√ 7 Cara Menanam Buah Alpukat Terlengkap

√ 7 Cara Menanam Buah Alpukat Terlengkap Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai Cara Menanam Buah Alpukat.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana cara menanam buah alpukat yang baik dan benar? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

√ 7 Cara Menanam Buah Alpukat Terlengkap
√ 7 Cara Menanam Buah Alpukat Terlengkap

 

Mengenal Buah Alpukat

 

Avokad atau Alpukat dalam bahasa ilmiahna yaitu Persea americana merupakan salah satu tumbuhan penghasil buah meja dengan nama sama. Tumbuhan ini berasal dari negara Meksiko dan Amerika Tengah dan kini banyak dibudidayakan di Amerika Selatan dan Amerika Tengah sebagai salah satu tanaman perkebunan monokultur dan sebagai tanaman pekarangan di daerah-daerah tropika lainnya yang berada di dunia.

Pohon, dengan batang mencapai tinggi sekitar 20 m dengan daun sepanjang 12 hingga 25 cm. Bunganya tersembunyi dengan warna hijau kekuningan dan ukuran sekitar 5 hingga 10 milimeter. Ukurannya bervariasi dari 7 hingga 20 sentimeter, dengan massa sekitar 100 hingga 1000 gram, serta biji yang besar, 5 hingga 6,4 sentimeter.

Buahnya bertipe buni, yang memiliki kulit lembut tak rata berwarna hijau tua hingga ungu kecoklatan, tergantung pada varietasnya. Daging buah alpukat ini berwarna hijau muda dekat kulit dan kuning muda dekat biji, dengan tekstur yang lembut.

 

 

Manfaat Buah Alpukat

 

  • Dapat membantu dalam pembentukan kolagen kulit.
  • Dapat membantu melembabkan kulit kering.
  • Dapat membantu mengobati sariawan.
  • Dapat membantu mengobati darah tinggi (hipertensi) (daun).
  • Dapat membantu mengobati kencing batu (daun).
  • Dapat membantu mengobati sakit kepala (daun).
  • Dapat membantu mengobati nyeri syaraf dan lambung (daun).
  • Dapat membantu mengobati pembengkakan pada saluran pernapasan (daun).
  • Dapat mengatasi masalah menstruasi tidak teratur (daun).
  • Dapat mengobati sakit gigi.
  • Dapat membantu mengatasi kencing manis.
  • Dapat mengangkat sel kulit mati dan merangsang pertumbuhan sel baru serta meningkatkan sirkulasi darah pada kulit.
  • Dapat Membuat rambut tampak lembut dan berkilau.
  • Dapat mencegah risiko terkena penyakit stroke.
  • Dapat menjaga kesehatan mata.
  • Dapat membantu mengobati sakit Maag.
  • Dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.
  • Dapat mencegah Kanker Prostat.
  • Dapat membantu kesehatan jantung.
  • Dapat menangkal radikal bebas yang masuk dalam tubuh.
  • Dapat mencegah penuaan dini.
  • Dapat mencegah kanker otak dan penyakit spina bifida (yaitu penyakit yang disebabkan keluarnya jaringan sumsum tulang belakang dari punggung janin) dalam kandungan.

 

 

Syarat Tumbuh Buah Alpukat

 

1. Iklim

Angin sangat diperlukan oleh tanaman alpukat, terutama untuk proses penyerbukan. Namun, angin dengan kecepatan sekitar 62,4 – 73,6 km/h dapat mematahkan ranting dan batang tanaman alpukat yang lunak, rapuh dan mudah patah.

Curah hujan minimum untuk pertumbuhan ialah sekitar 750-1000 mm/tahun. Ras Hindia Barat dan persilangannya tumbuh dengan cukup subur pada dataran rendah.

Iklim tropis dengan curah hujan sekitar 2500 mm/tahun. Untuk daerah dengan curah hujan yang kurang dari suatu kebutuhan minimal kira-kira 2-6 bulan kering, tanaman alpukat ini masih dapat tumbuh asal tanah yang terdapat air dengan kedalaman hingga 2 m.

Kebutuhan cahaya matahari untuk sebuah pertumbuhan berkisar 40-80%. Untuk ras Meksiko dan Guatemala jauh lebih tahan terhadap cuaca dingin dan iklim. kering, bila dibandingkan dengan ras Hindia Barat.

Suhu optimal untuk suatu pertumbuhan alpukat berkisar 12,8 – 28,3 ºCelcius. Mengingat tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, tanaman alpukat juga dapat mentolerir suhu antara 15-30 ºC atau bisa lebih.

Besarnya suhu kardinal tanaman alpukat ini tergantung setiap ras masing-masing , antara ras lain Meksiko yang memiliki toleransi kekuatan hingga -7 ºC, Guatemala sampai -4,5 ºC, dan Hindia Barat sampai 2 ºC.

 

2. Media Tanam

Tanaman alpukat supaya tumbuh sangat optimal ini juga memerlukan tanah gembur, tidak mudah tergenang air, (sistem drainase atau pembuangan air yang baik), subur dan juga banyak mengandung bahan organik.

