√ 5 Cara Menanam Serai Terlengkap

√ 5 Cara Menanam Serai Terlengkap Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai Cara Menanam Serai.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana cara menanam serai yang baik dan benar? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

√ 5 Cara Menanam Serai Terlengkap
√ 5 Cara Menanam Serai Terlengkap

 

Mengenal Tanaman Serai

 

Serai merupakan salah satu rempah yang termasuk dalam keluarga Poaceae. Nama ilmiahnya yaitu Cymbopogon citratus. Asal tumbuhan ini dari negara bagian Selatan India dan Sri Lanka.

Daun serai ini juga sudah menjadi salah satu bahan yang terkenal di negara Thailand, Vietnam, Malaysia, Kamboja, Indonesia, dan beberapa negara di benua Afrika dan Amerika untuk suatu kuliner dan obat.

Serai atau sereh juga ialah salah satu tumbuhan anggota suku rumput-rumputan yang dimanfaatkan sebagai bumbu dapur untuk mengharumkan makanan.

Minyak serai ialah minyak atsiri yang dapat diperoleh dengan jalan menyuling bagian atas tumbuhan tersebut. Minyak serai dapat digunakan sebagai salah satu obat pengusir (repelen) nyamuk, baik berupa tanaman ataupun berupa minyaknya.

Kandungan serai antara lain yaitu sitronela, yang tidak pernah disukai oleh nyamuk. Maka dari itu, serai ini dapat dibuat menjadi obat nyamuk dan serangga lainnya.

 

 

Manfaat Tanaman Serai

 

  • Sebagai anti-kanker.
  • Sebagai obat penderita diabetes.
  • Membersihkan bakteri dan infeksi jamur.
  • Sebagai anti inflamasi dan antiseptik.
  • Menurunkan kolestrol.
  • Mensintensikan hemoglobin.
  • Sebagai minyak angin.
  • Sebagai detoksifikasi tubuh.
  • Menurunkan berat badan.
  • Sebagai obat insomnia.

 

 

Syarat Tumbuh Tanaman Serai

 

Untuk mendapatkan sebuah pertumbuhan jumlah rumpun yang optimal tanaman serai membutuhkan kesesuaian lahan dalam pertumbuhannya.

Mengingikan jenis tanah yang subur,gembur dan tidak tergenang serta tumbuh optimal pada ketinggian sekitar 250-1200 m dpl.

Membutuhkan kondisi iklim pada curah hujan 1000-1500 mm/tahun dengan bulan kering sekitar 4-6 bulan serta derajat keasaman tanah (pH ) berkisar 5,5 – 7,0.

 

 

Cara Menanam Tanaman Serai

 

1. Persiapan Lahan

 

Bila lokasi lahannya berupa semak belukar cukup dibabat, dibakar dan langsung dibajak. Setelah pembukaan lahan dilakukan pengajiran lubang tanam.

Jarak tanam ditanah yang subur sekitar 100 x 100 cm, sedangkan di tanah yang kurang subur 75 x 75 cm. Ukuran lubang tanama yaitu sekitar 30 x 30 x 30 cm.

Penanaman serai ini dapat juga dilakukan dengan sisitem parit, ukuran lebar dan dalam parit sama seperti sistem lubang. Pada lahan yang topografinya lereng, sebaiknya pada barisan lubang atau parit tanam searah kountour.

Penanaman serai wangi pada kemiringan lahan sekitar 25 – 30º dengan curah hujan 3.500 mm/th, sebaiknya menggunakan terasering dan pertanaman secara pagar.

 

2. Pembibitan Serai

 

  • Untuk lebih praktis dalam melakukan suatu pembibitan, anda bisa memperoleh bibit serai dari membelinya di toko pertanian ataupun pembibitan.
  • Jika anda tidak mendapatkan sebuah bibit serai pada siap tanam, anda bisa membuatnya sendiri dengan membeli serai di pasar ataupun swalayan dengan suatu ketentuan serai masih memiliki sedikit akar.
  • Jangan lupa juga untuk selalu melihat apakah serai yang anda miliki layak ditanam atau tidak, cirinya serai wangi masih segar dan memiliki aroma khas yang masih tajam.
  • Setelah itu sediakan sebuah wadah berupa baskom, isi baskom dengan air dan campurkan dengan root up atau zat perangsang akar terlebih dahulu.
  • Buatlah media semai untuk dapat menumbuhkan bibit sebelum dipindahkan ke media tanam.
  • Untuk media semai cukup campur pupuk kandan san tanah dengan perbandingannya sekitar 1 : 1 dan masukkan ke dalam polybag berukuran sedang.
  • Buatlah beberapa lubang tanam pada suatu media semai dengan kedalaman sekitar 5 cm dan tanam benih serai wangi, setelah itu lakukan sebuah proses penyiraman pada setiap tanah mulai mengering dan letakkan pada tempat teduh.
  • Setelah benih tumbuh menjadi bibit dengan ketinggian sekitar 15 hingga 30 cm, artinya bibit ini sudah siap dipindahkan ke media tanam.
  • Pindahkan bibit serai ke media tanam secara perlahan, jangan sampai akarnya rusak dan setelah menutup lubang jangan lupa untuk memadatkannya.

