√ Cara Budidaya Cabe hijau yang Benar dan Lengkap

√ Cara Budidaya Cabe hijau yang Benar dan Lengkap

 

 

CaraBudidaya.Co.ID – Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id . Kali ini kita akan membahas mengenai cara budidaya cabe hijau secara lengkap.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana Cara budidaya cabe hijau? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

 


 

Mengenal cabe Hijau

 

Cabai hijau adalah adalah salah satu tanaman anggota suku Solanaceae/terong-terongan, dengan nama latin Capsicum annum var. annuum. Cabai hijau termasuk tanaman perdu atau semak.

Cabai hijau merupakan salah satu jenis cabai yang cukup jarang untuk dikonsumsi. Hal ini disebabkan citarasa cabai hijau yang tidak sepedas kedua jenis cabai lain. Namun, cabai hijau ternyata memiliki manfaat yang luar biasa untuk tubuh seperti mengurangi resiko kanker karena mengandung antioksidan yang tinggi, meningkatkan daya tahan tubuh sebab cabe hijau juga mengandung vitamin C yang begitu banyak yang mampu meningatkan sistem kekebalan tubuh.

 


 

Syarat Tumbuh Tanaman Cabe

 

  • Tanaman cabe tumbuh dengan optimal di tanah yang gembur,subur dan mengandung bahan organik di ketinggian dibawah 1400 m dpl.
  • Curah hujan 800-2000 mm/tahun.
  • Penyinaran matahari secara penuh
  • suhu ideal sekitar 24-280 °Celcius
  • Keasamaan (pH) sekitar 6-7.

 


 

Cara Budidaya Cabe Hijau

 

1.Pengolahan Lahan Tanam Cabe Hijau

Pengolahan lahan bisa dikerjakan dengan cara mencangkul atau membajak.

  • Lahan dicangkul pada kedalaman ± 30 cm.
  • Lahan tegalan lakukan pengolahan tanah dengan cara dicangkul atau dibajak sedalam 20-30 cm sampai gembur, kemudian ratakan dan bersihkan.
  • Mulai membuat bedengan lebar 1-1,2 meter, tinggi 30 cm
  • Jarak antar bedengan sekitar 30-50 cm dan jarak lubang tanam 50 x 70 cm.
  • Apabila menggunakan lahan sawah dapat dimulai dengan mencangkul atau dibajak dilanjutkan dengan membuat sejumlah bedengan lebar 1,5 m dan untuk setiap jarak bedengan sekitar 50 cm dengan lebar 50cm dengan jarak lubang tanam 50 x 40 cm.

 


 

2.Persiapan Bibit Cabe Hijau

Bibit harus dipilih yang memiliki kualitas terbaik dan sehat supaya cabe dapat tumbuh sehat. Meskipun lahan tanam memiliki tanah yang bagus, bibit bisa tidak tumbuh atau tumbuh tidak sehat jika bibitnya tidak bagus.

  • Bibit dapat diperoleh dari biji cabai yang sehat 
  • Lalu dijemur di sinar matahari ± 3 hari

 


 

3.Penyemaian Cabe Hijau

  • Penyemaian dapat menggunakan polybag 
  • Isi polybag memakai materi berupa tanah, arang sekam dan pupuk sangkar dengan perbandingan 2:1:1.
  • Sebelum dilakukan acara persemaian,terlebih dahulu lakukan perlakuan benih (seed treatment) yaitu dengan merendam benih ke dalam air hangat selama 3 jam
  • Pilih bibit yang tenggelam untuk disemai dan buang bibit yang mengapung.
  • Masukkan benih kedalam polybag sedalam 1/2 cm
  • Siram agar kelembabannya terjaga
  • Berikan naungan untuk menjaga bibit dari sinar matahari secara langsung.
  • Lakukan penyiraman pagi dan sore hari.

 


 

4.Penanaman Cabe Hijau

  • Cabe hijau yang telah siap dipindah tanamkan jika sudah berumur ± 3 minggu (21-24 hari)
  • Lepas polybag secara perlahan agar tidak merusak bibit
  • Masukkan bibit pada tiap lubang tanam yang sudah dibuat
  • Timbun kembali dengan tanah dan padatkan
  • Lakukan penyiraman secukupnya supaya kelembabannya tetap terjaga
  • Waktu tanam cabe yang baik ialah saat memasuki awal musim penghujan kondisi cerah dipagi hari

 


 

5.Perawatan Tanaman Cabe Hijau

 

  • Pemangkasan

Pemangkasan ini dilakukan guna mengoptimalkan pertumbuhan cabang supaya bisa berproduksi secara optimal dengan cara memotong tunas yang tumbuh diketiak daun, Pemangkasan pada tunas bunga pertama atau bunga kedua yang dilakukan pada 17-21 HST di dataran rendah atau sedang, 25-30 HST di dataran tinggi dan daun-daun yang telah tua kira-kira 75 HST.

