√ Cara Menanam Oyong yang Benar dan Lengkap

√ Cara Menanam Oyong  yang Benar dan Lengkap

 

 

 

CaraBudidaya.Co.ID – Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id . Kali ini kita akan membahas mengenai cara menanam oyong secara lengkap.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana Cara budidaya oyong? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

 


 

Mengenal Oyong

 

Gambas atau oyong (Luffa acutangula, suku labu-labuan atau Cucurbitaceae), adalah komoditi sayuran minor. Penanamannya dapat dilakukan di pekarangan atau bagian ladang yang tidak digunakan bagi tanaman lain.

Tanaman Cucurbitaceae (Oyong) merupakan tanaman yang bersifat menjalar. Tanaman Cucurbitaceae atau waluh-waluhan mempunya ciri morfologi seperti batangnya panjang, mengandung air dan lunak, daunnya lebar dan bercangap menjari serta seluruh bagian batang sampai daun ditumbuhi bulu-bulu tajam.

Tanaman Cucurbitaceae memiliki bunga di mana bunganya berkelamin tunggal (unisexualis), namun monokotil. Bunga betina ditandai dengan adanya bakal buah. Bunganya yang berbentuk bulat panjang dan membengkak di bawah mahkota bunga. Mahkota bunga memiliki bentuk bintang berwarna kuning atau putih kekuningan. Bijinya banyak, berbentuk pipih, berwarna putih kekuningan, dan terdapat dalam ruang buah.

 


 

Manfaat Oyong Bagi Kesehatan

  • Membantu mencegah jerawat
  • Menjaga kehalusan kulit
  • Anti penuaan
  • Menjaga kelembaban kulit
  • Mencegah infeksi


 

Syarat Tumbuh Tanaman Oyong

 

  • Tanaman gambas merupakan tanaman yang membutuhkan sinar matahari secara penuh.
  • Tanaman gambas dapat tumbuh dengan optimal pada suhu rata-rata 18-24°C
  • Tanaman gambas membutuhkan pasokan air yang cukup karena tanaman ini sangat rentan terhadap kondisi kekeringan.
  • Tanaman gambas akan dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang subur, gembur dan memiliki drainase yang baik.
  • PH yang baik bagi tanaman Oyong ialah 5,5 – 6,8 (netral)
  • Kelembaban rata-rata antara 50 – 60%.
  • Tanaman gambas tergolong tanaman yang tidak mengenal musim karena dapat dibudidayakan kapan saja baik musim hujan maupun musim kemarau.


 

Cara Menanam Oyong

 

1.Persiapan Lahan Tanam Oyong

  • Bersihkan lahan dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya.
  • Setelah bersih, lakukan penggemburan pada tanah lahan dengan cara di cangkul atau di bajak.
  • Lalu buatlah bedengan dengan ukuran yang lebar sekitar 80 cm hingga 100 cm , dengan tinggi dan panjang bedengan bisa disesuaikan dengan kondisi lahan tanam.
  • Jarak antar bedengan yaitu sekitar 2 sampai 2,5 meter.
  • Apabila derajat keasaman atau pH tanah kurang dari 5,5 maka segera lakukan pengapuran menggunakan dolomit atau kapur pertanian pada saat 7 hingga 10 hari sebelum melakukan pemupukan dasar.

 


2.Persiapan Bibit Oyong

  • Tanaman oyong yang bisa digunakan untuk dibuat benih ialah tanaman oyong bersifat induk.
  • Tanaman induk haruslah sehat, tidak ada bekas serangan penyakit atau hama, buahnya sudah cukup tua, dan bentuk buah harus normal.
  • Belah oyong menjadi dua bagian.
  • Pisahkan biji oyong dari buahnya.
  • Biji oyong ini lah yang digunakan untuk benih.
  • Jemur biji oyong dibawah sinar matahari.

Sebelum ditanam sebaiknya benih diseleksi terlebih dahulu dengan cara direndam di dalam air hangat selama setengah jam. Benih yang tenggelam merupakan benih yang baik dan bisa untuk ditanam.

 

 


3.Proses Penanaman Oyong

  • Buat lubang tanam dengan jarak 70 atau 80 cm,
  • jika budidaya dimusim hujan jarak tanam 80 cm.
  • Di dalam satu bedengan ,lubang tanam harus dibuat satu baris yang sebaiknya dibuat ditengah-tengah bedengan.
  • Benih terlebih dahulu dijemur hingga kering sebelum ditanam.
  • Tanam satu benih satu lubang tanam,
  • lubangi tanah sesuai dengan ukuran benih,
  • benih ditanam dengan posisi tunas/calon akar menghadap kebawah.
  • Kemudian ditutup dengan tanah tipis.
  • Siram sampai basah jika tanah dalam kondisi kering

 

 


