√ Cara Budidaya Timun Jepang yang Baik dan Lengkap

√ Cara Budidaya Timun Jepang yang Baik dan Lengkap

 

 

 

CaraBudidaya.Co.ID – Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel carabudidaya.co.id . Kali ini kita akan membahas mengenai cara budidaya timun jepang secara lengkap.

Ada yang sudah mengetahui bagaimana Cara budidaya timun jepang? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya.

 

 


 

Mengenal Timun Jepang

 

Timun Jepang atau kyuri sebenarnya sama seperti jenis timun lainnya yang bagus untuk ditanam pada ketinggian 200 sampai dengan 400 meter dari permukaan tanah. Bentuk dari kyuri ialah memanjat atau menjalar dengan ketinggian tanaman bisa lebih dari 2 meter. Bentuk buah dari kyuri ialah lonjong apabila dibandingkan dengan buah timun lokal.

Warna dari kyuri juga lebih berwarna hijau pekat. Perbedaan lainnya yang bisa ditemukan pada timun Jepang yang satu ini dengan timun lokal adalah rasa timun lokal yang terasa segar dan sedikit pahit pada bagian ujung buahnya. Sedangkan kyuri memiliki rasa yang manis dan lebih renyah saat disantap.

Dengan rasa renyah dan manisnya tersebut, maka tidak heran jika sayuran yang satu ini seringkali dijadikan sebagai campuran dalam beberapa olahan masakan. Harga dari timun ini juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis timun lokal.

 


 

Manfaat Timun Jepang

 

  • Berperan dalam proses pencernaan protein

Kyuri mempunyai banyak kandungan erepsin. Enzim erepsin ini berfungsi dalam proses pencernaan protein di dalam tubuh.

 

  • Dapat menjaga kesehatan sendi

Konsumsi kyuri dengan cara teratur karena kandungan silika-nya diyakini bisa menguatkan jaringan ikat sehingga sendi selalu dalam kondisi baik.

 

  • Mencegah dehidrasi

Kyuri banyak memiliki kandungan air sehingga kyuri bermanfaat untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi.

 


 

Cara Budidaya Timun Jepang

 

1.Persiapan Lahan Tanam Timun Jepang

  • Lakukanlah pengolahan lahan tanam dengan cara menggemburkan tanah di kedalaman 25-30 cm.
  • Lalu buatlah bedengan dengan ukuran lebar 1 meter dan panjangnya yang disesuaikan pada luas lahan.
  • Umumnya panjang bedengan mencapai 3 meter dengan tinggi bedengan dari permukaan tanah ialah 20-25 cm
  • Pada musim kemarau, sedangkan pada musim hujan tinggi bedengan dibuat 35-40cm.
  • Tebarkan pupuk kandang sekitar 10-20 kg tergantung ukuran bedengannya.
  • Kemudian tutuplah bedengan menggunakan plastik mulsa sampai seluruh permukaan tertutup rata.
  • Lubangi plastik mulsa dengan jarak tanam 25-30 cm per tanaman.
  • Buat lubang tanam dengan kedalaman 20-25 cm.
  • Kemudian masukkan 0,5-1 kg pupuk kandang dalam lubang tanam yang telah dibuat.
  • Diamkan sampai masa tanam.

 


 

2.Persiapan Benih Timun Jepang

Perbanyakan timun Jepang atau kyuri ini bisa dikerjakan dengan memakai biji benih. Sesudah benih didapatkan, selanjutnya laksanakan penyemaian.

  • Sebelum disemai, rendam benih dalam air hangat selama sekitar 15 menit untuk merangsang perkecambahan dan melunakkan kulit benih timun jepang yang keras.
  • Benih yang mengapung sebaiknya dibuang.
  • Benih yang tenggelam sebaiknya direndam kembali selama 24 jam.
  • Lalu benih ditaruh ke lipatan handuk basah yg sudah tersedia selama 12 jam sampai akarnya muncul.
  • Sesudah akarnya muncul, benih bisa langsung ditanam di tempat yang telah disiapkan.
  • Siapkan media semai berupa berupa campuran tanah ayakan dan pasir dengan perbandingan 2 : 1, tambahkan pembenah tanah 50 gram untuk setiap 10 L media, campur media sampai rata dan masukkan dalam polibag semai. Siram media dalam polibag dengan larutan Pupuk Organik Padat 1 sdm/4 liter air dan media siap digunakan.
  • kemudian masukkan media tanam ke dalam polybag yang sudah dilubangi bagian dasarnya.
  • Masukkan media tanam ke dalam polybag sampai penuh kemudian padatkan.
  • Buatlah lubang tanam dengan kedalaman sekitar 0,5-1cm
  • Masukkan benih ke dalam lubang tanam tersebut dan tutup kembali sampai benih tak terlihat.
  • Kemudian tutup permukaan persemaian dengan daun atau penutup yang lainnya
  • Letakkan polybag semai tersebut pada tempat yang teduh dan ternaungi tetapi tetap memperoleh sinar matahari.
  • Pemeliharaan bibit dengan penyiraman sesuai dengan kondisi media.
  • Penyemprotan Pupuk Organik Semprot dosis 1,5 g /L mulai umur 7 hss setiap 1 minggu sekali.

