√ Cara Budidaya Petai yang Benar dan Lengkap

√ Cara Budidaya Petai yang Benar dan Lengkap

 

 

 

CaraBudidaya.Co.ID – Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id . Kali ini kita akan membahas mengenai cara budidaya petai secara lengkap.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana Cara budidaya petai? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

 


 

Mengenal Petai

 

Petai atau disebut Parkia Speciosa ialah pohon tropika dari suku polong-polongan (Faibaceae), suku petai-petaian (Mimosoidae). Tumbuhan ini tersebar di Nusantara bagian barat. Bijinya, yang disebut “petai” juga, diasumsi ketika masih muda, baik segar ataupun direbus.

Pohon petai yang menahun, tinggi pohon bisa mencapai ketinggian 20m dan kurang bercabang. Daunnya majemuk, tersusun sejajar. Bunga majemuk, tersusun dalam bongkol (khas Mimosoidae). Bunga muncul biasanya di dekat ujung ranting. Buahnya besar, memanjang, betipe buah polong. Dari satu bongkol dapat ditemukan sampai belasan buah. Dalam satu buah terdapat hingga 20 biji, yang berwarna hijau ketika muda dan terbalut oleh selaput agak tebal berwarna coklat terang. Buah petai dapat mengering kalau di masak dan melepaskan biji-bijinya.

Biji petai memiliki bau yang khas dan mirip dengan jengkol, diasumsi segar ataupun dijadikan bahan campuran sejumlah menu. Sambal goreng hati tidak lengkap tanpa petai

 


 

Manfaat Petai Bagi Kesehatan

  • Mengobati penyakit diabetes / gula darah
  • Mengurangi Kolesterol
  • Sebagai Obat Sakit Jantung
  • Meredakan Depresi
  • Mencegah Gangguan PMS
  • Mencegah Penyakit Anemia
  • Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
  • Meningkatkan Kemampuan Kognitif
  • Mencegah Rasa Sesak Akibat Kekenyangan
  • Menghilangkan Rasa Gatal Akibat Gigitan Nyamuk
  • Manfaat Pete Untuk Mencegah Kegemukan pada Tubuh


 

Syarat Tumbuh Tanaman Pohon Petai

  • Tanaman petai bisa pula tumbuh pada lokasi dengan ketinggian 800 mdpl.
  • Area pananaman ini harus bersih dari gulma dan rumput liar.
  • Budidaya tanaman ini harus dilakukan di tanah yang memiliki tekstur yang halus.
  • Carilah lokasi lahan yg memiliki pH antara 5,5 dan 6,5.
  • Idealnya, tanaman ini tumbuh di daerah atau lingkungan lembab dengan cuaca yang sedikit basah.


 

Cara Budidaya Petai

 

1.Persiapan lahan Tanam Petai

  • Pilihlah lahan dengan tanah subur dan memiliki ketinggian 10 – 80 meter di atas permukaan laut.
  • Bersihkan gulma atau semak hingga ke akar – akarnya.
  • Gemburkan tanah yang sudah bersih dari gulma dengan cara di cangkul.
  • Lakukan pengapuran jika tingkat keasaman tanah tidak sesuai.
  • Buat lubang berukuran 40 x 40 x 40 cm.
  • Beri pupuk kandang dengan tebal sekitar 10 cm sebagai pupuk dasar.

 


 

2.Pemilihan Bibit Petai yang Berkualitas

  • Bibit petai bisa didapatkan dengan cara penyemaian biji (generatif) ataupun bisa dari cara okulasi (vegetatif).
  • Jika kurang paham dengan masalah pembibitan, dapat membeli bibit petai di toko yang menjual bibit tanaman sekitar rumah.
  • Perhatikanlah dalam pemilihan bibit karena kondisi bibit akan berpengaruh pada tanaman petai dikemudian hari.
  • Bibit petai dianjurkan yanng sehat bebas dari hama penyakit, berdaun hijau segar tidak layu, memiliki batang yang kokoh, tidak kering dan pilihlahbibit dengan percabangan rindang.
  • Pilihlah bibit yang sudah memiliki daun yang tua.

 


 

3.Penyemaian Bibit Petai

  • Campuran media tanam semai seperti tanah, pupuk kandang/kompos dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1
  • Masukkan media tersebut ke dalam polybag dan siram hingga benar-benar basah.
  • Tanam bibit ke dalam polybag dengan posisi kecambah/akar di bagian bawah
  • Buat lubang tanam agar proses penanaman lebih mudah dan akar/kecambah tidak patah
  • Usahakan biji petai masih terlihat sebagian, kemudian tutup dengan tanah humus, letakkan persemaian pada tempat teduh.
  • Setelah persemaian berumur 1 minggu biasanya benih sudah tumbuh dan mengeluarkan beberapa helai daun.
  • Letakkan bibit yang telah tumbuh dari hasil persemaian tersebut pada tempat yang terkena sinar matahari pagi agar pertumbuhan batang dan cabang lebih optimal dan lebih kuat.

