√ 7 Cara Mudah Menanam Tomat Yang Mudah dan Benar Agar Menghasilkan Buah Yang Lebat Terlengkap

√ 7 Cara Mudah Menanam Tomat Yang Mudah dan Benar Agar Menghasilkan Buah Yang Lebat Terlengkap Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai Cara Mudah Menanam Tomat.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana Cara Menanam Tomat? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

√ Cara Mudah Menanam Tomat Yang Mudah dan Benar Agar Menghasilkan Buah Yang Lebat Terlengkap
√ Cara Mudah Menanam Tomat Yang Mudah dan Benar Agar Menghasilkan Buah Yang Lebat Terlengkap

 

Pengertian Tomat

 

Tomat merupakan salah satu jenis buah yang berbentuk bulat dan memiliki warna yang merah dan ada yang hijau. Tomat ini memiliki tekstur kulit yang sangat halus.

Tomat juga memiliki rasa yang manis dan asam. Tomat juga ada yang berukurannya sangat kecil yang biasa disebut juga dengan tomat cheri.

Nutrisi yang terkandung di dalam satu porsi tomat mentah (satu Cangkir atau 150 gram) meliputi, vitamin A, C, K, folat dan kalium.

Tomat ini mengandung sodium, lemak jenuh, kolesterol dan kalori yang rendah. Sebagian besar dari kita tidak menyadari bahwa dengan asupan mineral yang cukup.

Namun tomat juga menyajikan kandungan mineral yang baik seperti thiamin, niacin, vitamin B6, magnesium, FOSFOR dan tembaga.

Tomat juga mengandung 4 jenis karotenoid yang utama yaitu alpha, betakaroten, lutein, dan lycopene.

Karotenoid ini juga dapat bermanfaat secara individu, tetapi juga memiliki sinergi sebagai sebuah kelompok (yaitu, mereka yang berinteraksi untuk dapat memberikan manfaat kesehatan).

Secara khusus, tomat juga mengandung jumlah yang mengagumkan dari lycopene yang diperkirakan memiliki beberapa manfaat antioksidan yang paling tinggi dari semua karotenoid.

 

 

Manfaat Tomat Berdasarkan Kandungan Gizinya

 

Manfaat vitamin C

  • Melawan Sel Kanker.
  • Memperbaiki jaringan sel kulit.
  • Meningkatkan mood.
  • Mencegah terjadinya penyakit jantung.
  • Mencegah hipertensi.
  • Menjaga kesehatan mata.
  • Menjaga stamina tubuh.

 

Manfaat vitamin A

  • Sumber antioksidan.
  • Meningkatkan Antibodi.
  • Menjaga kesehatan mata.
  • Mencegah kolesterol.
  • Mencegah darah kotor.
  • Mencegah sel kanker.

 

Manfaat Vitamin K

  • Menjaga kesehatan jantung.
  • Mencegah osteoporosis.
  • Mencegah kanker.
  • Membuat tulang lebih kuat.
  • Mencegah diabetes.

 

Manfaat Serat

  • Mengontrol kadar gula darah.
  • Kesehatan jantung.
  • Mencegah stroke.
  • Kesehatan kulit.
  • Menjaga kesehatan ginjal.
  • Nutrisi untuk diet.
  • Melancarkan BAB.
  • Usus Yang sehat.

 

Manfaat Asam Folat

  • Mendukung perkembangan janin.
  • Meningkatkan produksi sperma.
  • Sehat untuk jantung.
  • Meringankan stroke.
  • Menormalkan kadar kolesterol.
  • Kesehatan saraf.
  • Baik untuk kesehatan usus.
  • Mencegah penuaan dini.
  • Meningkatkan sel darah merah.
  • Mencegah otak dari pikun.

 

Manfaat Zat Besi

  • Meningkatkan kadar hemoglobin.
  • Kekuatan otot.
  • Meningkatkan fungsi otak.
  • Menjaga temperatur tubuh.
  • Pembawa oksigen.
  • Mencegah anemia.
  • Meningkatkan sistem imun.
  • Mencegah Insomnia.
  • Sumber energi.
  • Kosentrasi.

 

Manfaat Vitamin B3

  • Menurunkan LDL (kolesterol jahat).
  • Mencegah sakit jantung.
  • Meningkatkan HDL (kolesterol baik).
  • Mencegah alzheimer.
  • Mencegah katarak.
  • Mencegah diabetes.
  • Sumber produksi energi.

