√ 15 Cara Beternak Burung Kacer Bersuara Merdu & Gacor [ TERLENGKAP ]

Diposting pada
√ 15 Cara Beternak Burung Kacer Bersuara Merdu & Gacor [ TERLENGKAP ]
5 (100%) 60 votes

√ 15 Cara Beternak Burung Kacer Bersuara Merdu & Gacor [ TERLENGKAP ] – Bagi kalian para pecinta burung kacer dan kicau mania yang saat ini membutuhkan petunjuk dalam berternak burung kacer agar dapat memiliki kualitas burung sesuai keinginan.

Kacer adalah burung jenis kicau yang memiliki suara khas yang begitu enak di dengar bagi pendengarnya terlebih lagi bila bisa memenangkan dalam perlombaaan tentu saja dapat maenjadi nilai lebih dan memiliki nilai yang fantastis bila di jual sehingga para kacer mania berlomba-lomba dalam bernernak burung kacer.

Dan artikel ini akan membahas tentang bagaimana 15 Cara Beternak Burung Kacer Bersuara Merdu & Gacor bagi para kicau mania dapat mengikuti tahapan artikel ini untuk membuat atau bertenak burung kacer anda dapat hasil yang berkualitas dan bernilai tinggi, selamat membaca.

 

kacer

 

16 Cara Beternak Burung Kacer Bersuara Merdu & Gacor

 

Dalam tahapan ini anda dapat memahami dalam berternak kacer :

1. Menyiapkan Sangkar Burung

Salah satu yang harus anda lakukan sebelum memulai bisnis ini yaitu mempersiapkan sebuah kandang untuk sang kacer. Adanya kandang sebagai tanda bahwa keinginan anda dalam ternak kacer telah tersusun. Bila anda ingin beternak dengan jumlah burung yang tidak sedikit, siapkan kandang burung dengan jumlah kacer yang ingin anda budidayakan.

 

2. Persiapan kandang penangkaran

Kandang adalah factor utama yang harus anda punyai dalam memulai berternak kacer dalam usaha budidaya kacer, Kandang penangkaran harus dibuat dengan senyaman mungkin terhadap burung kacer itu sendiri, supaya kacer merasa nyaman. Usahakan kandang di buat seperti di habitat aslinya, Yaitu dengan menyediakan ranting kering sebagai tempat bertengger dia berdiri.

Sediakan juga 2 Kolam didalamnya yang terisi air bersih, 1 kolam diisi air untuk mandi burung kacer, Sedangkan 1 kolam lagi diisi pasir dan batu-batu kecil, Karena kacer biasanya akan mengangkut batu-batu kecil saat membuat sarang barunya.

Ukuran kandang sebaiknya dibuat agak besar yaitu panjang sekitar 1,5 – 2 meter, Lebar 0,7 – 1 meter, dan tinggi sekitar 1,7 – 2 meter, Dinding kanan, kiri, dan belakang, bisa dibuat menggunakan bata/batako, dan Dinding tidak perlu di plester fungsinya untuk menjaga kelembaban serta suhu kandang.
Atap usahakan menggunakan bahan yang dapat menyerap panas, Sperti genteng dari tanah atau asbes yang tidak terlalu mengantar panas di bawanya.

Dinding bagian depan sebaiknya menggunakan kawat strimin, Supaya sirkulasi udara lancar, Dan dibuatkan dua pintu, satu pintu untuk memudahkan kita memberi makan dan minum, Satu lagi pintu kecil untuk memasukkan burung kedalam kandang dan memberi makan atau menambah air.

Jangan lupa sediakan kotak tempat kacer bersarang dari bahan kayu yang berukuran sedang atau kecil, Dengan ukuran 15 x 15 x 15 cm, letak dibagian belakang paling atas, tujuannya agar kacer tidak merasa terganggu saat bertelur dan mengerami telurnya.