Jenis tanah yang sangat baik untuk sebuah pertumbuhan alpukat merupakan salah satu jenis tanah lempung berpasir (sandy loam), lempung liat (clay loam) dan juga lempung endapan (aluvial loam).

Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara pH sedikit asam sampai netral sekitar (5,6-6,4). Bila pH di bawah 5,5 maka tanaman ini akan menderita keracunan karena unsur Al, Mg, dan Fe larut dalam jumlah yang cukup banyak. Sebaliknya pada pH di atas 6,5 beberapa unsur fungsional seperti Fe, Mg, dan Zn menjadi akan berkurang.

 

3. Ketinggian Tempat

Pada umumnya tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu sekitar 5-1500 m dpl. Namun tanaman ini akan tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan pada ketinggian sekitar 200-1000 m dpl.

Untuk tanaman alpukat ras Meksiko dan Guatemala lebih cocok ditanam di daerah dengan ketinggian sekitar 1000-2000 m dpl. Sedangkan pada ras Hindia Barat pada ketinggian sekitar  5-1000 m dpl.

 

 

Cara Menanam Buah Alpukat

 

1. Persiapan Biji Alpukat

 

  • Potong buah alpukat menjadi dua bagian. Ingat dalam memotong buah alpukat sangat tidak disarankan untuk mengenai bagian bijinya. Upayakan untuk menjaga biji alpukat agar tetap utuh dan tidak tergores.
  • Ambil biji alpukat, pisahkan dari daging buahnya.
  • Lepaskan kulit luar biji alpukat dengan tangan. Untuk dapat memudahkan pemisahan kulit luar, dapat dilakukan sambil direndam di dalam air. Kupas pada bagian luarnya hingga terlihat warna coklat muda.
  • Cuci kembali biji alpukat yang telah dipisahkan dari kulit luarnya hingga bersih.
  • Tusukkan 3 buah tusuk gigi di tiga titik biji alpukat. Upayakan tusukkan tersebut berada pada satu garis melingkar dengan posisi tusukkan lebih serong ke arah bawah.
  • Pastikan bahwa anda sudah paham antara bagian atas dan bawah dari biji alpukat. Bagian atasnya ialah tempat tumbuhnya sebuah tunas, dimana bentuknya lebih lonjong jika dibandingkan dengan bagian bawah.
  • Untuk biji alpukat bagian bawah yaitu tempat dimana tumbuhnya akar yang berbentuk sedikit lebih datar dibandingkan bagian atas.

 

2. Persiapan Lahan Tanam

 

Lahan yang akan digunakan untuk sebuah budidaya alpukat ini dapat diolah terlebih dahulu, bersihkan semua gulma atau tanaman pengganggu, pepohonan, hingga batu yang ada pada lahan tanam.

Setelah itu, gemburkan lahan tanam dengan cara dibajak atau di cangkul, kemudian di cangkul halus sebanyak 2 hingga 3 kali.

 

3. Proses Pembibitan Tanaman Alpukat

 

  • Tuangkan air ke dalam cup atau bisa juga gelas plastik yang telah disediakan. Pastikan kuantitas pada air tidak memenuhi gelas, sehingga cukup tuangkan air sebanyak sekitar ¾ gelas aja.
  • Letakkan biji alpukat yang telah ditusuk dengan tusuk gigi di atas cup atau gelas plastik.
  • Pastikan posisi atau juga letak biji alpukat sudah benar, dimana yang terendam air yaitu pada bagian bawahnya dan tempat tumbuhnya akar.
  • Pastikan biji alpukat yang terendam air adalah sebanyak ¼ bagian.
  • Berikan gambar garis sesuai dengan ukuran air.
  • Tuangkan satu sendok gula pasir ke dalam air. Gula pasir berfungsi sebagai nutrisi tambahan untuk pertumbuhan tunas dan akar alpukat.
  • Letakkan di tempat yang tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung, seperti di dekat jendela.

 

4. Penanaman Bibit Tanaman Alpukat

 

Cara menanam buah alpukat ini sama saja dengan cara tanam pohon-pohon atau buah-buah lain pada umumnya. Kita hanya tinggal meletakan bibit alpukat yang sudah siap tanam di dalam lubang-lubang tanam yang telah kita atur sedemikian rupa 2 minggu sebelumnya.

Dan menimbunnya kembali dengan baik hingga lebih tinggi dari tanah yang berada di sekitarnya untuk menghindari genangan air di sekitar pohon.

Waktu tanam yang paling baik yakni pada waktu awal muism hujan. Setelah ditanam, kita juga hanya tinggal melanjutkan dengan sebuah upaya perawatan seperti menyiram, memupuk dan mengendalikan hama.

