√ Cara Budidaya Jeruk Bali yang Efektif dan Lengkap

√ Cara Budidaya Jeruk Bali yang Efektif dan Lengkap

 

 

CaraBudidaya.Co.ID – Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai cara budidaya jeruk bali secara lengkap.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana Cara budidaya jeruk bali? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

 

 

 


 

Mengenal Jeruk Bali

 

Jeruk bali atau yang memiliki nama ilmiahnya Citrus grandis dan C. maxima. Buah ini termasuk buah khas Asia Tenggara, seperti Negara Indonesia, Vietnam, Thailand, India, Cina Selatan, dan beberapa daerah di Florida, Australia Utara, serta Kaledonia.

Buah jeruk bali atau yang dikenal dengan pomelo ini merupakan jenis buah jeruk terbesar yang memiliki berat mencapai 1-2 kg. Daging buahnya berbulir dengan warna merah-oranye dan rasa yang lebih condong manis bercampur asam dan sedikit getir.

Tanaman jeruk bali ini memiliki bentuk daun yang bulat seperti telur sampai jorong dengan ukuran panjang 5-20cm dan lebar 2-12cm, tepi daun tanaman jeruk bali rata hingga bergerigi, ujung daun meruncing menumpul, tangkai daun memiliki sayap yang berkembang, sayap berbentuk jantung terbalik.

Bunga tanaman jeruk limau timbul pada ketiak daun dengan satu atau beberapa bunga yang menggelompok. Tanaman jeruk bali ini memiliki bunga yang besar, daun pada mahkota bunga tanaman jeruk bali berwarna putih. Bauh tanaman jeruk bali berbentuk bulat memiliki diameter 10-30cm berwarna kuning kehijauan. Buah tanaman jeruk ini berkulit tebal bagian dalam berwarna merrah jingga dengan biji sedikit besar.

 


 

Manfaat Jeruk Bali Bagi Kesehatan

 

  • Menjaga tekanan darah normal
  • Mengatasi anemia
  • Menjaga kesehatan tulang
  • Mencegah infeksi saluran kemih
  • Menjaga kesehatan gigi dan mulut
  • Membantu sistem pencernaan
  • Membantu menurunkan berat badan
  • Mencegah kanker
  • Baik untuk kesehatan kulit
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

 


 

Syarat Tumbuh Buah Jeruk Bali

 

  • Ketinggian lahan untuk budidaya jeruk bali ialah 1-700mdpl
  • Struktur tanah yang baik untuk budidaya jeruk bali ialah tanah yang lempung berpasir
  • Memiliki drainase yang baik
  • Suhu udara untuk tanaman jeruk bali ialah 30 derajat celcius.
  • Buah jeruk Bali memerlukan banyak sinar matahari sepanjang hidupnya.
  • Ph tanah yang dibutuhkan untuk tanaman jeruk bali ialah sekitar 5,5-6,5.
  • Kelembaban optimal untuk tanaman jeruk bali ialah 70-80%

 


 

Cara Budidaya Jeruk Bali

 

1.Persiapan Lahan Tanam Jeruk Bali

  • Bersihkan lahan terlebih dahulu dari gulma
  • Lalu mulai menggemburkan tanah dengan cara mencangkuli lahan dan mencampurnya denga pupuk.
  • Buatlah lubang tanam sekitar 60x60x60cm
  • Campur 15kg pupuk kandang dengan lapisan tanah bagian atas
  • Diamkan laham minimal 1 bulan.

 


2.Pemilihan Bibit Jeruk Bali

Bibit pamelo atau jeruk bali bisa diperoleh dengan 2 metode, yaitu dari biji dan metode cangkok , pada budidaya kali ini menggunakan metode dari biji yaitu :

  • Pilih jeruk bali yang akan dijadikan bibit
  • Belah jeruk dan kemudian ambil bijinya
  • Jemur biji jeruk selama kurang lebih 2 – 3 hari.
  • Setelah biji kering, diamkan selama 5 menit
  • Lalu rendam dalam air selama kurang lebih 4 hingga 7 jam.
  • Siapkan media semai menggunakan polybag
  • Campurkan tanah, sekam dan pupuk dengan perbandingan 2: 1: 1 dan masukkan ke dalam polybag.
  • Tanam biji jeruk bali pada polybag dan tutup biji dengan tanah campuran yang sama.
  • Setelah itu siram menggunakan metode spray.
  • Lakukan proses perawatan hingga benih menjadi bibit dengan ketinggian mencapai 10 cm.