 

3. Penanaman Serai

 

Pada dasarnya serai merupakan jenis tanaman yang mobile arti memiliki kemampuan hidup relatif tinggi,namun untuk memperoleh hasil maksimal tentunya teknis budidaya menjadi prioritas.

Penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari dalam kondisi tidak sedang hujan. Teknis penanaman serai dengan meletakan sekitar 2-3 anakan serai untuk setiap lubang tanam pada kedalaman sekitar 10 cm,setelah bibit anakan dimasukan ke lubang tanam kemudian tutup dan padatkan kembali.

 

4. Perawatan Tanaman Serai

 

  • Penyulaman

Penyulaman ini dapat dilakukan setidaknya paling lambat pada awal penanaman yaitu saat tanaman berumur sekitar 1 hingga 2 bulan. Penyulaman ini dapat dilakukan untuk mengganti tanaman yang rusak, mati, atau terserang hama penyakit.

 

  • Penyiangan

Walaupun pada tanaman serai memiliki senyawa alelopati yang dapat membasmi tanaman pengganggu disekitarnya secara alami, namun kita perlu untuk dapat melakukan penyiangan agar tanaman di pastikan dapat tumbuh dengan baik tanpa merebutkan nutrisi dalam tanah dengan tanaman lain.

 

  • Penyiraman

Penyiraman dilakukan agar kelembaban tanah tetap terjaga, dan untuk pada tanaman serai dapat dilakukan penyiraman sesuai dengan kebutuhan tanaman, jika tanaman sudah dirasa mulai kering bisa dilakukan penyiraman.

 

  • Penggemburan Tanah

Penggemburan tanah ini juga perlu dilakukan untuk dapat memperbaiki struktur aerasi tanah sehingga kadar oksigen dalam tanah dapat terjaga dengan baik serta proses pada penyerapan air dan zat hara lainnya akan lebih mudah. Biasanya pada penggemburan tanah dibarengi dengan pemupukan susulan.

 

  • Pemangkasan

Untuk dapat memperoleh rimpang atau umbi yang melimpah, perlu dilakukan pemangkasan pada daun tanaman serai yang sudah tua.

Pemangkasan yang pertama dilakukan pada umur tanaman sekitar 5 atau 6 bulan setelah penanaman dan untuk pemangkasan kedua dilakukan pada saat tanaman sudah berumur sekitar 12 bulan.

 

  • Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan dapat diberikan berupa pupuk urea, ZA, dan KCL dengan dosis masing-masing Urea 50 hingga 100 kg/hektar, ZA 200 hingga 300 kg/hektar dan KC dan 100 hingga 200 kg/hektar.

Pemberian pupuk susulan tersebut dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada saat tanaman serai berumur sekitar 4 minggu, 8 minggu dan 16 minggu setelah tanam.

 

5. Panen Tanaman Serai

 

Panen yang pertama dilakukan pada saat tanaman serai wangi sudah berumur sekitar 5 – 6 bulan setelah tanam dengan cara memotong daun serai wangi pada ukuran 5 cm diatas ligula (batas pelepah dengan suatu helaian daun) dari daun paling bawah yang belum mati atau kering.

Panen selanjutnya ini dapat dilakukan setiap 3 bulan pada musim hujan dan setiap 4 bulan pada musim kemarau. Produksi serai wangi sejak dari panen 1 sampai ke 3 meningkat, tetapi pada panen berikutnya sampai panen ke 7 produksi turun hampir 50%.

Terjadinya suatu penurunan produksi daun segar dan minyak setelah tahun ketiga ialah karena dengan meningkatnya umur rumpun tumbuhnya makin ke atas, sehingga akar baru yang tumbuh tidak dapat mencapai tanah yang menyediakan hara.

Oleh karena itu untuk meningkatkan suatu produksi daunnya diperlukan tindakan budidaya terutama pembum-bunan sekitar rumpun.

Untuk tanah yang subur dan tanaman yang terpelihara dengan baik, hasil daun segar berkisar antara 50 – 70 ton/ha/th. Sedangkan untuk tanaman yang tidak akan terpelihara dengan sangat baik, produksinya hanya antara 15 – 20 ton daun segar/ha/ th.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 5 Cara Menanam Serai Terlengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakannya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

/* */