  • Pemupukan

Pemupukan dilakukan guna memberikan unsur hara tambahan ke dalam tanah dalam mengoptimalkan pertumbuhan cabe. Pemupukan diberikan 10-14 hari sekali dengan cara memberikan langsung pada setiap lubang tanam.

 

  • Penyiraman

Lakukan penyiraman setiap dua minggu sekali. Rajinlah melihat dan memeriksa tanaman baru selama 2 minggu. Jika ada yang rusak segera ganti dengan bibit baru. Tanaman cabe butuh penopang untuk tumbuh. Untuk itu lakukan pemasangan ajir dengan jarak minimal 4 cm dari pangkal batang. Pemasangan ajir ini dapat dipasang pada hari ke-7. Dan sesudah tanaman berusia diatas satu bulan, ikatkan cabe pada ajir.

 


 

6.Penanganan Hama dan Penyakit Cabe Hijau

 

  • Hama ulat

Ulat yang sering menyerang tanaman cabe ialah ulat grayak (Spodoptera litura). Ulat jenis ini memakan daun hingga berlubang dan menganggu kemampuan fotosintesis tanaman. 

Penanganannya : Melakukan penyemprotan insektisida sebaiknya dilakukan saat malam hari.

 

  • Hama tungau

Gejalanya : daun keriting menggulung ke bagian kebawah seperti sendok terbalik. Daun menjadi tebal dan kaku sehingga pembentukan pucuk terhambat. Lama kelamaan daun akan menjadi coklat dan mati.

Penanganannya : Tanaman yang terserang parah dicabut dan kemudian dibakar agar tidak menjangkiti yang lain. Dan menyemprotkan seperti akarisida, bukan dengan insektisida.

 

  • Hama kutu daun

Gejalanya : Daun menjadi kering dan permukaan daun keriting.

Penanganannya : Memetik daun-daun yang terserang kemudian musnahkan. Menggunakan plastik mulsa perak efektif menekan perkembangan kutu daun. Dan lakukan penyemprotan jenis insektisida yang mengandung fipronil atau diafenthiuron.

 

  • Hama lalat buah

Menyebabkan : kerontokan buah. Pada buah yang terserang apabila di belah terdapat larva lalat.

Penanganannya : mengambil buah cabe yang rontok, kemudian musnahkan dengan cara membakarnya, Menggunakan perangkap lalat dengan menggunakan atraktan yang mengandung methyl eugenol. Dan menyemprotksn insektisida pada pagi hari, ketika daun masih berembun dan lalat belum berkeliaran.

 

  • Bercak daun

Penyebab : jamur Cercospora capsici.

Gejalanya terdapat bercak-bercak bundar berwarna abu-abu dengan pinggiran coklat pada daun.

Penanganannya : dengan membasmi tanaman yang terinfeksi dengan cara dibakar. Bila serangan menghebat bisa diberikan fungisida.

 

  • Patek atau antraknosa

Penyebab : cendawan Colletotrichum capsici dan Colletotrichum gloeosporioides.

Gejalanya : kecambah layu saat disemaikan. Sedangkan pada tahap dewasa menyebabkan mati pucuk

Penanganannya dapat dilakukan dengan memusnahkan tanaman yang terserang dan penyemprotan fungisida.

 



7.Pemanenan Cabe Hijau

  • Tanaman cabe sudah dapat panen saat tanaman memasuki usia 75 – 85 hst. Ciri-ciri cabe siap panen ialah buahnya yang padat dan warna hijau
  • Panen dapat dilakukan setiap 2 – 5 hari sekali, disesuaikan dari luas penanaman.
  • Waktu panen yang bagus sebaiknya dilakukan pada pagi hari hal ini dikarenakan berat buah dalam keadaan optimal akibat penimbunan zat pada malam hari dan belum terjadi penguapan

 

 

 


Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Cara Budidaya Cabe hijau yang Benar dan Lengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakan nya. Terima Kasih

Baca Juga Artikel Lainnya

/* */