√ 7 Cara Budidaya Kentang Yang Baik dan Benar Terlengkap

√ 7 Cara Budidaya Kentang Yang Baik dan Benar Terlengkap Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai Cara Budidaya Kentang.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana Kentang dapat dibudidayakan menjadi umbi-umbian yang enak dan sangat baik untuk kesehatan? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

√ 7 Cara Budidaya Kentang Yang Baik dan Benar Terlengkap
√ 7 Cara Budidaya Kentang Yang Baik dan Benar Terlengkap

 

Mengenal Kentang

 

Kentang merupakan salah satu sumber dari karbohidrat yang sangat cukup digemari sebagai pengganti nasi. Jenis umbi-umbian ini memiliki nama latin Solanum tuberosum yang tergolong mudah untuk dapat diolah dan dikreasikan jadi berbagai menu pembuka, utama, maupun penutup yang tentu saja sangat lezat.

Kentang dengan nama latin Solanum tuberosum L ini juga merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang populer untuk dikonsumsi di negara Eropa sebagai sumber energi. Tanaman ini juga berasal dari keluarga Solanaceae dan dapat berkembang biak secara vegetatif.

Sebenarnya, asal mula tanaman kentang ini berasal dari negara Amerika Selatan. Dan dibawa oleh para penjelajah Eropa yaitu bangsa Portugis dan juga Spanyol lalu dibudidayakan di negara Eropa sehingga sampai pada sekarang dapat menyebar di seluruh dunia.

Tanaman ini juga merupakan salah satu tanaman yang menyukai iklim sejuk. Untuk di daerah tropis seperti Indonesia ini sangat cocoknya di budidayakan di tempat dataran tinggi.

Di Indonesia budidaya kentang yang pertama kali dilakukan pada abad ke-18 di daerah dataran tinggi Cibodas, Lembang, Pangalengan dan Tengger. Yang kemudian mulai dapat meluas ke wilayah Sumatera tepatnya di dataran tinggi kerinci.

Ada banyak kandungan yang terdapat didalam kentang ini seperti Vit A, Vit C, Kalsium, Zat besi, Vit D, Vit B, Magnesium, Karbohidrat, Mineral, Protein dan Karotenoid serta Polifenol.

Didalam kentang terdapat sebuah zat yang menjadi obat penenang yaitu Solanin. Perasan air kentang juga bisa membantu pengobatan luka yang ada pada kulit.

 

 

Manfaat Kentang

 

  • Mengandung antioksidan
  • Membantu kendalikan gula darah
  • Baik untuk pencernaan
  • Bebas gluten
  • Menjaga tekanan darah normal
  • Menjaga kesehatan sistem saraf dan fungsi otak
  • Menjaga kesehatan jantung
  • Pencegahan kanker
  • Mengurangi resiko batu ginjal
  • Kesehatan Tulang
  • Membangun dan pembentukan sel
  • Mengobati Wajah Berjerawat
  • Mengatasi bengkak sekitar mata (mata panda)

 

 

Syarat Tumbuh Kentang

 

  • Dapat tumbuh dengan sangat baik di daerah dataran yang tingginya mencapai 1.600 hingga 3.000 meter diatas permukaan laut.
  • Kelembapan udara pada tempat yang memiliki kelembapan dari 80% hingga mencapai 90%.
  • Tanaman kentang ini  juga membutuhkan sinar matahari yang cukup setiap harinya.
  • Tanah harus memiliki suatu unsur hara yang banyak, teksur tanahnya gembur, dan sistem drainasenya bagus.
    pH pada tanahnya netral yaitu 5 – 6,5. Jika pHnya sangat kurang maka bisa dilakukan pengapuran. Jika tanah ini terlalu basa yaitu pHnya lebih dari 9 maka akan dapat diberikan belerang.
  • Waktu tanam kentang yang baik yaitu pada akhir musim hujan (sekitar bulan April atau Mei), tetapi apabila ingin menanam tanaman kentang ini pada awal musim hujan (sekitar bulan Oktober atau November) diusahakan pada waktu musim turun hujan usia pada tanaman kentang sudah dua bulan dan umbinya sudah cukup besar.

