√ 7 Langkah Cermat Menanam Kacang Hijau Terlengkap

√ 7 Langkah Cermat Menanam Kacang Hijau Terlengkap

 

 

 

CaraBudidaya.Co.ID – Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id . Kali ini kita akan membahas mengenai cara menanam kacang hijau secara lengkap.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana Cara budidaya kacang hijau? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

 


 

Mengenal Kacang Hijau

 

Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.) adalah tanaman polong-polongan yang memiliki batang tegak atau semitegak dengan ketinggian antara 30 cm – 110 cm. Batang berwarna hijau, kecokelat-cokelatan, atau keungu-unguan; berbentuk bulat dan berbulu. Pada batang utama, tumbuh cabang menyamping.
Daun tanaman kacang hijau termasuk trifoliate (dalam satu tangkai terdapat 3 helai daun), letaknya berselingan, berbentuk bulat telur, berwarna hijau muda sampai hijau tua.

Bunga kacang hijau termasuk bunga sempurna (hermaphrodite), dapat menyerbuk sendiri, berbentuk kupu-kupu, dan berwarna kuning. Polongnya mempunyai bentuk silindris dengan panjang sekitar 6 cm – 15 cm. Polong muda berwama hijau dan setelah tua berwarna hitam atau cokelat.

Dalam satu polong terdapat 5-16 butir biji. Biji umumnya berwarna hijau kusam atau hijau mengkilap, namun adapula yang berwarna kuning, cokelat, dan hitam. Tanaman kacang hijau mempunyai akar tunggang dan bintil-bintil (nodula) akar. Nodula merupakan tempat mengikat nitrogen.

 


 

Syarat Tumbuh Budidaya Kacang Hijau

 

  • Tanaman kacang hijau bisa ditanam pada dataran rendah hingga ketinggian 700 m (500 -700 m dpl)
  • Tanaman kacang hijau dalam tumbuh dengan baik pada struktur tanah gembur.
  • Tekstur tanah budidaya kacang hijau yang ideal adalah Liat berlempung banyak mengandung bahan organik, aerasi dan drainase baik.
  • pH tanah 5,8-7,0 dan optimal 6,7
  • Memiliki curah hujan optimal 50-200 mm/bulan
  • Suhu 25 – 27 C dan kelembaban udara 50-80% juga mendapatkan sinar matahari yang cukup.


 

Cara Menanam Kacang Hijau

 

1.Persiapan Lahan Tanam Kacang Hijau

  • Apabila menggunakan lahan bekas padi, tidak diperlukan untuk melakukan pengolahan tanah (Tanpa Olah Tanah = TOT).
  • Tunggul padi harus dipotong pendek dan dibersihkan kemudian sisihkan.
  • Apabila tanah becek maka perlu dibuat saluran drainase dengan jarak 3 – 5 m.
  • Pada lahan tegalan atau bekas tanaman palawija lain (jagung) perlu dilakukan pengolahan tanah:
    – pembajakan sedalam 15 – 20 cm,
    – kemudian dihaluskan dan diratakan.
    – saluran irigasi dibuat dengan jarak 3 – 5 m.

Pengelolahan lahan tanam :

  • Buatlah bedengan dengan lebar 1 m tinggi 0,5 m dan
  • jarak antar bedengan adalah 150cm sedangkan untuk panjan dapat menyesuaikan luas lahan.
  • Selanjutnya buat lubang tanam 20 x 20 cm.
  • Kacang hijau ditanam dengan metode tugal , jadi buatlah 3 buah lubang tanam, satu lubang untuk benih dan dua lainnya untuk pupuk.

 


 

2.Pemilihan Bibit Kacang Hijau

Ciri – ciri dari bibit berkualitas, yaitu :

  • Masa pertumbuhan bibit seragam
  • Bibit berkualitas akan menghasilkan akar banyak sehingga tanaman dapat berdiri dengan kokoh
  • Tanaman dapat beradaptasi dengan mudah dilingkungan baru
  • Tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

 


3.Penyemaian Benih Kacang Hijau

Penyemaian benih kacang hijau dikerjakan dengan cara membasahi benih kacang hijau dengan air kemudian dikeringkan dan didiamkan 4-5 jam atau hingga paling lama 1 hari sampai benih kacang hijau muncul kecambah.

 


 

4.Penanaman Kacang Hijau

  • Jika menggunakan kacang hijau bercabang maka jarak tanamnya 40 x 20 cm, sedangkan untuk kacang hijau yang tidak bercabang maka jarak tanamnya sekitar 30 x 10 cm.
  • Setiap lubangnya diisi oleh 3 – 4 biji tanaman kacang hijau.
  • Setiap lubang di beri pupuk organik dan urea atau PPC sebagai pupuk tambahan untuk membantu pertumbuhan kacang hijau.
  • Padatkan lubang dengan tanah, hal ini berguna supaya tanaman kacang hijau tidak mudah untuk dimasuki hama.

