√ 5 Cara Menanam Labu Kuning Terlengkap

√ 5 Cara Menanam Labu Kuning Terlengkap Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id. Kali ini kita akan membahas mengenai Cara Menanam Labu Kuning.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana cara menanam labu kuning yang baik dan benar? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

√ 5 Cara Menanam Labu Kuning Terlengkap
√ 5 Cara Menanam Labu Kuning Terlengkap

 

Mengenal Labu Kuning

 

Waluh (Cucurbita) atau yang sering disebut juga dengan Labu Kuning dapat mencakup sekelompok tumbuhan merambat sebagai anggota suku labu-labuan (Cucurbitaceae) penghasil buah konsumsi yang berukuran besar bernama sama.

Tumbuhan ini berasal dari benua Amerika, tetapi sekarang menyebar di banyak tempat yang memiliki iklim hangat. Waluh ini juga mencakup beberapa spesies anggota genus Cucurbita, yaitu C. argyrosperma, C. maxima, C. moschata, dan C. pepo.

Dalam beberapa pengertian setempat di negara Indonesia, waluh ini juga disebut sebagai “labu” saja, meskipun pada sebenarnya labu juga dapat mencakup kelompok tanaman yang jauh lebih luas, seperti labu air, labu ular, labu siam, dan beligo.

Waluh ini juga dapat dibedakan dari labu lainnya karena buahnya yang bisa dimakan yang telah masak (biasanya berwarna jingga), berukuran yang relatif besar, berbentuk bulat sampai dengan bulat telur yang memiliki lekukan daun buah yang tampak jelas, dan berkulit keras.

 

 

Manfaat Labu Kuning

 

  • Dapat mencegah penyakit hipertensi
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Mencegah penyakit kanker
  • Dapat memelihara kesehatan jantung
  • Merawat dan menyehatkan mata
  • Melawan radikal bebas
  • Mengatasi sembelit
  • Pertumbuhan tulang dan gigi
  • Sebagai zat anti inflamasi
  • Mengurangi resiko stroke
  • Baik untuk penderita Anemia
  • Membantu sistem imunnitas
  • Sebagai obat cacing
  • Menjaga kestabilan gula darah

 

 

Syarat Tumbuh Labu Kuning

 

Tanaman ini sebenarnya dapat tumbuh di berbagai tempat, mulai dari daerah yang berhawa panas sampai yang dingin.

Namun pertumbuhannya akan lebih maksimal jika ditanam di daerah tropis, dari dataran rendah hingga ketinggian 1.500 m dpl. Tanaman ini memiliki kemampuan beradaptasi yang baik pada kondisi hangat bertemperatur 18-27 derajat Celcius.

Tanaman yang bisa dikembangbiakkan ini secara generatif maupun vegetatif dapat juga ditanam di tanah ladang, pekarangan, juga di sawah pasca panen padi, baik dibudidayakan secara khusus ataupun tumpangsari.

Tanaman yang hingga kini masih belum banyak untuk dibudidayakan secara khusus ini, memiliki batang yang merambat hingga mencapai sekitar 5 – 10 meter.

Jenis tanah yang baik untuk menanam budidaya waluh atau labu kuning ini adalah tanah aluvial berhumus, tanah gembur kering bekas rawa, andosol, tanah merah dan grumosol denan derajat keasaman atau pH tanah sekitar 5,0 hingga 6,5.

Dan hal yang penting lainnya yaitu suatu lahan yang akan digunakan untuk sebuah budidaya memiliki ketercukupan cahaya matahari.

 

 

Cara Menanam Labu Kuning

 

1. Pemilihan Bibit Labu Kuning

 

  • Buah labu memiliki warna cerah serta berukuran besar
  • Buah labu yang matang dipohon dan memiliki tangkai buah kecil
  • Setelah menemukan dengan ciri di atas petik dan diamkan selama tujuh hari
  • Belah labu dan pisahkan serta bersihkan biji dari buah dan membersihkan lendir menggunakan arang sekam.
  • Rendam biji labu memakai air hangat selama 2 jam
  • Buang calon bibit mengapung, dan jemur sampai bersih biji yang tenggelam (berkualitas)

 

2. Persiapan Lahan Labu Kuning

 

  • Pilih lokasi terbuka, tanpa naungan pohon besar supaya terkena sinar matahari langsung.
  • Bersihkan media tanam dari berbagai rumput pengganggu (gulma) dan batu-batuan.
  • Gemburkan lahan sedalam kira-kira 10 cm, baik dengan menggunakan cangkul maupun memakai mesin bajak.
  • Langkan selanjutnya yaitu dengan membuat bedengan dengan tinggi 30 cm dan lebar 100 cm. Jarak antar bedengan untuk memudahkan drainase 30-40 cm.
  • Buatlah lubang tanam yang berdiameter sekitar 10 cm, dalam metode tanam bisa menggunakan 2 jalur dengan jarak 40 cm.
  • Tambahkan juga pupuk kandang disetiap lubang sebagai pupuk dasar.