 

 

Teknik Budidaya Kentang

 

1. Pembibitan Kentang

Bibit kentang yang akan ditanam sebaiknya ini berasal dari umbi yang sudah tua dengan ciri umbi kuat, bobot umbi sekitar 30-45/50 gram atau 45/50-60 gram dengan besar rata-rata yaitu sekitar 30-35 mm atau 45-50 mm, dan memiliki tiga hingga lima mata tunas. Varietas yang dapat digunakan yaitu Granola, Cipanas, Atlantik M, Repita, Amabile dan Maglia.

Untuk mendapatkan umbi yang baik dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Umbi yang telah bertunas dan juga kuat yang telah melewati proses penyimpanan selama 4 bulan setelah panen.
  • Benih yang juga telah tumbuh tunas kurang lebih 2 cm serta jumlah tunas mencapai 3 hingga 5 tunas per umbi.
  • Permukaan umbi ini harus mulus dan bebas dari cacat.
  • Ciri fisik pada bibit kentang yang baik adalah mempunyai ukuran sebesar telur bebek atau telur ayam dengan berat bibit sekitar 30-80 gram.
  • Sedangkan pada tunas yang baik untuk dapat ditanam yaitu tunas yang berukuran sekitar 2-3 cm dan berjumlah 3-5 tunas setiap bibit kentang.

 

2. Persiapan Lahan Kentang

Tanah juga harus digemburkan terlebih dahulu dengan cangkul setelah itu didiamkan selama 3 hari terkena cahaya matahari.

Setelah didiamkan maka akan diberi pupuk kompos dan dapat diaduk atau dicangkul kembali agar pupuk tersebur tercampur rata dengan tanah, kemudian harus didiamkan kembali selama 7 hari atau 1 minggu.

Setelah satu minggu di sekitar lahan harus dibuat bedengan yang menghadap timur – barat, sehingga agar mendapatkan cahaya matahari yang cukup.

Bedengan yang sudah dibuat ini harus memiliki lebar 70 cm dan tingginya 30 cm, panjang disesuaikan dengan lahan.

Jarak tanam antara bedengan yaitu sekitar 40 cm agar air hujan tidak akan menggenang di sekitar bedengan. Lubang tanam juga harus dibuat diatas bedengan yang jarak antar lubangnya ialah 20 cm sampai 25 cm.

 

3. Menanam Kentang

  • Rendam bibit kentang dengan menggunakan POC GDM dengan dosis 1 gelas air mineral dilarutkan dalam 20 liter air.
  • Hal ini bertujuan untuk dapat mempercepat pertumbuhan bibit, mencegah bibit dari penyakit tular benih dan menambah daya imunitas bibit dari serangan penyakit.
  • Letakkan sebuah bibit pada tanah sedalam kira-kira 8 cm di bawah permukaan tanah kemudian tutup menggunakan beberapa bokashi atau pupuk kompos. Kedalaman tanah ini juga harus ideal, jangan sampai kentang terkubur terlalu dalam di dalam tanah.
  • Pilih tunas bibit kentang yang paling baik dan juga letakkan tunas tersebut menjulang ke atas permukaan tanah.
  • Siram tunas tersebut dengan air secukupnya agar pada tanaman kentang lebih cepat tumbuh.

 

4. Pemeliharaan Tanaman Kentang

  • Penyulaman

Penyulaman untuk dapat mengganti tanaman yang tidak tumbuh atau tumbuhnya jelek dilakukan 15 hari semenjak tumbuh.

  • Penyiangan

Penyiangan dapat dilakukan minimal dua kali selama masa penanaman 2-3 hari sebelum atau juga bersamaan dengan pemupukan susulan dan penggemburan.

  • Pemangkasan Bunga

Pada varietas kentang yang akan berbunga sebaiknya dipangkas untuk dapat mencegah terganggunya proses pembentukan umbi, karena terjadi perebutan unsur hara.

  • Pemupukan Susulan

Pupuk Makro :

  1. Urea/ZA: 21 hari setelah tanam (hst) 300 kg/ha dan 45 hst 150 kg/ha.
  2. SP-36: 21 hst 250 kg/ha.
  3. KCl: 21 hst 150 kg/ha dan 45 hst 75 kg/ha.
  4. Pupuk makro ini diberikan jarak 10 cm dari batang tanaman.
  5. POC NASA: mulai umur 1 minggu s/d 10 atau 11 minggu.
  6. Alternatif I : 8-10 kali (interval 1 minggu sekali dengan dosis 4 tutup/tangki atau juga 1 botol (500 cc)/ drum 200 lt air.
  7. Alternatif II : 5 – 6 kali (interval 2 mingu sekali dengan dosis 6 tutup/tangki atau juga 1,5 botol (750 cc)/ drum 200 lt air.
  8. HORMONIK : penyemprotan POC NASA akan jauh lebih optimal jika dicampur HORMONIK (dosis 1-2 tutup/tangki atau + 2-3 botol/drum 200 liter air).