 


 

5.Pemeliharaan Budidaya Kacang Hijau

  • Lakukan penyulaman jika ada benih yang tidak tumbuh atau mati dengan segera dan tidak lebih dari 7 hari agar tanaman dapat tumbuh merata.
  • Penyiangan dilakukan jika tumbuh rumput liar yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
  • Lakukan pemupukan susulan yang dimulai pada saat tanaman berusia 15 hari setelah tanam menggunakan pupuk TSP,KCL dan Urea dengan perbandingan 1:1:1, dosis tergantung oleh kondisi tanaman. Taburkan pupuk secara merata pada larikan. Hati-hati saat memupuk jangan sampai mengenai daun tanaman.
  • Penyiraman dilakukan jika tanah dalam kondisi kering. Pengairan sangat dibutuhkan saat tanaman menjelang berbunga yaitu pada umur 25 HST dan pada saat pengisian polong yaitu pada umur 45 – 50 HST.
  • Didaerah yang panas dan kering (suhu udara 30–310 C dan kelembaban udara 54–62%) pertanaman harus diairi 2x pada umur 21 hari dan 38 hari. Sedangkan didaerah yang tidak terlalu panas dan kering, pengairan cukup dilakukan 1x pada umur 21 hari atau 38 hari.

 


 

6.Pengendalian Hama dan Penyakit Kacang Hijau

 

Berikut  beberapa hama tanaman kacang hijau dan cara pengendaliannya :

  • Lalat kacang 

Gejalanya : adanya bercak-bercak pada daun pertama, polong yang terjangkit gugur, daun mulai layu dan kekuning-kuningan, tanaman akan mati saat berusia 3-4 minggu.

Pengendaliannya : tanam serempak, tanam gilir, benih masukan kedalam lubang dengan insektisida butiran seperti furadan 3G, dan penyemprotan dengan insektisida mulai umur 3 hari.

 

  • Ulat Jengkal

Gejalanya : menyerang tanaman yang sudah tua, dan menyerang daun hingga tulang daun.

Pengendaliannya : musnahkan telur dan larvanya,tanam gilir, tanam serempak, dan penyemprotan pestisida.

 

  • Penggerek Polong

Gejalanya : membuat lubang pada polong, memakan biji, gejala bercak hitam, adanya lubang bulat pada polong, dan biji pada polong habis dimakan.

Pengendaliannya : tanam bersamaan, tanam gilir, pengaturan waktu yang tepat, menghentikan penanaman selama 2 tahun jika hama banyak, dan penyemprotan dengan pestisida.

 

  • Ulat penggulung daun

Gejalanya : daun menggulung ke dalam/keriting karenasel-sel bagian atasnya mengerut dan menurunkan hasil, karena proses fotosintesis terganggu.

Pengendaliannya : ambil dan singkirkan daun yang menggulung, mematikan ulatnya, dan menyemprot pada usia 3 minggu dengan Fungisida, dan setiap 10 hari pada umur 30-50 disemprot dengan ½ gram per liter air.

 

 

Jenis – jenis penyakit tanaman kacang hijau , yaitu :

 

  • Bercak daun

Penyebabnya : Cercospora canescens

Gejalanya : busuk batang, embun tepung Erysiphe polygoni, karat daun dan penyakit puru Elsinoe glycines.

Pengendaliannya : memotong daun dan lakukanlah penyemprotan dengan fungisida pada usia 30 dan 40 hari.

 

  • Karat daun

Pengendaliannya  : menaman varietas tahan penyakit, dan lakukan penyemprotan dengan fungisida setiap 10 hari mulai 25 hari sampai 45 hari.

 

  • Kudis

Pengendaliannya menanam varietas tahan penyakit, tanaman dicabut dan dibakar, dan penyemprotan pestisida secara teratur pada umur 20 hari, 30 hari, dan 50 hari.

 

  • Embun tepung

Pengendaliannya dengan menanam varietas yang tahan penyakit, dan menyemprotkan fungisida saat tanaman usia 3 minggu.

 

  • Mozaik kacang hijau

Penanggulangannya dengan menanam varietas tahan penyakit, tanam gilir, mencabut dan membakar tanaman yang terserang, dan memberantas vector dengan insektisida.

 


7.Pemanenan Kacang Hijau

Kacang hijau dapat dipanen pada umur 60-85 HST. Kacang hijau yang siap panen ditandai dengan polong yang berubah warna dari hijau menjadi warna coklat kering bahkan hitam. Kacang hijau dipanen dengan cara dipetik. Jika pemanenan ditunda terlalu lama, maka polongnya akan pecah dan terkelupas. Panen selanjutnya dapat dilakukan dalam jarak 3-5 hari.

 

 


Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 7 Langkah Cermat Menanam Kacang Hijau Terlengkap . Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakan nya. Terima Kasih

 

Baca Juga Artikel Lainnya

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

/* */