 


3.Penanaman Jeruk Bali

  • Lepas polybag secara perlahan agar tidak merusak bibit
  • Masukan bibit kedalam lubang tanam yang sudah disiapkan
  • Timbun kembali dengan tanah lalu padatkan
  • jarak tanam 6-8 x 8-6m dan kemudian pasang ajir
  • Setelah penanaman selesai jangan lupa lakukan penyiraman agar tanaman tetap lembab

 


4.Perawatan Jeruk Bali

 

  • Penyiraman

Lakukan penyiraman 2 hari sekali pada awal menanam, apabila sudah tumbuh dengan baik, penyiraman bisa dikerjakan 4-5 hari sekali. Lakukan juga penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya setiap 2 minggu sekali.

 

  • Pemupukan

Pemupukan pada usia 1 bulan setelah tanam dengan memakai pupuk Za dan Phonska dengan dosis 2 sdm/tanaman.

Lakukan pemupukan susulan pada usia tanaman 4 bulan, 8 bulan dan apabila sudah berbunga. Dan juga lakukan pemupukan 5 bulan sekali sebelum keluar bunga dengan menggunakan pupuk NPK dan Bokashi.

 


5.Penanganan Hama dan Penyakit Jeruk Bali

 

  • Hama ulat penggerek bunga

Gejalanya : adanya bekas lubang-lubang bergaris tengah 0,3-0,5 cm, bunga mudah rontok, buah muda gugur sebelum tua.

Penanganannya: menyemprotkan insektisida dengan bahan aktif Methomyl (Lannate 25 WP) dan Methidathion (Supracide 40 EC). Dan juga buang bagian yang diserang

 

  • Hama Lalat buah

Gejalanya : terdapat lubang kecil di bagian tengah, buah gugur dan ada belatung kecil di bagian dalam buah.

Penanganannya: gunakan insektisida Fenthion (Lebaycid 550 EC), Dimethoathe (Roxion 40 EC, Rogor 40 EC) dicampur dengan Feromon Methyl-Eugenol atau protein Hydrolisate

 

  • Hama Kutu sisik

Gejala : daun menjadi warna kuning dan gugur daun.

Penanganannya : menggunakan pestisida Diazinon (Basudin 60 EC, 10 G, Basazinon 45/30 EC), Phosphamidon (Dimecron 50 SCW), Dichlorophos (Nogos 50 EC), Methidhation (Supracide 40 EC).

 

  • Penyakit Busuk buah

Penyebab : Penicillium spp. Phytophtora citriphora
Gejala: adanya tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit.

Penanganannya : celupkan buah ke dalam air panas/fungisida benpmyl, pelilinan buah dan pemangkasan bagian bawah pohon

 

  • Penyakit Busuk akar dan pangkal batang

Penyebab: jamur Phyrophthoranicotianae
Gejala: tanaman menjadi kering.

Penanganannya : pengolahan dan pengairan yang baik, sterilisasi tanah pada waktu penanaman, membuat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah

 

  • Buah gugur prematur

Penyebab: jamur Fusarium sp. Colletotrichum sp. Alternaria sp.
Gejala: 2-4 minggu sebelum panen buah gugur.

Penanganannya : menggunakan fungisida Benomyl (Benlate) atau Caprafol.

 


6.Pemanenan Jeruk Bali

Pohon jeruk bali akan mulai berbuah umumnya saat usia tanam 2 tahun dan pada usia pohon 3 tahun sudah mulai berbuah lebat.

Setelah usia 6-7 bulan buan buah siap kita panen dan bisa menghasilkan 300-400 buah dalam sekali panen.

 

 

 


Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Cara Budidaya Jeruk Bali yang Efektif dan Lengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakan nya. Terima Kasih

Baca Juga Artikel Lainnya

/* */