 

√ 7 Cara Budidaya Kentang Yang Baik dan Benar Terlengkap
√ 7 Cara Budidaya Kentang Yang Baik dan Benar Terlengkap

 

5. Pengendalian Hama dan Penyakit Kentang

Produktifitas pada tanaman kentang sangat dipengaruhi oleh suau kondisi kesehatan tanaman. Penyemprotan fungisida maupun insektisida ini dapat dimulai sejak tanaman berumur 10 hari.

Interval penyemprotan dapat juga dilakukan dua kali seminggu, atau tergantung dari gejala kerusakan yang terlihat. Obat-obatan yang akan diberikan berupa fungisida (dithane dan vondozeb) dan insektisida (hostathion).

Konsentrasi yang juga dianjurkan sesuai dengan beberapa petunjuk penggunaan pada label. Selain dengan penyemprotan, pengendalian hama dan penyakit ini juga bisa dilakukan juga dengan rotasi tanaman.

Lakukan beberapa pergiliran tanaman dengan tanaman kacang-kacangan atau palawija. Waktu rotasi tanaman in juga diperlukan sekurang-kurangnya 2-3 tahun, baru lahan bisa ditanamai tanaman kentang lagi.

 

6. Penyiraman Tanaman Kentang

Penyiraman ini dilakukan sesuai dengan suatu kondisi tanah dan cuaca. Di daerah yang lembab dan sering turun hujan, relatif tidak akan memerlukan penyiraman.

Apabila keadaan tanah terlihat sangat kering baru lakukan penyiraman, namun harus diperhatikan kondisi tanah jangan juga sampai terlalu basah, apalagi sampai tergenang.

 

7. Panen dan Pasca Panen Kentang

Pemanenan juga dilakukan ketika umbi-umbian memiliki masak optimal, yang ditandai dengan daun mulai mengering.

Pemangkasan dapat dilakukan sebelum panen tanaman kentang yang berada di atas tanah, panen dilakukan dengan hati-hati terutama saatr akan membongkar pegunungan dan dilakukan selama cuaca cerah (tidak di jalan bawah atau sekitar hujan).

Umbi kentang untuk sebuah bibit yang dapat ditempatkan di gudang setelah gradasi sebelumnya (umbi-umbian lebih besar dari 60 g).

Produksi dapat diperoleh dengan suatu inovasi teknologi budidaya kentang ramah lingkungan dari 18-30 ton / ha.

Untuk memanen kentang sendiri cukup mudah yaitu sebagai berikut caranya :

  • Galilah beberapa lubang sedalam kurang lebih 20 hingga 30 cm pada lahan tanam secara hati- hati menggunakan sekop ataupun tangan.
  • Pilihlah beberapa kentang yang paling besar untuk dapat dipanen terlebih dahulu, anda dapat memotong ujung batang umbinya dengan pisau ataupun gunting agar pada tanaman tidak rusak.
  • Tinggalkan umbi kentang yang berukuran sangat kecil dan siap panen, anda dapat memanennya pada hari- hari berikutnya.
  • Setelah memanen, perbaiki juga tanah lahan dan tanamlah dengan baik tanaman kentang kembali yang sudah dipanen.

 

 

Jenis – Jenis Hama dan Penyakit Kentang

 

  • Busuk daun (Phytophthora infestans)
  • Penyakit layu bakteri (Pseudomonas Solanacearum)
  • Bercak lunak (Altenaria Solani)
  • Penyakit layu fusarium (Fusarium Oxysporum)
  • Virus gulung daun (PLRV)
  • Root knot nematodes (Meloidogyne Spp.)
  • Ulat gulung (Phthorimae Operculella)
  • Pekung (Rhizoctonia Solani)
  • Virus (Virus X, Virus Y, Virus S)
  • Oteng-oteng (Epilachna Puntata)
  • Ulat tanah (Agrotis Ipsilon)
  • Kutu daun hijau (Myzus Persicae dan Aphis Nasturtii)
  • Orong-orong (Cryllotalpa Sp.)

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 7 Cara Budidaya Kentang Yang Baik dan Benar Terlengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakannya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

/* */