 


 

3.Penanaman Timun Jepang

  • Penanaman bibit dapat dikerjakan apabila benih telah berumur 10-14 hari atau setelah mempunyai 2-3 daun.
  • Lakukan penanaman pada sore hari
  • Buka polybag semai bibit dengan perlahan supaya tak merusak perakaran.
  • Tanam bibit ke lubang tanam dengan posisi tegak
  • Tutup lagi lubang tanam dengan tanah disekitar lubang tanam kemudian padatkan dan siram.


 

4.Pemeliharaan Timun Jepang

 

  • Pemupukan

Lakukan pemupukan susulan pada saat tanaman berusia 10-14 hari setelah tanam. Baiknya menggunakan pupuk Urea, ZA, SP-36 dan KNO3 dengan takaran masing-masing 3 gram pertanaman. Pemupukan dapat dilakukan secara utuh dengan jarak 7 cm dari akar tanaman.

Lakukan pemberian pupuk secara rutin setiap 1 minggu sekali dengan dosis yang meningkat bertahap seiring dengan pertumbuhan tanaman. Berikan juga selingan berupa pupuk kadang 1 kg pertanaman sekaligus juga untuk menimbun akan tanaman yang muncul kepermukaan tanah.

 

  • Penyiraman

Penyiraman hanya dilakukan apabila air tanah clan air hujan kurang. Saat minggu yang pertama, tanaman disiram 1-2 hari sekali. Dan saat minggu selanjutnya, disiram 4-6 hari sekali.

 

  • Pemangkasan

Tanaman yang telah bercabang, berbunga, dan berbuah perlu dipangkas. Cabang pada daun pertama sampai kelima atau ketujuh dibuang. Cabang yang sudah tumbuh kemudian dibuang saat 2-3 cabangnya keluar, demikian sama pula dengan ranting.

Setelah ketinggiannya mencapai 150 sentimeter, pucuk batang utama dipotong sehingga diharapkan pada ketinggian 180 sentimeter pertumbuhan meninggi sudah terhenti. Tanaman yang pertumbuhan daunnya terlalu lebat dapat dijarangkan.


 

5.Penanganan Hama dan Penyakit Timun Jepang

 

  • Hama thrips

Penyebab : nimfa dan imago thrips dari ordo Thysamoptera sama-sama merusak tanaman, yaitu meraut dan mengisap cairan sel.

Gejalanya : apabila daun terpapar sinar matahari akan terlihat bintik berwarna putih sebesar tubuh hama itu sendiri. Kemudian bintik ini meluas dan akhirnya daun menguning dan mengering.

Penanganannya : memasukkan larutan insektisida ke sarangnya atau dilakukan penyemprotan insektisida pada tanaman.

 

  • Jangkrik

Penyebab : ordo Ortoptera menyerang tanaman timun gherkin muda di lapang. Jangkrik dapat memotong batang tanaman lalu potongannya ditinggalkan di tempat atau terkadang dibawa ke sarangnya. Pengendaliannya : lakukan penyemprotan insektisida pada tanaman.

 

  • Penyakit Downy Mildew

Gejalanya : adanya bintik hitam pada permukaan daun yang kemudian berubah menjadi kuning. Lalu bintik ini meluas menjadi bercak kotak-kotak berwarna kuning atau cokelat mengikuti besarnya jala (tulang daun) yang menghubungkan cabang-cabang pada tulan daun.

Pengendalian : lakukan penyemprotan fungisida seperti Benlate atau Dithane-45.

 

  • Powdery Mildew

Gejalanya : adanya serbuk halus berwarna putih pada permukaan atas dan bawah daun. Lalu spora jamur ini akan meluas merata pada helaian daun sehingga menyebabkan daun menguning, menebal, kaku, dan melipat ke atas.

Pengendalian : lakukan penyemprotan fungisida seperti Benlate atau Dithane-45.

 


 

6.Pemanenan Timun Jepang

Pemanenan buah timun bisa dilakukan pada saat timun  memasuki umur 35 – 40 hari setelah tanam .
Waktu panen bakal buah yg bengkok dibuang dan buah yg lurus dipelihara

 

 


Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Cara Budidaya Timun Jepang yang Baik dan Lengkap . Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakan nya. Terima Kasih

 

Baca Juga Artikel Lainnya

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

[irp]

/* */