangat mempengaruhi kualitas daging bekicot. Untuk dapat menambah mutu pakan anda dapat menambahkan makanan berupa daun-daunan maupun buah-buahan seperti daun bayam, mentimun, sawi dan daun pepaya.

 

  • Menjaga Keamanan Kandang dari Hewan Lain

Lakukan pengecekan kandang secara rutin agar bekicot dapat tumbuh dengan baik dan tidak ada hewan predator yang mengganggu.

 

  • Pengendalian Hama dan Penyakit Bekicot

Selama ini belum ditemukan hama dan penyakit yang menyerang bekicot. Hama yang dapat mengganggu budidaya bekicot biasanya berupa semut dan bebek.

 

6. Panen Bekicot

 

Panen bekicot dapat dilakukan pada umur 5-8 bulan. Bekicot yang siap panen ditandai dengan ukuran cangkangnya 8-10 cm.

Bekicot dipanen untuk dimanfaatkan dagingnya. Daging bekicot biasanya diolah menjadi keripik, sate atau dendeng. Selain itu bekicot juga dapat diolah menjadi bahan pakan ikan.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 6 Cara Budidaya Bekicot Terlengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakannya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga  √ 8 Cara Budidaya Ikan Gabus Terlengkap

Baca Juga  √ 8 Cara Budidaya Ikan Patin Terlengkap

Baca Juga  √ 7 Cara Budidaya Ikan Guppy Terlengkap

Baca Juga  √ 6 Cara Budidaya Ikan Arwana Terlengkap