√ 8 Cara Menanam Buncis Terlengkap

√ 8 Cara Menanam Buncis Terlengkap Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai Cara Menanam Buncis.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana cara menanam buncis yang baik dan benar? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

√ 8 Cara Menanam Buncis Terlengkap
√ 8 Cara Menanam Buncis Terlengkap

 

Mengenal Tanaman Buncis

 

Buncis yang dalam bahasa ilmiahnya yaitu Phaseolus vulgaris L merupakan salah satu sayuran yang termasuk golongan famili Leguminosae. Tanaman buncis ini juga memiliki dua tipe, yakni tipe merambat (bersifat indeterminate) serta tipe tegak (bersifat determinate).

Tanaman buncis pada tipe merambat mempunyai cabang yang lebih banyak serta buku bunga yang juga lebih banyak, sehingga berpotensi untuk dapat memberi hasil yang lebih besar.

Tipe pada buncis rambat mudah rebah karena panjangnya bisa mencapai sekitar 3 meter sehingga dibutuhkan lanjaran atau turus agar tumbuh dengan baik. Tipe pada buncis tegak panjangnya tidak lebih dari 60 cm, sehingga tidak dibutuhkan turus atau lanjaran.

Buncis juga merupakan salah satu tanaman sayuran yang berasal dari negara Mexico Selatan, Amerika Selatan, dan daratan Cina. Selanjutnya, penanaman tanaman ini juga meluas ke negara Indonesia, Malaysia, Karibia, Afrika Timur dan Barat.

 

 

Hama Tanaman Buncis

 

1. Ulat Polong

 

Ciri- Ciri Hama

  • Ulat penggerek polong atau Etiella zinckenella T yang berkepala hitam ini juga mula-mula memiliki tubuh yang berwarna hijau pucat, kemudian akan menjadi kemerahan. Tubuh ulat polong ini berbentuk silindris dengan panjang sekitar 15 mm.

 

Gejala Serangan

  • Serangan ulat penggerek polong dapat menyebabkan permukaan polong tampak diselubungi benang-benang putih yang apabila disingkap, akan nampak larva hama di dalamnya. Pada kulit polong yang akan terserang nampak adanya titik hitam atau cokelat tua bekas tempat masuknya hama.

 

Pengendalian

Ulat penggerek polong yang menyerang dapat dikendalikan dengan cara sebagai berikut ini :

  • Penanamandapat  dilakukan serempak atau dengan selisih waktu kurang dari 30 hari.
  • Dilakukan pergiliran tanaman dengan tanaman lain selain kacang-kacangan.
  • Digunakan obor untuk dapat menarik perhatian ngengat, sehingga apabila ngengat mendekat akan mati terbakar.
  • Pemberantasan secara kimia dengan menggunakan insektisida dengan dosis sesuai anjuran.

 

2. Ulat Penggulung Daun

 

Ciri – Ciri Hama

  • Ulat penggulung daun (Lamprosema indicata dan L. diemenalis) yang memiliki tubuh yang berwarna hijau dengan garis-garis kuning sampai putih buram. Ulat ini kemudian menjadi kepompong dan akhirnya menjadi ngengat dengan sayap berwarna kuning berbercak hitam.

 

Gejala Serangan

  • Serangan ulat penggulung daun dapat menyebabkan daun menggulung. Di dalam daun yang menggulung tersebut, terdapat ulat yang sudah dilindungi oleh benang. Ulat dalam daun tersebut akan memakan daun dari dalam, sehingga pada daun juga terdapat lubang-lubang bekas gigitan. Lubang bekas gigitan tersebut akan semakin meluas, dan akhirnya hanya tersisa urat-urat daunnya saja.

 

Pengendalian

Ulat penggulung daun yang menyerang dapat dikendalikan dengan cara sebagai berikut ini :

  • Pengaturan pada jadwal tanam secara serentak atau dengan pergiliran tanaman.
  • Sebaiknya daun yang akan terserang dibuang atau dibakar.
  • Pengendalian secara kimia juga dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida dengan dosis sesuai anjuran.

 

 

Penyakit Tanaman Buncis

 

1. Bercak Daun Cercospora

 

Penyebab Penyakit

  • Penyakit bercak daun cercospora ini disebabkan oleh cendawan Cercospora canescens. Cendawan ini memiliki konidium seperti pada jarum atau gada terbalik, hialin tidak berwarna, berujung runcing, dan terdiri atas banyak sekat.

 

Gejala Serangan

  • Serangan penyakit bercak daun cercospora ini juga akan menimbulkan bercak bulat pada kedua permukaan daun. Bercak tersebut berdiameter sekitar 1 mm- 5 mm dengan halo kuning di sekitarnya. Bercak dapat mencapai tangkai daun dan batang.

