√ 10 Cara Menanam Bunga Melati Terlengkap

Diposting pada
√ 10 Cara Menanam Bunga Melati Terlengkap
5 (100%) 18 votes

√ 10 Cara Menanam Bunga Melati Terlengkap Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai Cara Menanam Bunga Melati.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana cara menanam bunga melati agar menghasilkan buah yang lebat? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

√ 10 Cara Menanam Bunga Melati Terlengkap
√ 10 Cara Menanam Bunga Melati Terlengkap

 

Mengenal Bunga Melati

 

Melati merupakan salah satu tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Melati merupakan genus dari semak dan tanaman merambat dalam keluarga zaitun (Oleaceae).

Terdiri dari sekitar 200 spesies tumbuhan asli dari daerah yang beriklim tropis dan hangat dari Eurasia, Australasia dan Oseania, melati secara luas dapat dibudidayakan untuk aroma khas bunganya yang harum.

Di Indonesia, salah satu jenis melati telah dipilih menjadi “puspa bangsa” atau bunga simbol nasional yaitu bunga melati putih (Jasminum sambac), karena bunga ini melambangkan sebuah kesucian dan kemurnian, serta dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyak suku di negara ini.

Bunga ini merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan dari hiasan rambut pengantin perempuan dalam upacara perkawinan berbagai suku di Indonesia, terutama suku Jawa dan Sunda. Jenis lain yang juga populer yaitu bunga melati gambir (J. officinale).

 

 

Manfaat Bunga Melati

 

  • Mengobati sesak nafas.
  • Mengobati demam dan sakit kepala.
  • Mengobati sengatan lebah atau serangga.
  • Mengobati sakit mata.
  • Menurunkan berat badan.
  • Mencegah kolestrol.
  • Mencegah penuaan dini.
  • Membuat rambut menjadi kuat.
  • Mengobati susah tidur.
  • Mengobati stress.
  • Menyeimbangkan gula darah.
  • Mengobati jerawat di wajah.
  • Membuat masker tubuh.
  • Mengobati radang usus.
  • Mengobati demam berdarah.
  • Mengobati radang ginjal.
  • Produksi ASI berlebihan.

 

 

Syarat Tumbuh Bunga Melati

 

  • Tingkat kelembaban udara sekitar 50 – 80%. Suhu yang ideal untuk pertumbuhan tanaman ini adalah antara 28 – 36ºC pada siang hari dan sekitar 24 – 30 ºC pada malam hari.
  • Tanaman bunga melati sangat cocok ditanam pada jenis tanah latosol dan andosol.
  • Derajat keasaman tanah yang paling ideal untuk sebuah pertumbuhannya adalah tanah dengan pH 5-7.
  • Tanaman melati tumbuh baik pada daerah dengan curah hujan antara 112-119 mm/bulan atau dengan kuantitas hujan selama 6-9 hari hujan setiap bulannya.
  • Iklim yang cocok untuk pertumbuhannya adalah iklim dengan 2 – 3 bulan kering dan sekitar 5 – 6 bulan basah.
  • Ketinggian ideal yaitu dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 10 – 1.600 meter di atas permukaan laut (dpl).

 

 

Cara Menanam Bunga Melati

 

1. Persiapan Bibit Bunga Melati

 

Bibit bunga melati ini dapat dilakukan dengan cara stek batang. Pilih batang yang berukuran sedang lalu potong dengan cukup panjang sekitar 12 cm.

Lalu tanam bibit stek tersebut ke dalam polybag yang sudah diisi dengan media tanam berupa campuran tanah dan pasir bersih. Jangan lupa lakukan penyiraman untuk menjaga kelembapannya.

Setelah beberapa minggu, batang yang ditanam dalam polybag akan tumbuh tunas daun baru. Selanjutnya dapat dipindah tanamkan ke pot yang berukuran lebih besar.

 

2. Persiapan Media Semai

 

Setelah anda memiliki bibit berkualitas, langkah selanjutnya adalah menyiapkan media semai menggunakan polybag atau pot berukuran kecil.

Isi dari media semai dengan menggunakan campuran tanah pupuk dan pasir, perbandingan ketiganya kurang lebih 2:1:1.