 

Manfaat Vitamin B6

  • Menjaga kesehatan dan fungsi otak.
  • Memproduksi antibodi untuk mencegah penyakit.
  • Membantu pembentukan sel darah merah.
  • Memecah protein.
  • Mencegah anemia.

 

 

Hama dan Penyakit Tanaman Tomat

 

1. Hama Tanaman Tomat

 

  • Ulat Buah

Ulat buah (Helicoverpa armigera atau Heliothis armigera) yang menyerang daun, bunga dan buah tomat. Ulat ini dapat membuat lubang pada buah tomat secara berpindah-pindah. Buah yang sudah dilubangi akan mengalami infeksi dan membusuk.

Ulat buah ini dikendalikan dengan memungut manual ulat dan telurnya kemudian dibakar. Jaga kebersihan kebun dari gulma dan juga semak belukar.

Dalam bentuk ngegat bisa juga dikendalikan dengan perangkap ultraviolet. Untuk penyemprotan gunakan salah satu jenis insektisida.

 

  • Ulat Tanah

Ulat tanah ini menyerang pangkal batang dan tangkai daun. Batang yang terkena oleh gigitan ulat tanah akan mudah patah dan mati.

Selain itu, larva ulat buah juga akan menyerang permukaan daun pada tanaman tomat yang masih muda. Serangan ulat tanah biasanya menghebat di awal musim kemarau.

Ulat ini bisa dikendalikan dengan memunguti larva pada sore atau malam hari. Larva yang biasanya berkumpul di permukaan tanah.

Pengolahan tanah yang baik juga bisa menekan perkembangan ulat tanah. Bila serangan akan menghebat bisa disemprot dengan insektisida.

 

  • Kutu Daun Hijau

Kutu daun hijau (Aphis sp.) merupakan salah satu vektor pembawa virus. Jadi, tanaman tomat yang sudah dihinggapi kutu ini kan terkena penyebaran virus.

Ukuran panjang kutu hijau ini sekitar 2 mm. Ada yang bersayap dan juga tidak bersayap. Kutu yang bersayap memiliki warna kepala dan dadanya coklat hingga kehitaman, bagian perutnya biasanya akan berwarna hijau kekuningan. Kutu yang tidak bersayap ini berwarna hijau kekuningan.

Daun yang terserang oleh kutu hijau bervariasi, daun menjadi keriting dan kerdil, bentuknya melengkung ke bawah. Bisa juga daun ini menjadi menyempit seperti pita. Warna daun mozaik dan daun akan menjadi rapuh.

Untuk menekan pada perkembangan hama ini bisa dengan penggunaan mulsa plastik perak, kutu hijau tidak menyukai sebuah pantulan sinar matahari. Penyemprotan bisa juga memanfaatkan insektisida.

 

2. Penyakit Tanaman Tomat

 

  • Layu Fusarium

Penyakit layu fusarium dapat disebabkan oleh serangan jamur Fusarium oxysporum. Jamur ini awalnya juga menyerang dari akar kemudian berkembang ke lewat jaringan pembuluh.

Tanaman tomat yang terkena penyakit ini juga akan berubah menjadi layu dan mati.

Untuk dapat menghindari serangan penyakit ini gunakan benih yang resisten. Penggunaan mulsa plastik juga bisa menekan pada perkembangan jamur dalam tanah.

Hindari budidaya tanaman tomat ini pada bekas lahan yang pernah terserang jamur ini. Berikan jeda yang cukup lama hingga bisa kembali ditanami oleh tomat.

 

  • Busuk Daun

Penyakit busuk daun yang disebabkan oleh jamur Phytophthora infestans. Biasanya menyerang pada tanaman tomat yang berada di dataran tinggi.

Gejala serangan pada daun ini terjadi bercak coklat hingga hitam. Awalnya juga menyerang ujung dan sisi daun, kemudian meluas ke seluruh permukaan daun hingga ke tangkai daun.

Tanaman yang terserang penyakit ini juga harus segera dicabut dan dibakar, jangan di kubur. Gunakan varietas yang unggul dan bebas jamur. Penyemprotan juga bisa menggunakan fungisida.

Jaringan pada pembuluh yang terserang berwarna coklat dan menghambat aliran air dari akar ke daun. Sehingga daun dan batang atas akan bisa menjadi layu.