 

Pengendalian

Penyakit bercak daun cercospora dapat dikendalikan dengan cara sebagai berikut :

  • Penerapan pergiliran tanaman.
  • Penggunaan fungisida yang sesuai dengan anjuran.

 

2. Penyakit Embun Tepung

 

Penyebab Penyakit

  • Penyakit embun tepung dapat disebabkan oleh cendawan Erysiphepolygoni. Penyakit tersebar melalui spora dan menyerang saat udara panas.

 

Gejala Serangan

  • Serangan penyakit embun tepung yang akan menyebabkan daun, batang, bunga, dan buah berwarna putih keabuan seperti beludru. Pada polong juga terdapat tepung berwarna cokelat suram.

 

Pengendalian

Penyakit embun tepung dapat dikendalikan dengan cara sebagai berikut :

  • Pemotongan dan juga pembakaran bagian tanaman yang terserang.
  • Penyemprotan fungisida yang sesuai dengan suatu anjuran.
  • Penghembusan dengan tepung belerang.

 

 

Manfaat Tanaman Buncis

 

  • Dapat membantu mengkontrol kadarglukosa dalam darah.
  • Dapat membantu mencegah penuaan dini.
  • Dapat membantu melancarkan sistem pencernaan.
  • Dapat membantu menjaga jantung agar lebih sehat.
  • Dapat membantu mengatasi batu ginjal.
  • Dapat membantu meningkatkan sistem metabolisme tubuh.
  • Dapat membantu meningkatkan sistem imun atau sistem kekebalan tubuh.
  • Mengandung kalori yang cukup rendah.
  • Dapat membantu meningkatkan produksi sel darah merah.
  • Dapat mencegah cacat tabung saraf bayi.

 

 

Syarat Tumbuh Buncis

 

  • Tanaman buncis pada umunya dapat tumbuh dengan baik pada daerah dataran rendah hingga sedang.
  • Budidaya buncis dapat anda lakukan pada jenis tanah pada umunya asalkan tanah yang subur.
  • Suhu terbaik untuk memaksimalkan pertumbuhan buncis yaitu sekitar 20-25 º C.
  • Tanaman dapat tumbuh dengan baik pada lahan yang cukup air akan tetapi tidak terlalu basah ataupun becek.
  • Mengandung keasaman tahan atau ph tanah kurang lebih 5 – 6,5.

 

 

Cara Menanam Buncis

 

1. Pembibitan Tanaman Buncis

 

  • Persyaratan Bibit

Benih yang akan digunakan juga harus benih yang baik dan berasal dari pohon induk yang baik pula. Benih yang cukup baik juga memiliki daya tumbuh minimal sekitar 80-85%, berbentuk utuh dan bernas, seragam, tidak tercampur varietas lain, berwarna mengkilat, tidak bernoda coklat pada mata bijinya, bersih dari kotoran, serta bebas dari hama atau penyakit.

Benih dengan daya tumbuh tinggi, dapat disimpan dalam waktu lama, tumbuhnya cepat dan merata, tahan dari serangan hama atau penyakit, serta menghasilkan tanaman dewasa yang normal serta berproduksi tinggi.

 

  • Penyiapan Benih

Mengingat dengan sulitnya memilih benih yang baik, disarankan untuk membeli benih bersertifikat, sehingga kualitasnya dapat dijamin.

Karena benih bersertifikat yang kita beli terkadang akan melebihi kebutuhan, maka harus pula diperhatikan cara penyimpanan benih yang baik.

Untuk menyimpan kelebihan benih, simpanlah di tempat yang memiliki suhu sekitar 18-20 ºC dengan kelembaban antara 50-60 %. Bila persyaratan tersebut dapat terpenuhi, benih buncis dapat bertahan sampai dengan 3 tahun.

 

2. Persiapan Lahan Buncis

 

Tahap pertama dalam menanam buncis yaitu pengolahan lahan yang baik untuk memaksimalkan pertumbuhan. Pengolahan dengan cara penggemburan tanah menggunakan cangkul atau bisa dengan pembajakan jika memiliki uang lebih untuk mempersingkat waktu anda.

Setelah tanah gembur buat bedengan dengan tinggi sekitar 30 cm dan lebar 50-60 cm, untuk panjang bedengan tentunya menyesuaikan lahan yang anda miliki. Setelah penggemburan tanah tambahkan pupuk dolomit pertanian apabila lahan anda memiliki ph dibawah 5.

 

3. Pembuatan Bedengan Tanaman Buncis

 

Selanjutnya untuk memudahkan pekerjaan pemeliharaan dibuat bedengan-bedengan dengan ukuran panjang sekitar 5 meter, lebar 1 meter dan tinggi 20 cm. Jarak antar bedengan sekitar 40-50 cm, selain sebagai jalan juga untuk saluran pembuangan air (drainase).