Apabila media semai sudah siap, tanam bibit stek kemudian. Rawatlah media semai sampai bibit stek mulai tumbuh tunas sebelum dipindahkan ke media utama.

 

3. Pembukaan Lahan

 

Bersihkan lokasi untuk kebun melati dari rumput liar (gulma), pepohonan yang tidak berguna agar mudah pengelolaan tanah.

Olah tanah dengan cara di cangkul atau dibajak sedalam 30-40 cm hingga gembur, kemudian biarkan kering selama 15 hari.

 

4. Pembentukan Bedengan

 

Membentuk bedengan dengan lebar sekitar 100-120 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antara bedeng 40–60 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan masing-masing.

 

5. Varietas

 

Spesies-bijaksana varietas yang direkomendasikan adalah Gundumalli (Jasminum sambac), Co-1, dan Co-2 (J.auriculatum) dan Co-1 dan C0-2 (J.grandiflorum).

 

6. Irigasi

 

Irigasi pertama harus diberikan segera setelah tanam dan irigasi berikutnya pada interval sekitar 7-10 hari tergantung pada kondisi cuaca dan jenis tanah.

 

7. Penanaman Bibit Melati

 

Berikut cara menanam bunga melati yang baik. Pertama, setelah membuat bedengan, buatlah lubang tanam dengan ukuran sekitar 39 x 39 x 39 cm dan jarak antar lubang tanam minimal 99 cm.

Kemudian masukkan 2 kg pupuk kandang ke setiap lubang tanam dan masukkan bibit melati dari polybag ke lubang tanam tersebut, urug dengan tanah. Terakhir, lakukan penyiraman & pemupukan pada bibit melati dengan dosis yang tepat secara teratur.

 

8. Pemeliharaan Bunga Melati

 

  • Pemupukan

Pemupukan tanaman melati dilakukan tiap tiga bulan sekali. Jenis dan dosis pupuk yang dapat digunakan terdiri atas Urea 300-700 kg, STP 300-500 kg dan KCI 100-300 kg/ha/tahun.

Pemberian pupuk ini juga dapat dilakukan dengan cara disebar secara merata dalam parit di antara barisan tanaman atau sekeliling tajuk tanaman sedalam kira-kira  10-15 cm, kemudian ditutup dengan tanah.

Disarankan bahwa setiap tanaman harus diterapkan dengan 10 kg FYM dan 60 g Nitrogen dan masing-masing dari Fosfor dan Kalium dan mereka harus diterapkan dalam dua tumpah dosis 120 g yaitu sekali setelah pemangkasan tahunan dan lagi selama bulan Juni-Juli.

 

  • Penyiangan

Penyiangan dan memperkuat saluran irigasi dan pematang adalah operasi antar diikuti untuk budidaya melati. Penyiangan pertama yang harus dilakukan 20-25 hari setelah tanam dan menyiangi berikutnya dilakukan sekali dalam 2-3 bulan.

 

  • Penyulaman

Cara penyulaman adalah dengan mengganti tanaman yang mati dengan bibit yang baru. Teknik penyulaman pada dasarnya sama dengan tata laksana penanaman, hanya saja penyulaman ini dilakukan pada lokasi/lubang tanam yang bibitnya perlu diganti.

Periode penerapan penyulaman sebaiknya tidak lebih dari satu bulan setelah tanam. Penyulaman seawal mungkin bertujuan agar tidak menyulitkan pemeliharaan tanam berikutnya dan pertumbuhan tanam menjadi seragam.

Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas.

 

  • Pemangkasan

Pelatihan pada dasarnya dilakukan untuk memberikan bentuk yang diinginkan untuk tanaman sedangkan, pemangkasan dilakukan untuk mendapatkan tanaman yang diinginkan.

Biasanya, irigasi ditahan sebelum pemangkasan dan tanaman dipangkas dengan menghapus semua tunas musim lalu termasuk cabang mati dan sakit.

Dianjurkan untuk memangkas tanaman pada minggu terakhir bulan November untuk mendapatkan peningkatan hasil dan kualitas bunga.

