√ Cara Budidaya Ubi Jalar yang Efektif dan Lengkap

√ Cara Budidaya Ubi Jalar yang Efektif dan Lengkap

 

 

 

CaraBudidaya.Co.ID – Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id . Kali ini kita akan membahas mengenai cara budidaya ubi jalar secara lengkap.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana Cara budidaya ubi jalar? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

 


Mengenal Ubi Jalar

 

Ubi jalar atau Ipomoea Batatas L. ialah sejenis tanaman budidaya. Bagian yang bisa dimanfaatkan yakni akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi. Di Negara Afrika, umbi ubi jalar dijadikan sebagai salah satu sumber makanan pokok yang penting. Di Asia, selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar dapat dibuat sayuran.

Ubi jalar berasal dari Negara Amerika Selatan tropis dan masih jadi perdebatkan, Papua. Kalangan yang tidak menyetujui asal mula ubi jalar dari Papua berpendapat bahwa orang Indian telah berlayar menuju ke barat melalui Samudra Pasifik dan membantu menyebarkan ubi jalar ke Asia.

 


 

Syarat Tumbuh Ubi Jalar

 

  • Ubi jalar tumbuh dengan baiknpada daerah tropis seperti Indonesia.
  • Tanaman ubi jalar memerlukan sinar matahari penuh atau 10 – 12 jam sehari.
  • Curah hujan yang diperlukan yakni 700 – 1500 mm per tahun
  • Suhu ideal 20 – 28 derajat celcius.
  • Ubi jalar baik dibudidayakan pada dataran rendah hingga dataran dengan ketinggian 1000 mdpl.
  • Tanah yang cocok untuk budidaya ubi jalar adalah tanah lempung berpasir, gembur dan kaya humus dan
  • PH ideal budidaya ubi jalar ialah 5,5 – 7.0.

 


 

Cara Budidaya Ubi Jalar

 

1.Persiapan Lahan Tanam Ubi Jalar

  • Lahan yang bagus untuk budidaya ubi jalar adalah lahan yang mempunyai drainase yang baik dan tidak becek.
  • Ubi jalar membutuhkan tanah yang gembur untuk perkembangan umbi, maka lahan budi daya ubi jalar harus digemburkan terlebih dahulu dengan cara dicangkul atau dibajak.
  • Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk kandang atau kompos dengan dosis 20 ton per hektar.
  • Buatlah bedengan setinggi 30-40 cm dengan lebar sekitar 1m
  • Jarak antar bedengan dibuat dengan jarak 50 atau 70 cm.

 


 

2.Persiapan Bibit Ubi Jalar

Persiapan bibit ubi jalar dapat dikerjakan dengan 2 metode yaitu generatif, yakni melalui umbi dan melaui vegetatif yakni dengan penyetekkan.

 

  • Cara generatif

Perbanyakan cara ini dengan menumbuhkan umbi. Caranya dengan memilih umbi berkualitas, kemudian didiamkan di tempat lembab dan teduh sampai keluar tunasnya. Tunas yang keluar dari umbi dipotong dan siap untuk dibesarkan.

 

  • Perbanyakan vegetatif dengan distek.

Calon indukan diambil dari tanaman yang berumur di atas 2 bulan dengan ruas yang pendek-pendek. Dengan cara :

Potong batang tanaman kira-kira sepanjang 15-25 cm. Pada setiap potongan minimal terdapat dua ruas batang. Potong sebagian daun-daunnya untuk mengurangi penguapan. Ikat batang yang telah distek tersebut dan biarkan selama satu minggu di tempat yang teduh.

Perbanyakan dengan cara stek batang secara terus menerus akan menurunkan kualitas tanaman. Oleh sebab itu, perbanyakan dengan stek hanya dianjurkan untuk 3-5 generasi penanaman.