 

  • Busuk Buah

Busuk buah ini disebabkan oleh cendawan Thanatephorus cucumeris. Penyakit ini dapat menyerang buah tomat. Buah yang terserang juga akan terlihat bercak kecil berwarna coklat. Kemudian akan membesar, cekung dan pada bagian tengahnya retak.

Pengendaliannya yakni dengan menggunakan benih resisten. Sisa tanaman yang sakit ini tidak boleh dipendam tapi harus dibakar untuk dapat memutus siklus hidup cendawan.

Gunakan air untuk bisa menopang tanaman tomat agar buah tidak menyentuh tanah. Lakukan rotasi pada tanaman bila serangan meluas semprot dengan fungisida yang berbahan sangat aktif kaptafol.

 

  • Bercak Bakteri

Penyakit bercak bakteri ini disebabkan oleh Xanthomonas vesicatoria. Penyakit ini juga bisa menyerang buah, daun dan batang tanaman tomat.

Pada buah yang mulanya terlihat bercak berair dan berubah akan menjadi bercak bergabus. Daun yang terserang akan terlihat lebih keriting dan mengering.

Sedangkan pada batang yang terserang akan terlihat kerang memanjang berwarna keabu-abuan.

Pengendalian yang dapat dilakukan dengan memilih benih unggul yang bebas penyakit. Rotasi tanaman dengan yang berbeda keluarga juga bisa membantu menekan resiko serangan.

Tanaman yang terserang akan dicabut dan dibakar. Penyemprotan bisa juga menggunakan bakterisida yang mengandung antibiotik, gunakan dosis sesuai petunjuk.

 

 

Syarat Tumbuh Tomat

 

1. Iklim
Tanaman tomat ini dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi dan dataran rendah, tergantung pada varietas.

Tanaman tomat juga dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi sekitar lebih dari 700 m dpi, dataran medium 200 m – 700 m dpi, dan dataran rendah sekitar kurang dari 200 m di atas permukaan laut.

Faktor suhu dapat mempengaruhi pada warna buah. Pada suhu tinggi di atas 32 ° C tomat akan cenderung berwarna kuning, sedangkan suhu pada warna buah cenderung tidak merata tetap .

Suhu ideal yang juga dapat berpengaruh baik pada warna tomat adalah antara 24 ° C – 28 ° C seragam umumnya merah.

 

2. Tanah
Tanaman tomat merupakan salah satu tanaman yang dapat tumbuh di semua tempat, dari dataran rendah sampai dataran tinggi (pegunungan) untuk sebuah pertumbuhan yang baik.

Tanaman tomat ini juga membutuhkan tanah yang gembur, keasaman pH 5-6, antara lain, tanah mengandung sedikit pasir, dan banyak mengandung humus, serta irigasi yang teratur dan cukup dari sebuah penanaman sampai panen tanaman mulai dari.

Pembuahan terjadi sekitar 96 jam setelah penyerbukan dan buah pematangan 45 hari sampai 50 hari setelah pembuahan. Persentase diri penyerbukan pada tanaman tomat yakni sekitar 95% – 100%.

 

 

Cara Menanam Tomat

 

1. Pemilihan Bibit Buah Tomat Yang Berkualitas

 

Ciri-ciri Bibit Buah Tomat yang Berkualitas

  • Bibit yang berasal dari buah yang benar-benar matang.
  • Buah yang dipilih juga harus berukuran besar dari yang lainnya.
  • Buah ini tidak memiliki cacat sedikitpun.
  • Pilih bibit tomat yang saat direndam tidak akan terapung.

 

Cara Memilih Bibit Buah Tomat yang Berkualitas

  • Pertama yang perlu anda lakukan yakni memilih bibit yang memiliki masa pertumbuhan seragam maksudnya saat anda sekali sebarkan bibit tanaman ini agar dapat tumbuh bersamaan.
  • Selanjutnya anda juga harus memilih bibit yang dapat tahan terhadapa perubahan iklim yang tak bisa diduga.
  • Berikutnya bibit yang sangat berkualitas adalah bibit yang dapat tumbuh lebih cepat dari bibit biasa.
  • Bibit yang berkulitas yaitu bibit yang memiliki akar tanaman banyak dari akar primer ataupun akar sekunder.
  • Pilih tanaman yang tahan saat akan dipindahkan kelahan lain dapat hidup karena banyak tanaman baru yang mudah mati saat dipindahkan kelahan lain.
  • Bibit pada tanaman yang berkualitas ialah bibit yang dapat tahan terhadap serangan penyakit maupun hama.