Untuk areal yang tidak begitu luas, misalnya tanah pekarangan, tidak dibuat bedengan tetapi menggunakan guludan tanah selebar sekitar 20 cm, panjang 5 meter, tinggi 10-15 cm dan jarak antar guludan 70 cm.

 

4. Pengapuran Tanaman Buncis

 

Umumnya tanah di Indonesia bersifat asam (pH <7). Untuk menaikkan pH tersebut diperlukan pengapuran, menggunakan batu kapur kalsit, gips, kadolomite, atau batu kapur talk. Dosis untuk menaikan pH sebesar 0,1 sebesar 480 kg/ha.

Pemberian kapur sebaiknya dilakukan 2-3 minggu sebelum penanaman, dengan cara sebagai berikut:

  • Tanah digemburkan dengan mencakulnya.
  • Kapur disebar merata.
  • Tanah dicangkul kembali agar kapur dapat bercampur dengan tanah secara merata.

 

5. Menanam Benih Buncis

 

  • Campurkan tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1.
  • Masukkan ke dalam pot dan penuhi sebanyak ¾ bagian pot.
  • Buatlah lubang di bagian tengah.
  • Masukkan sekitar dua biji benih buncis.
  • Timbun dengan tanah.
  • Padatkan tanah hingga rata secara perlahan.
  • Siram dengan air secukupnya secara lembut.
  • Letakkan di tempat dengan intensitas cahaya matahari yang cukup.
  • Pantaulah pertumbuhan benih buncis.

 

6. Pemasangan Ajir

 

Pemasangan ajir perlu anda lakukan apabila anda menanam buncis dari varietas buncis yang tumbuh merambat. Pembuatan ajir dapat menggunakan bilahan bambu maupun kayu sebagai media rambat. Tancapkan ajir sedikit miring, pemasangan ajir sesuai jumlah lubang tanam.

 

7. Pemeliharaan Tanaman Buncis

 

  • Penyulaman

Penyulaman dilakukan sebelum umur tanaman 10 hari, agar pertumbuhan bibit dapat merata dan pemeliharaan lebih mudah. Penyulaman dilakukan dengan mengganti benih yang tidak tumbuh dengan benih yang baru.

 

  • Pengguludan

Saat umur tanaman lebih dari 20 hari dan 40 hari, lakukan peninggian guludan atau bedengan, guna merangsang tanaman untuk memperbanyak akar, sehingga dapat menguatkan tumbuhnya tanaman serta memelihara struktur tanah.

 

  • Pemangkasan

Tanaman buncis perlu dipangkas agar ranting-ranting bertambah banyak, karena jika ranting bertambah banyak maka buah yang dihasilkannya pun juga akan bertambah banyak, Pemangkasan dilakukan saat tanaman berumur 2 minggu dan 5 minggu.

 

  • Pemupukan

Pemupukan dapat dilakukan saat tanaman berumur 14-21 hari setelah tanam, Cara pemupukan cukup dengan ditunggal sekitar 10 cm dari tanaman, kemudian ditutup kembali cara diinjak kaki atau dengan menggunakan tunggal tersebut.

 

  • Pengairan

Pada musim penghujan, tanaman praktis tidak perlu diairi, karena sudah terpenuhi dari air hujan. Justru yang perlu diperhatikan adalah pembuangan air yang berlebihan melalui parit-parit yang terdapat di antara bedengan/guludan. Jika penanaman dilakukan pada musim kemarau, lakukan penyiraman 2 kali sehari saat tanaman berumur 1-15 hari.

 

8. Panen Tanaman Buncis

 

  • Ciri dan Umur Panen

Pemanenan dapat dilakukan saat tanaman berumur 60 hari dan polong memperlihatkan ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Warna polong agak muda dan suram.
  2. Permukaan kulitnya agak kasar.
  3. Biji dalam polong belum menonjol.
  4. Bila polong dipatahkan akan menimbulkan bunyi letup.

 

  • Cara Panen

Cara panen yang dilakukan biasanya dengan cara dipetik dengan tangan. Penggunaan alat seperti pisau atau benda tajam yang lain sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan luka pada polongnya. Kalau hal ini terjadi maka cendawan atau bakteri dapat masuk kedalam jaringan, sehingga kualitas polong menurun.

 

  • Periode Panen

Pelaksanaan panennya dapat dilakukan secara bertahap, yaitu setiap 2-3 hari sekali. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh polonh yang seragam dalam tingkat kemasakkannya. Pemetikan dihentikan pada saat tanaman berumur lebih dari 80 hari, atau kira0kira sejumlah 7 kali panen.

 

  • Prakiraan Produksi

Bila dalam pelaksanaan budidaya tanaman buncis sudah baik, artinya sudah sesuai dengan ketentuan-ketentuan diatas maka produksi perhektar dapat mencapai sekitar 150 kuintal polong segar.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 8 Cara Menanam Buncis Terlengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakannya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

/* */