Sediakan juga bahan-bahan kering untuk sarangnya seperti , sabut kelapa, daun cemara, tangkai daun lamtoro dan lainya namun lebih baiknya bahan-bahan itu di bersihkan terlebih dahulu agar tidak ada kotoran atau semut, Taruh sebagian di kotak tempat bersarang dan sebagian lagi dilantai agar kacer bisa memilih sendiri.

 

3. Memilah Jenis Burung Kacer

Burung kacer memiliki banyak jenis, anda harus dapat menentukan kacer seperti apa yang ingin di ternak. Berikut ini adalah jenis-jenis burung kacer yaitu sebagai berikut :

  • Kacer Poci. Jenis kacer ini lebih banyak tersebar di wilayah Kalimantan, Sumatra hingga Malaysia.
  • Kacer Jawa.  jenis burung kacer yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kacer poci. Hanya saja persebarannya tidak sama, kacer jawa tidak hanya menyebar di kalimantan saja, namun juga tersebar luas di wilayah jawa. Siulannya cukup lantang dengan warna bulu hitam dominan.
  • Kacer Blorok. Kalau kacer blorok ini adalah hasil perkawinan silang dari kacer jawa dan kacer poci. Warnanya hitam dan putih yang memadu bertabrakan menjadi ciri khasnya.

 

 

4. Memilih bibit kacer

Setelah persiapan kandang telah selesai sekarang saatnya dapat memilih bibit, Untuk bibit indukan kacer namun sebaik pilih bibit yang sudah siap produksi. Induk untuk kacer jantan yaitu sekitar umur 2 tahun lebih, Sedangkan untuk induk kacer betina yaitu sekitar umur 1 tahun lebih, pilihlah kacer yang mempunyai kualitas suara serta postur tubuh yang ideal yang energik, agar mendapatkan keturunan yang berkualitas yang sama juga.

Karena bibit juga mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam keberhasilan ternak burung kacer sesuai dengan induknya, Sebaiknya pilih bibit yang jinak baik untuk yang jantan ataupun untuk yang betina, Dengan tujuan agar burung tidak mudah terganggu saat mengerami. Karena apabila burung merasa terganggu saat mengerami, biasanya induk betina akan stress dan meninggalkan sarangnya ataupun telurnya, Yang lebih parahnya lagi burung kacer akan memecah telurnya dan membuangnya.

Itulah salah satu factor kegagalan dalam ternak kacer yang para pemula yang sering dialami, Akhirnya mereka tidak mau melanjutkan penangkaran burung kacer tersebut.

 

5. Proses penjodohan

Setelah bibit kita dapatkan sekarang waktunya menjodohkan, untuk menjodohkan kacer akan memakan waktu yang cukup lama karena indukan kacer akan sangat galak bila tidak sesuai dengan yang di jodohkan, Jadi dibutuhkan kesabaran yang lebih ekstra dalam menjodohkannya, Proses ini juga yang sering membuat pemula balik arah (gagal), Karena tidak berhasil menjodohkan dengan alasan tidak sabar dan tidak mau menunggu.

 

  • Cara menjodohkan kacer yang benar : Gantung kacer jantan dan kacer betina ditempat yang berjauhan dan terpisah supaya tidak saling melihat, atau hanya bisa mendengar suaranya saja.
    Tunggu sampai kacer mau saling bersahutan bersuara bergantian antara jantan dan betina, Barulah kedua kandang di dekatkan atau ditempelkan supaya saling mengenal, tunggu sekitar 1 – 2 minggu sambil terus dipantau dengan rutin perkembangannya, apabila ada perubahan yang signifikan seperti berikut berarti kacer berjodoh.
    Tanda-tanda kacer mulai berjodoh adalah :
  • Kacer jantan akan berkicau lebih keras dan lebih lama dari biasanya,
  • Kacer betina akan membalas kicauanya dari jantan,
  • Kacer betina sering terlihat gelisah dan pindah-pindah tempat,
  • Setelah terlihat tanda-tanda seperti diatas, satukan kacer dalam kandang penangkaran, tetapi tetap dalam pengawasan, karena tanda-tanda diatas belum bisa menjamin bahwa kacer tersebut berjodoh bila tidak mereka akan berantem satu sama lain dan berujung pada kematian.