2. Penyemaian Benih

Benih dapat disemai pada 2 media semai yaitu sebagai berikut :

 

  • Menggunakan Bedengan

Buatlah bedengan terlebih dahulu, setelah itu juga buatlah garis atau larikan dengan jarak sekitar 5 cm antar larik dan kedalamannya sekitar 1 cm.

Setelah larikan jadi, taburkan biji benih (usahakan jangan menumpuk) pada larikan yang sudah dibuat pada bedengan dengan jarak antar benih sekitar 2 cm-3 cm. Kemudian tutup kembali dengan tanah dan lakukan penyiraman hanya secukupnya.

 

  • Menggunakan Polybag atau Pot

Setelah polybag atau pot sudah diisi dengan salah satu media tanam. Lubangi media tanam sedalam kira-kira 1 cm, lalu isi setiap lubang pada setiap polybag atau pot dengan 1 biji benih.

3. Pengolahan Tanah

Tomat tumbuh sanagt baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah terlalu asam (<5,5), tambahkan dolomit atau juga kapur pertanian.

Manfaat dari pengapuran selain menaikan pH tanah juga untuk memperbaiki struktur tanah. Dosisnya harus dapat disesuaikan dengan tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah hingga gembur kemudian juga bentuk bedengan dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang mengikuti kontur lahan.

Buat jarak antar bedeng kira-kira selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah kira-kira satu minggu atau 7 hari.

Setelah itu, berikan pupuk dasar yaitu berupa pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar.

Aduk hingga merata diatas bedengan tersebut. Untuk dapat memperkaya kandungan fosfor bisa ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman).

Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan terus pupuk kimia tapi pupuk dasar harus lebih banyak, kira-kira 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup juga bedengan dengan mulsa plastik, penutupan dengan mulsa sangat berguna terutama pada musim kemarau.

Mulsa plastik berguna untuk dapat mempertahankan kelembaban tanah, mengendalikan gulma dan agar buah tomat tetap bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan kembali tanah selama satu minggu sebelum dapat ditanami.

 

4. Penanaman

Sebelum melakukan penanaman, terlebih dahulu harus buatlah lubang tanam pada mulsa dengan diameter dan kedalaman sekitar 5 hingga 7 cm.

Dalam setiap bedengan juga buatlah 2 lajur lubang tanam dengan jarak antar lajur sekitar 70 hingga 80 cm dan jarak antar lubang dalam 1 lajur sekitar 40 hingga 50 cm.

Setelah lubang tanam jadi, lakukan sebuah penanaman. Masukkan bibit dalam setiap lubang tanam , kemudian timbun dengan media tanam suatu hasil galian lubang tanam tadi kemudian lakukan penyiraman agar terjaga kelembabannya.

 

5. Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman Tomat

 

  • Penyulaman

Setelah sekitar seminggu setelah tanam lakukan juga pengecekan pada tanaman, jika ada tanaman yang mati maka harus dilakukan penyulaman yaitu dapat mengganti tanaman yang mati dengan tanaman yang baru.

 

  • Penyiangan

Jika anda budidaya tomat tanpa mulsa, penyiangan pada gulma juga bisa dilakukan selama musim tanam yaitu sebanyak 3 samapai 4 kali. Jika anda menggunakan mulsa, penyiangan juga bisa dilakukan seperlunya.

 

  • Pemangkasan

Pemangkasan yang dapat dilakukan setiap seminggu sekali. Agar tanaman tomat ini tidak memiliki banyak batang atau percabangan lakukan pemangkasan tunas pada ketiak daun, pemangkasan tersebut juga bisa menggunakan tangan.

Dan untuk dapat mengatur ketinggian tanaman bisa lakukan pemangkasan dengan memotong batang biasanya menggunakan pisau atau gunting.

Lakukan pula pemotongan pada ujung tanaman, namun pemotongan tersebut dilakukan jika tanaman telah memiliki 1 dompol buah dengan jumlah sekitar 5 hingga 7 per dompol.

 

  • Penyiraman dan Pengairan Tanaman

Tanaman toman ini tidak begitu membutuhkan banyak air namun jangan sampai tanaman kekurangan air.

Jika kelebihan air akan dapat membuat fase generatif terhambat namun fase pertumbuhan daun dan batang (vegetatif) akan subur. Jika kekurangan air makan buah yang akan dihasilkan menjadi pecah-pecah.