 

3. Penanaman Labu Kuning

 

Setelah benih dan lahan tanam siap, maka segera lakukan penanaman. Benamkan 1 benih dalam setiap lubang lalu timbun kembali dengan tanah, pembenaman tersebut jangan terlalu dalam yaitu sekitar 0,5 atau 2 cm agar cepat tumbuh. Setelah benih labu siam ini berumur sekitar 7 hari, benih yang tadinya berkecambah maka selanjutnya akan tumbuh lebih tinggi.

 

4. Perawatan Tanaman Labu Kuning

 

  • Penyulaman

Setelah tanaman ini berumur sekitar 7 hari maka akan dapat lakukan penyulaman pada tanaman yang mati atau tidak tumbuh dengan cukup baik dan ganti dengan bibit yang baru.

 

  • Penyiangan

Setelah tanaman berumur sekitar 3 hingga 4 minggu maka segera lakukan penyiangan terhadap gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Penyiangan berikutnya dapat dilakukan dengan melihat frekuensi gulma yang sudah ada.

 

  • Pemupukan Susulan

Setelah tanaman berumur sekitar 3 minggu maka lakukan sebuah pemupukan susulan dengan cara menggunakan pupuk organik cair yang sudah terbuat dari pupuk kandang yang dapat dicampur dengan air dengan suatu komposisi sekitar 1 Kg pupuk kandang dan sekitar 1 liter air.

Namun pupuk tersebut dibuat dan dapat difermentasikan selama seminggu dulu baru digunakan untuk pemupukan.

Cara pemupukan dilakukan dengan cara menyemprotkan pupuk organik yang telah dibuat ke lubang tanam dan juga bagian tanaman untuk setiap 1 meter persegi lahan dibutuhkan sekitar 1 L pupuk cair. Pemupukan iini dilakukan secara rutin yaitu setiap 3 bulan sekali.

 

  • Pemberian Lanjaran

Agar dapat melakukan perawatan lebih mudah maka beri tanaman lanjaran. Lilitkan tanaman waluh pada lanjaran. Lanjaran tersebut in juga terbuat dari bambu dengan ukuran sekitar 2 meter dan ketinggian 1,5 meter.

 

5. Panen Labu Kuning

 

Tanaman labu termasuk salah satu tanaman yang tidak membutuhkan waktu lama untuk panen. Sekitar 60 hari setelah pada tanggal tanam, tanaman labu akan mulai berbuah dan juga akan masuk masa panen ketika usia tanaman sekitar 80 hari setelah tanggal tanam.

 

Ciri – Ciri Labu Kuning yang sudah siap panen yaitu sebagai berikut :

 

  • Berwarna Cerah

Pastikan buah labu ini yang akan dipanen memiliki warna yang cukup cerah. Warna yang cerah adalah salah satu indikator buah yang sudah masak dan siap untuk dipanen.

 

  • Berkulit Keras

Sebelum memanen, pastikan dulu dapat memeriksa tingkat kekerasan kulit labu. Jangan sampai anda memanen buah labu yang masih berkulit lunak karena buah akan sangat rentan untuk busuk dikemudian hari.

Pilihlah buah yang sudah berkulit cukup tebal dan keras karena kulit tersebutlah yang akan melindungi labu dari resiko-resiko lain yang dapat merusak buah dari luar.

 

  • Batang Mengering

Batang dan sulur-sulur sekitar buah yang siap panen biasanya perlahan-lahan akan mengering dengan sendirinya.

Dan karena sudah mengering, biasanya pada batang dan sulur-sulur akan sulit untuk bisa diputuskan sehingga membutuhkan alat bantu untuk dapat melepaskan sebuah labu dari batanya.

Anda bisa menggunakan pisau ataupun gunting untuk memotong batang. Hanya saja gunakan salah satu alat yang tajam dan sisakan sedikit batang pada labu.

Jangan pernah coba untuk mematahkan batang labu karena hal tersebut dapat membuat buah labu cepat membusuk nantinya.

 

  • Penyimpanan Labu

Labu juga termasuk buah yang cukup kuat terhadap suatu kondisi sekitarnya. Bahkan buah yang sudah dipanen dan jauh dari pohon indukannya pun mampu bertahan cukup lama.

Hanya saja, syarat tempat yang diperlukan adalah kering dan tidak jauh dari sinar matahari. Jangan menyimpan labu ditempat lembab dan basah atau didalam lemari pendingin karena justeru akan mempercepat proses pembusukan labu.

 

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 5 Cara Menanam Labu Kuning Terlengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakannya. Terima Kasih.

 

Baca Juga Artikel :

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

/* */