 


 

3.Proses Penanaman Ubi Jalar

  • Ubi jalar dapat Anda tanam dengan metode membenamkan 2/3 stek batang kedalam tanah.
  • Di dalam satu bedengan hanya terdapat dua baris tanaman.
  • Jarak antar tanaman satu dengan yang lain dalam satu baris kurang lebih 30 cm dan jarak antar baris 40 cm.
  • Pada awal pertumbuhan dari ubi jalar ini Anda harus menjaga kelembaban dari tanah sebaagai media tanamnya.
  • Lakukan penyiraman disetiap pagi dan sore hari pada stek yang baru Anda tanam.
  • Penyiraman bisa Anda hentikan setelah tanaman tersebut terlihat tumbuh, yang dapat diketahui dengan keluarnya daun baru.

 


 

4.Perawatan Tanaman Ubi Jalar

 

  • Pengairan

Pengairan tanaman ini sebenarnya jarang dilakukan sebab tahan terhadap kekeringan , pengairan dilakukan bila tanah terlihat kering.

 

  • Penyiangan

Pembersihan gulma dilakukan 2 minggu sekali atau bila rumput telah tumbuh dan pembubunan untuk menggemburkan tanah disamping batang tanaman dilakukan 1 kali , pada umur 1,5 bulan ini dilakukan agar akar tanaman dapat berkembang biak.

 

  • Pembalikan daun

Pembalikan daun/ jalar dilakukan 3 minggu sekali .Pembalikan daun/jalar agar akar pada ruas batang tidak bberkembang dan hanya akar pokok /bakal menjadi buah yang berkembang , pada akhirnya menjadi buah optimal.

 

  • Pemupukan

Pemupukan bertujuan menggantikan unsur hara yang terangkut saat panen, menambah kesuburan tanah, dan menyediakan unsur hara bagi tanaman.

Dosis pupuk yang tepat mesti berdasarkan hasil analisis tanah atau tanaman di daerah setempat. Dosis pupuk yang dianjurkan secara umum ialah 45-90kg N/ha (100-200 kg urea/ha) ditambah 25 kg P2O5/ha (?50 kg TSP/ha) ditambah 50 kg K2O/ha (?100 kg Cl/ha).

Pemupukan bisa dilakukan dengan sistem larikan (alur) dan sistem tugal. Pemupukan dengan sistem larikan dengan membuat larikan (alur) kecil di sepanjang guludan sejauh 7-10 cm dari batang tanaman, sedalam 5-7 cm, kemudian sebarkan pupuk secara merata ke dalam larikan sambil ditimbun dengan tanah.

 


 

5.Penanganan Hama dan Penyakit Ubi Jalar

Hama yang sering menyerang tanaman ubi jalar diantaranya Clyas foricarius , nemotoda meloidogyne sp , dan hama penggerek batang omphisa anastomasalis.
Untuk pengendaliannya hama tersebut ialah :

  • Menggunakan varietas lahan
  • Menggunakan stek dari tanaman ubi ungu yang sehat
  • Berikan furadan 3G
  • Pengairan yang cukup pada tanaman ubi ungu dan melakukan rotasi tanaman
  • Penanaman tanaman secara tumpang sari

 

Untuk penyakit yang sering menyerang ubi ungu iala kudis yang disebabkan oleh cendawan Sphaceloma batatas , untuk pengendaliannya dengan cara :

  • Memotong tanaman yang sakit dan membakarnya
  • Menanam ubi ungu dengan stek yang terbebas dari penyakit
  • Melakukan pergiliran tanaman dan melakukan perbanyakan bibit
  • Menanam varietas tanaman ubi ungu yang tahan terhadap penyakit

 


 

6.Pemanenan Tanaman Ubi Jalar

Lakukan pemanenan ketika sudah berumur sekitar 3,5-4 bulan. Ketika memanen, perhatikan mengenai cuaca saat itu. Hindari pemanenan ketika musim hujan deras karena akan membuat umbi membusuk.

Sebaiknya panen dilakukan maksimal 7 hari setelah hujan terjadi. Budidaya akan dikatakan berhasil jika 1 bibit tanaman dapat menghasilkan minimal 1 kg ubi jalar dan total dapat mencapai lebih dari 25 ton per hektar bahkan dapat mencapai 30-40 ton/ hektar untuk varietas tertentu. Sortir dan simpan di karung di tempat kering.

 

 


Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Cara Budidaya Ubi Jalar yang Efektif dan Lengkap . Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakan nya. Terima Kasih

 

Baca Juga Artikel Lainnya

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

/* */