 

  • Pemasangan Ajir

Agar tanaman tomat tidak akan mudah roboh maka perlu dilakukan pemasangan ajir atau lenjeran yang terbuat dari bambu bengan panjang sekitar 1,5 m-2 m.

Pemasangan lanjeran atau ajir dapat dipasang ketika tanaman tomat telah setinggi 10 hingga 15 cm. Ajir tersebut dapat dipasang dengan jarak sekitar 10 hingga 20 cm dari tanaman tomat tersebut.

Setiap tanaman yang akan bertambah setinggi 20 cm batang tanaman tomat diikat pada lenjeran atau ajir menggunakan tali rafia tau tali plastik.

 

  • Pemupukan Tanaman

Untuk tanaman tomat organik tanaman harus diberi pupuk berupa pupuk organik cair berkalium tinggi saat tanaman aakan berbunga dan berbuah.

Penyemprotan beberapa pada pupuk tersebut dapat dilakukan setiap minggu dengan dosis 1 liter pupuk/100 liter air. Setelah tanaman ini berumur sekitar 2 hingga 3 minggu bisa juga tambahkan pupuk berupa pupuk kandang atau kompos sekitar 1 genggam atau tanaman.

Untuk Tanaman tomat non organik, tanaman diberi pupuk berupa pupuk urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 dengan dosis yang diberikan adalah 1-2 gr/tanaman yang diberikan pada usia tanaman seminggu setelah tanam.

Pada umur kira-kira 2 hingga 3 minggu beri lagi pupuk urea dan KCl dengan dosis sekitar 5 gr/tanaman. Pada saat tanaman ini berumur sekitar 1 bulan jika masih terlihat kurang gizi, beri urea dan KCl dengan dosis 7 gr/tanaman.

Pemberian pupuk tersebut harus diberikan dengan jarak sekitar 5-7 cm dari tanaman tomat.

 

6. Panen Tanaman Tomat

  • Teknik Visual
    Teknik Visual yaitu suatu proses pengecekan tanaman tomat siap atau tidaknya dipanen dengan melihat tekstur kematangannya. Teknik ini juga sering digunakan oleh para petani kita karena hanya dengan melihat saja anda bisa tahu apakah tanaman tomat sudah siap dipanen.
  • Teknik Fisiologi
    Teknik ini terbilang jauh lebih banyak mengeluarkan biaya dibandingakan dengan teknik visual oleh karena itu jarang digunakan oleh para petani.

 

7. Tahap Penyimpanan

Dalam tahap ini juga anda harus memilih tempat atau area penyimpanan yang layak untuk buah tomat karena tomat yang sudah dipanen tidak baik simpan dalam suatu tempat yang terkena sinar matahari langsung karena akan cepat menghilangkan vigor sehingga cepat layu.

Sarannya untuk dapat menaburkan kapur dibawah penyimpanan tomat bertujuan agar mengurangi zat Co2.

 

 

Jenis – Jenis Tomat

 

  • Determinate
    Jenis tanaman yang satu ini memiliki cir khas khusus yaitu lebih kecil atau pendek dari jenis tanaman tomat yang lainnya karena hanya berukuran sekitar 50-80 cm saja. Namun dari segi penanaman pada jenis tomat yang satu ini proses pada panen relatif lebih cepat sehingga tidak perlu lama menunggu.

 

  • Intermediate
    Pohon Tomat dengan golongan ini juga termasuk relatif tinggi dan dapat tumbuh hingga mencapai 2m. Namun demikian, meskipun batang pada tanamannya relatif tinggi umurnya hanya berkisar 4 bulan.

 

  • Hybrida
    Golongan ini merupakan suatu hasil persilangan antara golongan determinate dengan intermediate. Karena merupakan sebuah persilangan antara keduanya, varietas ini memiliki sifat dari keduanya.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 7 Cara Mudah Menanam Tomat Yang Mudah dan Benar Agar Menghasilkan Buah Yang Lebat Terlengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakannya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

[irp posts=”105″ name=”√ Cara Menanam Pisang Yang Tepat dan Benar Agar Berbuah Lebat dan Menguntungkan Terlengkap”]

[irp posts=”87″ name=”√ 6 Cara Ampuh Dalam Budidaya Tanaman Jambu Kristal Termudah”]

[irp posts=”54″ name=”√ 9 Cara Menanam Cabe Di Jamin Berhasil & Sukses Dalam Bisnis”]

[irp posts=”118″ name=”√ 8 Cara Budidaya Ikan Lele [ TERMUDAH & TERLENGKAP ]

/* */