√ Cara Budidaya Sambiloto yang Efektif dan Lengkap

√ Cara Budidaya Sambiloto yang Efektif dan Lengkap

 

 

CaraBudidaya.Co.ID – Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id . Kali ini kita akan membahas mengenai cara budidaya sambiloto secara lengkap.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana Cara budidaya sambiloto? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

 


Mengenal Sambiloto

 

Sambiloto atau Andrographis paniculata merupakan tumbuhan yang memiliki tinggi dapat mencapai 90 cm. Sambiloto ini berasal dari Asia dengan iklim tropika. Sambiloto memiliki khasiat untuk kesehatan sebab daunnya dapat dijadikan obat untuk beberapa jenis penyakit.

Sambiloto merupakan tanaman herbal dari family acanthaceae. Sambiloto umumnya tumbuh di alam yang terlindungi dibawah tegakan hutan. Ketersediaan air dan ketinggian tempat termasuk faktor ekologis utama dalam pertumbuhan sambiloto.

Penanaman sambiloto yang kekurangan air akan condong berbunga dan membentuk buah lebih awal sehingga bisa menurunkan kandungan bahan aktif dalam tanaman.

 


Ciri – Ciri Sambiloto

 

  • Sambiloto memiliki daun tunggal yang berhadapan dan bersilang dan tangkai daun yang pendek.
  • Daun memiliki bentuk lanset dengan pangkal dan ujung daun yang meruncing.
  • Pinggiran daunnya rata dan permukaan daun bagian atas mempunyai  warna hijau tua.
  • Bunga sambiloto memiliki cabang membentuk malai.
  • Bunga sambiloto keluar dari ketiak daun atau ujung batang.
  • Bunga mempunyai kelopak berbentuk seperti tabung yang berwarna putih.
  • Buah dari tanaman sambiloto berbentuk kapsul corong yang mempunyai panjang sekitar 1.5 cm dengan lebar 0.5 cm dan pada panggal dan juga ujung buahnya berbentuk tajam.

 


Manfaat Daun Sambiloto

 

  • Mengatasi gangguan sistem pencernaan
  • Mengatasi flu
  • Menjaga fungsi hati
  • Membantu mengobati gangguan saluran pernapasan
  • Mencegah diabetes
  • Menurunkan kolesterol
  • Mencegah penyakit jantung
  • Mengatasi masalah kulit
  • Mencegah kanker
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Syarat Tumbuh Tanaman Sambiloto

 

  • Curah hujan yang ideal untuk budidaya sambiloto ialah 2000-3000mm/tahunn. bulan basah (di atas 100mm/bulan) sekiar 5-7 bulan , bulan kering (dibawah 60mm/bulan) sekitar 4-7 bulan.
  • Suhu udara optimum 25 derajat celcius – 32 derajat celcius
  • Dapat tumbuh dengan pada ketinggian tempat dari daerah pantai sampai ketinggian 600mdpl.
  • Memerlukan sinar matahari dengan baik pada kondisi ternaungi sampai 30%
  • Struktur tanah yang baik untuk budidaya sambiloto ialah tanah andosol dan latosol.
  • Kelembaban yang dibutuhkan tanaman sambiloto yaitu 70-90%

Cara Budidaya Sambiloto

 

1.Persiapan Bibit Sambiloto

Bibit sambiloto bisa diperoleh dengan metode dari biji dengan cara :

  • Merendam biji selama 24 jam terlebih dahulu
  • Setelah itu keringkan sebelum disemaikan.
  • Perkecambahan kemudian terjadi 7 hari kemudian dan memiliki
    5 helai daun.
  • Benih siap dipindahkan ke polybag dengan media tanam campuran dari tanah, pasir dan pupuk kandang
  • Benih akan siap dipindah tanam setelah 21 hari.

2.Persiapan Lahan Tanam Sambiloto

Lakukan pengolahan tanah dengan cara menggarap dan mencangkul tanah sedalam ± 30 cm. Bersihkan tanah dari gulma dari ranting-ranting. Saluran drainase juga harus diperhatikan. Pembuatan dan pemeliharaan drainase bertujuan untuk menghindari berkembangnya penyakit tanaman.

 


3.Penanaman Sambiloto

  • Untuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang maksimal,
    jarak tanam disarankan 40 x 50 cm, atau 30 x 40 cm
  • Penanaman bisa dikerjakan pada bedengan ataupun guludan, yang disesuaikan dengan kondisi lahan.
  • Buatlah lubang tanam berukuran 25x25x25
  • Siapkan bibit yang sudah siap dipindah tanamkan
  • Buka polybag secara hati hati agar tidak merusak bibit
  • Kemudian tanam bibit ke lubang yang sudah dibuat
    timbun kembali dengan tanah kemudian padatkan
  • Jangan lupa untuk menyiram setelah melakukan penanaman.

4.Pemeliharaan Sambiloto

Lakukan perawatan sambiloto seperti, penyiangan yang disesuaikan dengan kondisi gulma sekitar. Dan juga drainase harus juga dirawat dan untuk menghindari munculnya genangan air.

Pemupukan disarankan menggunakan pupuk Urea, kandang, SP-36 dan KCl. Pupuk kandang diberikan pada saat seminggu sebelum proses tanam. Dosis pupuk kandang antara 10-20 ton per ha, jumlah ini akan disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah. Pada tanah yang kurang gembur, sebaiknya untuk memberikan pupuk kandang lebih banyak.

Dosis pupuk buatan yang dianjurkan untuk sambiloto adalah kisaran 100-200 kg Urea, 150 kg SP-36, 100-200 kg KCl per hektarnya. Pupuk jenis SP-36 dan KCl diberikan pada saat masa tanam, sedangkan Urea diberikan 2x yaitu saat berumur 1 dan 2 bulan pasca tanam, masing-masing setengah dosis.

Hama dan penyakit yang menyerang tanaman sambiloto ialah Aphis spp dan Sclerotium sp. Sclerotium sp sering melanda sambiloto khususnya pada musim hujan, dan mengakibatkan tanaman layu. Menggunakan bubuk cengkeh atau eugenol bisa mencegah dan menghalangi penyebaran Sclerotium sp.

 


5.Pemanenan Sambiloto

Pemanenan sebaiknya dilakukan sebelum tanaman berbunga,
yaitu pada 2 – 3 bulan setelah tanam.

Cara melakukan panen :

  • Memangkas batang utama sekitar 10 cm diatas permukaan tanah.
  • Panen selanjutnya bisa dilakukan 2 bulan setelah panen pertama.
  • Produksi sambiloto dapat mencapai 35 ton biomas segar per ha, atau
    sekitar 3 – 3,5 ton, kemudian daun dan batang lalu dijemur pada suhu 40 – 50°C sampai kadar air 10 %.
  • Penyimpanan ditempatkan dalam wadah tertutup sehingga
    tingkat kekeringannya tetap terjaga.

 


Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Cara Budidaya Sambiloto yang Efektif dan Lengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakan nya. Terima Kasih

Baca Juga Artikel Lainnya

/* */