 

Apabila dikandang besar kacer juga masih saling kejar-kejaran atau tidak mau berjodoh, ada beberapa factor kemungkinan yang menyebabkannya yaitu;

  • Factor yang menyebabkan kacer tidak berjodoh : Salah satu kacer mengalami stress sehingga mengejar-ngejar lawan jenisnya, cara mengatasinya adalah tangkap dan masukan lagi kekandang kecil dengan psecara pisah kembali, Baik yang jantan ataupun yang betina, kemudian kurangi pemberian EFnya pada kacer yang lebih agresif, dan tambahkan juga EF pada kacer yang selalu dikejar, lakukan proses ini secara terus menuerus selama beberapa hari, sampai kacer mau berjodoh.Apabila cara yang pertama sudah dilakukan dan kacer tetap saling kejar-kejaran, bisa juga penyebabnya adalah kacer yang jantan atau yang betina usianya masih muda sehingga belum siap untuk di jodohkan satu sama lain, jadi belum mau dikawinkan, cara mengatasinya adalah ganti indukan yang selalu dikejar dengan indukan yang baru yang lebih produktif, kemudian ulangi proses penjodohan dari awal sampai kacer mau berjodoh. Selama kacer betina belum bertelur sebaiknya terus dilakukan pengawasan, Karena sering terjadi kacer betina mati diserang kacer jantan yang over birahi, Atau bahkan bisa sebaliknya.

6. Perawatan Pada Kacer

Perawatan untuk burung kacer bukan hanya bagaimana anda menyuplai dengan suplemen saja agar senantiasa sehat. Akan tetapi memberikan perlakuan selayaknya juga menjadi salah satu proses terpenting, yakni dengan cara membersihkan kandang secara rutin dan teratur untuk membuatnya lebih sehat.

 

7. Proses Mengerami

Menetasnya telur adalah merupakan keberhasilan dalam proses penjodohan, dalam artian belum bisa dibilang berhasil 100% dalam beternak kacer, karena masih sering terjadi kendala disini, misalnya kacer tidak mau mengerami telurnya sehingga akan sangat sulit untuk telur dapat menetas.

Jadi saat kacer betina mengerami telur usahakan tidak terganggu agar telur bisa menetas, biasanya telur akan menetas sekitar 14 hari atau lebih, Dan jumlah telur kacer maksimal 3 – 4 butir.
Setelah telur menetas langkah selanjutnya terserah anda, apakah dibiarkan di loloh induknya, Atau bisa juga diloloh sendiri setelah umur 10 hari, dan inilah yang dibilang berhasil dan sukses dalam budidaya kacer.

Jadi intinya dalam melakukan usaha ternak kacer yang dibutuhkan adalah kesabaran ketelatenan anda serta kesabaran yang lebih supaya berhasil dan sukses.

 

 

8. Perawatan Anak Kacer

Saat sang induk sudah membuahkan hasil telur, saatnya anda bekerja yang sebenarnya. Perlakuan anda terhadap telur kacer memberikan efek tersendiri pada hasil akhirnya. Selama dalam proses pengeraman telur, jangan buat kacer merasa terganggu hilang konsentrasi dalam mengerami telurnya.

 

9. Mengambil Anak Kacer

Pada umumnya, anakan kacer baru dapat diambil dalam waktu sekurang-kurangnya 3 sampai 4 minggu atau satu bulan. Setelah itu, buatkan kandang sendiri supaya dapat melakukan adaptasi baru tanpa induknya.

 

 

10. Pelolohan Anak

Masa ini merupakan waktu dimana anda harus memberikan stock pakan terhadap piyikan kacer sesudah 4 minggu lepas dari sang induk. seringlah untuk memberikan pakan jangkrik, belalang atau kroto.