 

5. Pemeliharaan dan Perawatan Buah Alpukat

 

  • Penyiraman Tanaman

Lakukan penyiraman pada setiap hari pada bibit yang baru ditanam karena bibit tersebut akan membutuhkan banyak air. Penyiraman tersebut dapat dilakukan setiap pagi atau sore hari dan apabila hujan tidak perlu dilakukan penyiraman.

 

  • Penyiangan

Lakukan penyiangan secara rutin pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang ada disekitar tanaman alpukat.

 

  • Penggemburan Tanah

Gemburkan tanah yang ada disekitar tanaman alpukat, karena tanah yang terkena siram setiap hari akan memadat dan asupan udara mengurang sehingga tanaman kesulitan menyerap nutrisi yang dibutuhkannya. Penggemburan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar akar tidak putus.

 

  • Pemangkasan Tanaman Alpukat

Apabila pada cabang yang tumbuh terlalu rapat atau cabang ada yang mati maka lakukan pemangkasan. Setelah dipangkas, bagian bekas pangkas ini diberi fungisida agar tidak terinfeksi jamur atau penyakit.

 

  • Pemupukan Tanaman

Lakukan pemupukan secara teratur sebanyak 4 kali dalam setahun dengan jumlah pupuk yang diberikan bergantung pada umur tanaman. Pupuk yang biasa digunakan untuk sebuah pemupukan ialah pupuk urea, TSP, dan KCl.

Pemupukan dilakukan dengan cara dimasukan dalam lubang yang dibuat melingkar dibawah tajuk tanaman dengan kedalaman sekitar 30 cm hingga 40 cm.

 

6. Pemberantasan Hama dan Penyakit Buah Alpukat

 

Hama Buah Alpukat

 

Ulat Kipat (Cricula trisfenestrata Helf)

  • Ciri : Panjang tubuh sekitar 6 cm, berwarna hitam bercak-bercak putih dan dipenuhi rambut putih. Kepala dan ekor berwarna merah menyala.
  • Gejala: Daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pada serangan yang hebat, daun habis sama sekali tetapi tanaman tidak akan mati, dan terlihat kepompong bergelantungan.
  • Pengendalian: Menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif monokrotofos atau Sipermetein, misal Cymbush 50 EC dengan dosis 1-3 cc/liter atau Azodrin 15 WSC dengan dosis 2-3 cc/liter.

 

Ulat Kupu-kupu Gajah (Attacus atlas L)

  • Ciri : Sayap kupu-kupu ini dapat mencapai ukuran sekitar 25 cm dengan warna coklat kemerahan dan segitiga tansparan. Ulat berwarna hijau tertutup tepung putih, panjang 15 cm dan mempunyai duri yang berdaging. Pupa terdapat di dalam kepompong yang berwarna coklat.
  • Gejala : Sama saja dengan gejala serangan ulat kipat, tetapi kepompong tidak dapat bergelantungan melainkan terdapat di antara daun.
  • Pengendalian : Sama dengan pemberantasan ulat kipat.

 

Penyakit Buah Alpukat

 

Antraknosa

  • Penyebab : Jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) sacc. Yang mempunyai miselium berwarna cokleat hijau sampai hitam kelabu dan sporanya berwarna jingga.
  • Gejala : Penyakit ini juga dapat menyerang semua bagian tanaman, kecuali akar. Bagian yang sudah terinfeksi berwarna cokelat karat, kemudian daun, bunga, buah atau cabang tanaman yang terserang akan gugur.
  • Pengendalian : Pemangkasan ranting dan cabang yang mati. Penelitian buah dilakukan agak awal (sudah tua tapi belum matang). Dapat juga disemprot dengan suatu fungisida yang berbahan aktif maneb seperti pada Velimex 80 WP. Fungisida ini diberikan 2 minggu sebelum pemetikan dengan dosis sekitar 2-2,5 gram/liter.

 

Bercak Daun atau Bercak Cokelat

  • Penyebab : cercospora purpurea Cke. yang dikenal juga dengan Pseudocercospora purpurea (Cke.) Derghton. Jamur ini memiliki warna yang gelap dan menyukai tempat lembab.
  • Gejala : bercak cokelat muda dengan tepi cokelat tua di permukaan daun atau buah. Bila cuaca lembab, bercak cokelat berubah menjadi suatu bintik-bintik kelabu. Bila dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi sebuah lubang yang dapat dimasuki organisme lain.
  • Pengendalian : Penyemprotan fungisida Masalgin 50 WP yang mengandung benomyl, dengan dosis sekitar 1-2 gram/liter atau dapat juga dengan mengoleskan bubur Bordeaux.

 

7. Pemanenan Buah Alpukat

 

Alpukat akan mulai berbuah setelah berumur sekitar 10-15 tahun jika ditanam melalui biji, jika ditanam dengan sistem vegetatif biasanya akan mulai berbuah setelah berumur sekitar 5 hingga 8 tahun bergantung pada perawatan yang diberikan. Biasanya buah akan dapat dipanen setelah 6 hingga 7 bulan setelah bunga mekar.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 7 Cara Menanam Buah Alpukat Terlengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakannya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

/* */