 

9. Pengendalian Hama dan Penyakit Bunga Melati

 

Hama Bunga Melati

 

  • Palpita Unionalis Hubn yaitu Hama ini seringkali disebut sebagai ulat papita, yang menyerang tanaman melati saat berada dalam bentuk larva (ulat). Pengendalian hama dapat dilakukan dengan cara memotong bagian tanaman yang terserang dan menyemprotkan insektisida seperti Decis 2,5 EC atau Perfekthion 400 E.
  • Hendecasis Suplifascialis yakni Hama ini menyerang tanaman melati dengan menggerek/melubangi bunga sehingga gagal mekar dan terinfeksi sehingga membusuk dan rusak. Pengendalian dengan menggunakan insektisida seperti Desic 2,5E, Cascade 50 EC atau Lannate L.
  • Thrips sp ialah Hama ini merupakan hama yang menyerang berbagai jenis tanaman dengan mengisap cairan permukaan daun pada terutama daun-daun muda. Untuk pengendaliannya dilakukan dengan mengurangi keragaman tanaman inang di sekitar kebun tanaman melati. Pengendalian dengan insektisida dapat dilakukan dengan menggunakan Mesurol 50 WP, Pegasus 500 SC atau Dicarzol 25 SP.
  • Dialeurodes Citri yakni Hama ini hidup bergerombol dan menempel pada cabang, ranting maupun pucuk. Hama akan mengisap cairan dalam sel sehingga mengganggu proses metabolisme tanaman terutama mengganggu proses fotosintesis. Pengendalian hama dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida seperti Perfekthion 400 EC/Decis 2,5 EC.

 

Penyakit Bunga Melati

 

  • Hawar Daun disebabkan oleh jamur Rhizcotonia solani Kuhn. Penyakit ini menyerang daun yang terletak dekat dengan permukaan tanah.
  • Hawar Benang (Thread Blight) disebabkan oleh jamur Marasmiellus scandens Mass, yang menyernag pada bagian cabang tanaman.
  • Hawar Bunga (Flower Blight) disebabkan ole jamur Culvularia sp, Fusarium sp, juga Phoma sp. Penyakit ini ditandai dengan bunga yang membusuk, berwarna cokelat muda dan terkadang disertai gugurnya bunga.
  • Bercak Daun disebabkan oleh jamur Pestaloita sp, dimana bercak-bercak berwarna coklat hingga kehitaman akan muncul pada daun.
  • Karat Daun disebabkan oleh Cephaleuros virescens Kunze, yang merupakan ganggang hijau parasit. Penyakit ini terutama menyerang daun-daun yang sudah tua, ditandai dengan munculnya bercak-bercak kemerah-merahan dan berbulu pada daun yang terjangkit.
  • Jamur Upas disebabkan oleh jamur Capnodium salminicolor, yang menyerang batang dan cabang tanaman melati yang berkayu. Penyakit ini ditandai dengan tertutupnya permukaan atas daun dengan kapang jelaga yang berwarna hitam.

 

10. Pemanenan Bunga Melati

 

Untuk menentukan apakah bunga telah dapat dipanen, dapat dilihat dari beberapa ciri fisik bunga. Salah satunya ditandai oleh ukuran kuntum bunga yang sudah besar dan masih kuncup atau setengah mekar. Tanaman melati berbunga pada usia tanaman 7-12 bulan.

Pemanenan dapat dilakukan hingga tanaman berumur 5 – 10 tahun dan dapat dilakukan pada sepanjang tahun selama berkali-kali.

Pemanenan dilakukan dengan memetik bunga, sebaiknya dilakukan pad apagi atau sore hari saat matahari tidak terlalu terik dan cuaca tidak terlalu panas.

Hasil panen tertinggi biasanya dicapai pada 1 – 2 minggu awal, kemudian akan menurun dan meningkat kembali 2 bulan kemudian. Setiap tahun, masa berbunga tanaman melati dapat berlangsung hingga 3 bulan.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 10 Cara Menanam Bunga Melati Terlengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakannya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

Baca Juga  √ 6 Cara Menanam Bunga Lavender Terlengkap

Baca Juga  √ 4 Cara Budidaya Bunga Kamboja Terlengkap

Baca Juga  √ 5 Cara Mudah Menanam Tanaman Hidroponik Yang Mudah dan Benar Terlengkap

Baca Juga  √ 6 Cara Menanam Bunga Dahlia Terlengkap