 

 

11. Penyapihan Piyik atau Anak Kacer

Pada tahapan ini adalah waktu untuk sang anak kacer benar-benar lepas dari sang induk alias tidak sedikitpun ketergantungan pada induknya. Karena semakin besar anakan kacer akan semakin harus di pisahkan, karena ini merupakan ternak kacer untuk menghasilkan rupiah.

 

 

12. Melakukan Pemasteran Kacer Kecil

Seringlah lakukan cara ini dengan siulan lagu atau cara apa saja supaya dapat membuat kacer kecil terbiasa dan terlatih untuk dapat bersiul sampai dengan dewasa.

 

 

13. Pemberian pakan

Dalam pemberian pakan atau umpan maka pilih bibit yang berkualitas, serta dalam proses penjodohan yang tepat, Pemberian pakan juga merupakan factor utama yang mendukung keberhasilan usaha ternak kacer.

Pakan yang diberikan saat penangkaran burung kacer, Harus pakan yang memiliki kandungan protein yang tinggi dan berkualitas, Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya saat bertelur, mengerami, dan melolohkan terhadap anaknya.

Pakan yang dapat diberikan saat beternak kacer ialah jangkrik, belalang, kroto atau ulat hongkong, Sedangkan untuk piyik, dapat diberikan voer basah di campur dengan kroto, yang bertujuan supaya piyik bisa makan dengan mudah dan di telan dan bisa untuk mempercepat pertumbuhannya dengan baik.

 

 

14. Melatih secara rutin

Jika anda sudah mempunyai anakan kacer yang sudah tumbuh besar maka latihlah anakan kacer dan kacer di usia yang masih kecil kita bisa mudah melatih dan membentuk suara dari kacer itu sendiri, dan anda harus rajin untuk memancing suara burung anakan kacer itu sendiri dengan anda harus menaruh di sebelah kandang burung kacer yang dewasa dan mempunyai suara yang keras dan enak di dengar dengan begitu burung anakan kacer dapat terpancing suaranya keluar dengan perlahan.

 

 

15. Faktor lingkungan

  • Adapun faktor lingkungan seperti halnya pada perkandangan, kesehatan, pakan, suhu maupun keadaan cuaca, hingga perawatan (termasuk latihan dan juga pemasteran).
  • Dinilai jika faktor genetik hanya berperan paling tidak 30% pada performa burung. Selain itu ditentukan pada faktor lingkungan, khususnya pada pakan berkualitas dan juga dengan pola perawatan.
  • Tentang urusan makanan, misalnya saja sudah terbukti sering mengantar sejumlah burung menjuarai lomba atau latber.
  • Dan untuk pemberian multivitamin yang bisa merangsang pembentukan hormon testosterone yang dapat menjadikan burung gacor, daya tahan bagus, dan mental juga tidak gampang anjlok.
  • Kemudian di dalam perawatan wajib seperti mandi, jemur, dan lain sebagainya dapat dilakukan seperti saat sebelumnya.

 

Dan itulah artikel yang dapat di sampaikan kepada kalian yang ingin benernak burung kacer bagi para pemula atau yang hobi dalam burung sehingga artikel ini semoga bermanfaat yang telah membahas tentang bagaimana √ 15 Cara Beternak Burung Kacer Bersuara Merdu & Gacor [ TERLENGKAP ]. sehingga kalian dapat menerapkan artikel ini dalam bertenak burung kacer impian anda semoga bernernak burung kacer anda menyenangkan dan mendapat hasil yang diinginkan bagi para kacer mania dan dan memiliki suara yang berkualitas dapat meraih penghargaan.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

Baca Juga  √ 15 Cara Beternak Burung Kacer Bersuara Merdu & Gacor [ TERLENGKAP ]
”]

Baca Juga  √ 15 Cara Beternak Burung Kacer Bersuara Merdu & Gacor [ TERLENGKAP ]
”]

Baca Juga  √ 9 Cara Menanam Cabe Di Jamin Berhasil & Sukses Dalam Bisnis