 


 

4.Proses Penanaman Petai

Penanaman di lahan yang telah disiapkan dilakukan apabila bibit telah berusia minimal 6 bulan.Penanaman idealnya dilakukan pada musim penghujan.

Cara menanam petai :

  • Ambil bibit perlahan-lahan dari polybag.
  • Usahakan tanah yang melekat pada akar tidak sampai pecah.
  • Tanamlah bibit ke lubang tanam yang sudah disiapkan ,lalu timbun lubang dengan tanah.
  • Padatkan tanah timbunan dan usahakan penimbunan tidak menutupi bekas okulasi karena hal tersebut akan dapat mengakibatkan tumbuhnya jamur pada batang.


 

5.Pemeliharaan Tanaman Petai

 

  • Penyiangan

Penyiangan perlu di lakukan untuk membersihkan gulma di daerah sekitar tumbuhnya tanaman petai. Selain itu bersihkan juga daerah sekitar lahan dari gulma – gulma yang tumbuh.

 

  • Penyiraman

Setelah proses penanaman selesai, Anda dapat melakukan penyiraman. Siram tanaman dengan menggunakan media tanam secukupnya tetapi jangan terlalu becek. Gunakan alat bantu penyiraman untuk hasil penyiraman yang maksimal.

 

  • Memasang Ajir

Pemasangan ajir sangat perlu untuk tanaman petai yang baru ditanam. Ajir berguna untuk penyokong supaya tanaman tidak mudah terganggu dari lingkungan. Ajir bisa kita buat sendiri dari bambu dengan ukuran disesuaikan dengan ukuran bibitnya.

 

  • Pemupukan

Pemupukan dapat di lakukan saat tanaman berusia 4 bulan dengan cara membuat lubang di sekitar akar tanaman petai.

Jangan lupa menutup lubang tersebut menggunakan tanah. Pupuk yang di gunakan bisa juga pupuk kompos.


 

6.Penanganan Hama Tanaman Petai

 

1.Wereng

Hama selanjutnya adalah hama wereng. Wereng dapat menyerang daun dan batang pada tumbuhan sehingga dapat mengakibatkan tumbuhan tersebut menjadi mati. Hama wereng ini menjadi salah satu penyebar virus yang menyebabkan penyakit tungro.

Untuk menangani hama wereng ialah sebagai berikut:

  • Mengatur Pola Tanam pada tanaman dengan melakukan penanaman bersamaan atau bergilir untuk memutus siklus hidup hama wereng.
  • Menggunakan Predator seperti kumbang Paederuss fuscipes, Ophinea nigrofasciata dan laba-laba Lycosa Pseudoannulata.
  • Menggunakan insektisida. Namun cara ini harus dilakukan dengan efisien dan tetap dengan menjaga lingkungan

 

2.Ulat

Hama selanjutnya adalah ulat. Biasanya ulat akan memakan daun serta batang tumbuhan.

Cara mengendalikan hama ulat ini adalah sebagai berikut:

  • Mengecek bagian bawah daun, apabila terdapat telur kupu berwarna putih maka segera dibersihkan
  • Genangilah tempat persemaian dengan air agar ulat naik ke atas dan mudah untuk dibasmi
  • Apabila cara sebelumnya tidak efektif, maka opsi terakhir adalah dengan menggunakan pestisida

 


 

7.Pemanenan Tanaman Petai

  • Tanaman petai sudah siap untuk berbuah dan panen pada usia 3 – 5 tahun.
  • Cara panen buah petai yang sudah siap panen harus segera dipetik dengan pemetik atau dengan mata pisau yang tajam.
  • Pengumpulan pete : Setelah panen dilakukan maka kumpulkan petai di wadah keranjang atau karung bersih.
  • Lakukan sortir pete : Proses ini bertujuan untuk memisahkan petai berdasarkan kualitas dan ukuran
  • Pisahkan untuk kemudian dijual. Proses sortir buah pete ini juga untuk memisahkan pete yang cacat atau tergores dengan petai yang bagus. Selanjutnya, buah ini dikumpulkan berdasarkan jenis dan ukuran.
  • Penyimpanan : Hal ini penting untuk menjaga kualitas hasil panen buah pete. Pastikan buah tidak disimpan bersama dengan barang yang bisa merusak buah atau kulitnya. Lebih baik jika tempat penyimpanan memiliki sirkulasi udara yang baik dalam suhu ruangan.

 

 

 


Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Cara Budidaya Petai yang Benar dan Lengkap . Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakan nya. Terima Kasih

 

Baca Juga Artikel Lainnya

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

/* */