4.Perawatan Tanaman Oyong

  • Penyiraman untuk tanaman oyong harus dilakukan secara rutin ,tujuanya untuk menjaga kondisi kelembaban pada tanah.
  • Lakukan penyiraman 2 kali sehari pada pagi dan siang hari.
  • Lakukan pemupukan lanjutan diberikan dengan membuat lubang- lubang kecil pada tanah sedalam 2 hingga 3 cm.
  • Isilah lubang tersebut dengan pupuk kompos ataupun kandang dan tutup kembali lubangnya dengan tanah biasa.
  • Lakukan penyiangan yang bertujuan untuk menjaga kebersihan tanaman setiap 2 hingga 3 minggu sekali setelah masa tanam.
  • Jika tanaman oyong sudah berbuah, untuk menjaga kualitas serta bentuk fisiknya agar tidak cacat, dapat membungkusnya dengan plastic berukuran panjang.

 

Berikut ini adalah dosis dan interval pemupukan susulan bagi 1000 tanaman Oyong :

  • Pupuk susulan pertama (usia 10 HST) : Dosisnya ialah 2 kg NPK dilarutkan dengan 250 liter air, lalu disemprotkan 250 ml setiap tanaman.
  • Pupuk susulan kedua (usia 17 HST) : Dosisnya ialah 3 kg NPK dilarutkan dengan 300 liter air, lalu disemprotkan 300 ml setiap tanaman.
  • Pupuk susulan ketiga (usia 24 HST) : Dosisnya ialah 5 kg NPK dilarutkan dengan 500 liter air, lalu disemprotkan 500 ml setiap tanaman.
  • Pupuk susulan keempat (usia 31 HST) : Dosisnya ialah 4 kg TSP + 4 kg KCL dan 2 kg ZA, lalu ditaburkan pada sekeliling tanaman dengan jarak sekitar 30 cm dari pangkal batang.
  • Pupuk susulan kelima (usia 38 HST) : Dosisnya ialah 9 kg TSP + 8 kg KCL dan 4 kg ZA, lalu ditaburkan dengan rata pada bedengan tanaman.
  • Pupuk susulan keenam dan ketujuh dapat dilakukan di usia 50 dan 60 HST dengan ukuran dosis sama dengan pupuk susulan kelima.
  • Jika pada usia 75 HST tanaman Oyong masih terlihat sehat pemupukan susulan dapat dilanjutkan kembali.

Dosis dan jenis pupuk yang digunakan bisa saja berbeda disetiap wilayah, tergantung pada kondisi tanah, tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman.

 

 


5.Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Oyong

 

  • Ulat Tanah

Ulat tanah adalah ulat yang hidup di tanah biasa sebagai hama yang serangannya menyebabkan pangkal batang patah. Hama tersebut akan menyerang batang tanaman sehingga tanaman tersebut mati.

Cara pengendaliannya dengan cara menaburkan sedikit Curater atau Furadan di pangkal batang yang diserang oleh ulat tanah.

 

  • Lalat Buah

Gejalanya : Jika menyerang buah yang masih kecil buah akan mengering dan rontok, dan jika menyerang buah yang sudah besar buah akan berlubang dan keluar lendir.

Pengendaliannnya:  menggunakan pestisida untuk serangga atau insektisida dengan bahan aktif seperti karbosulfan, deltametrin, sipermetrin, profenofos dll.

 

  • Peyakit embun tepung

Penyebabnya : jamur (fungus) diffusa.

Gejalanya : terdapat warna keputihan yang merata pada permukaan daun dan batang tanaman, membuat daun dan batang mengering kemudian mati.

 

  • Antraknosa

Salah satu jenis penyakit tumbuhan yang terdapat pada berbagai tanaman pohon dan semak, awal gejala yang ditimbulkan berupa bercak pada daun atau bagian lain memiliki bentuk bulat panjang berwarna hitam yang dapat berlanjut hingga kematian jaringan.

Gejalanya : berupa bercak coklat pada daun atau batang yang kemudian melebar dan menyebabkan daun dan batang menjadi kering.

Pengendaliannya : gunakan fungisida dengan bahan aktif propineb dengan merek dagang Dithane atau Antracol.

 

 


6.Pemanenan Oyong

Ciri – ciri oyong siap panen :

  • Buah dipanen ketika masih muda
  • Kulit buah masih berwarna hijau segar,
  • Kulit tidak mengkilat,
  • Kulit buah masih lunak,
  • Mudah dipatahkan dan belum berserat.

 

Buah oyong bisa dipanen pada usia 40 – 45 HST (hari setelah tanam) dapat dilakukan setiap 2 hari sekali, dan dalam satu musim tanam pemanenan oyong dapat dilakukan hingga 25 – 30 kali disesuaikan dengan varietas yang digunakan, perawatan serta kondisi tanah.

 

 

 


Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai  √ Cara Menanam Oyong  yang Benar dan Lengkap . Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakan nya. Terima Kasih

 

Baca Juga Artikel Lainnya

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

/* */