√ 10 Cara Bisnis Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula [ LENGKAP ]

Diposting pada
√ 10 Cara Bisnis Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula [ LENGKAP ]
5 (100%) 11 votes

√ 10 Cara Bisnis Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula [ LENGKAP ] – Banyak sekali jenis jamur Tiram (Pleurotus ostreatus), mulai dari abu-abu, tiram putih, cokelat dan juga emas. Masing-masing tentunya punya keunikan sendiri dan ada juga jenis yang bisa di konsumsi dan ada juga jenis jamur yang tidak bisa di konsumsi atau beracun. Selain itu, jamur tiram sekarang bukan lagi bisnis yang asing di telinga bagi banyak kalangan.

Kebutuhan akan jamur Tiram ini selalu tinggi karena disukai semua kalangan masyarakat. Bahkan kuliner makanan dari bahan jamur ini juga semakin banyak saja peminatnya untuk konsumen,bila Anda ingin memulai usaha budidaya jamur tiram sebaiknya Anda harus memperhatikan hal mendasar tentang cara budidaya jamur tiram untuk pemula, dan artikel ini akan membahas tentang √ 10 Cara Bisnis Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula [ LENGKAP ] untuk memudahkan anda dalam menjalankan bididaya berbisnis jamur tiram di semua kalangan, selamat membaca :

 

 

tiram 3

 

10 Cara Bisnis Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula [ LENGKAP ]

 

1. Memilih Bibit Jamur Tiram yang Baik

 

Pilihlah hanya bibit jamur yang bagus agar jamur Tiram yang dihasilkan pun nantinya akan bagus juga. Kebanyak para petani jamur Tiram yang tidak memperhatikan hal ini yang akhirnya menyebabkan jamur yang di hasilkan tidak tumbuh seperti yang seharusnya sehingga panen jamur Tiram pun akan gagal.

 

Untuk Mendapatkan Bibit Jamur Tiram Terbaik, kita bisa melakukan 3 cara ini:

 

  • Membibitkan sendiri bibit murni hingga mendapatkan bibit yang bagus
  • Membeli dan memilihih dari instasi penyedia bibit jamur Tiram yang terpercaya
  • Melakukan pengecekan kembali setelah bibit jamur yang akan di beli di dalam tempat

 

Bila Kita Masih pemula Disarankan Untuk membeli saja Bibit Jamur Tiram yang Akan Dibudidayakan :

 

  • Pilih bibit jamur tiram dengan BER sekitar 80%
  • Pastikan miselium berwarna putih dan telah tumbuh penuh merata dimedia tumbuh nya seperti di tempat botol atau plastik yang di sedikan
  • Pastikan mengecek pada tanggal pembuatannya belum kadaluarsa

 

 

2. Tahap Pembuatan Media Untuk Pertumbuhan Jamur

 

Secara umum, media tempat pertumbuhan jamur tiram adalah dengan menggunakan baglog. Baglog ini terbuat dari bekatul, grajen (serbuk gergaji) dan kapur. Campuran tiga bahan inilah yang nantinya bisa mengeluarkan jamur tiram bisa kita sebut dengan akrab ragi nya jamur tiram yang dapat menentukan berhasilnya awal dari bibit jamur.

Cara membuat baglog sendiri harus memperhatikan perbandingan grajen dan bekatul. Perbandingannya adalah 100 kg grajen dan 10 kg bekatul, serta 1-2 kg kalsium atau kapur. Kemudian ikuti petunjuk berikut:

  • Semua bahan yang telah di sediakan maka bahan ini di campurkan dan diaduk rata semua. Jangan lupa tambahkan air sekitar 65% dari berat bahan.
  • Setelah itu Tutup adukan yang telah di campurkan semua.atau Bisa Menggunakan terpal atau plastik sebagai alternatif.
  • Gunakan plastik ukuran 17×30/20×35/15×30, lalu isi dengan bahan yang telah di buat. Ingat, komposisinya juga harus padat.
  • Umumnya baglog ukuran kecil yang sudah diisi adonan bisa mencapai berat 1,8-2 kg.

 

 

3. Fermentasi Media Tumbuh Budidaya Jamur Tiram

 

Langkah ini yang terpenting dalam melakukan tahap selanjutnya dilakukan sebelum kita menanam jamur Tiram. Dengan membuat media tumbuh jamur Tiram dengan proses fermentasi, maka hasil jamur yang akan dipanen juga akan memuaskan dan sebaliknya bila salah dalam melakukan tahap awal maka sudah di pastikan maka hasilnya pun akan gagal, proses ini juga akan membunuh jamur liar lain yang berpotensi mengganggu pertumbuhan jamur Tiram.

Caranya cukup mudah, diamkan media tumbuh tersebut selama kurang lebih 5 – 10 hari. Hal ini bertujuan agar proses pertumbuhan jamur dapat dengan sepurna pada pelapukan atau pengomposan pada material tanah sudah terjadi.

Pada proses ini, suhu udara di sekitar medi tumbuh jamur akan meningkat hingga dari 50-70 derajat celcius. Dan kita perlu melakukan proses perataan material tanah dengan cara membolak-balikkan material tanah tersebut di semua sisi akan jamur tidak gagal. Jika baglog sudah berwarna cokelat kehitaman, ini berarti media tumbuh jamur Tiram sudah siap.

 

 

4. Sterilisasi Baglog Jamur Tiram

 

  • Selanjutnya adalah proses sterilisasi baglog jamur tiram agar selalu bersih bila jamur akan tumbuh. Yang pasti Anda akan membutuhkan beberapa drum untuk wadah.
  • Drum pertama di lubangi terlebih dahulu untuk jalan uanp udara isi drum dengan air sekitar 30-60 cm dari dasar drumnya. Kemudian panaskan air dalam drum sampai mengeluarkan uap. Jangan lupa drum ditutup yang sudah dilubangi lalu diisi selang besar untuk dihubungkan dengan drum ke-dua.
  • Aliran uap masuk ke drum ke-dua dari bawah. Kemudian bagian atas ditutup dengan pengencang dari besi yang diberi lubang untuk dihubungkan dengan drum ke-3.
  •  Drum ke-3 berisi media juga dan prosedurnya sama seperti langkah di atas.
  • Sampai pada drum terakhir harus pada plastik yang diikat dengan tali tambang. Jangan menggunakan besi karena berpengaruh besar pada tekanan.
    Cara diatas dikenal dengan sistem steriliasi pembuatan. Cara ini lebih hemat bahan bakar. Ketika suhu media sudah mencapai 60 derajat celcius. Diamkan selama 6 jam dan dingin secara natural. Kalau suhu sudah menunjukkan 40-45 C, buka tutup yang terakhir dan bawa media ke rak dan di letakan.
    5. Proses Inokulasi Baglog Jamur Tiram
    Setelah proses sterilisasi baglog jamur Tiram telah selesai dilakukan, tahap selanjutnya pindahkan baglog tersebut ke tempat inokulasi yang di sediakan,dan biarkan selama 1×24 jam agar kembali ke suhu normal. Pastikan bahwa sirkulasi udara di tempat tersebut berjalan dengan lanacar untuk mencegah baglog tercemar bakteri atau spora pathogen.
    Ini adalah tahap-tahap pengisisan bibit ke dalam baglog:
  • Siapkan botol bibit F3, lalu semprot dengan alkohol pada bagian botolnya. Selanjutnya mulut botol di beri dengan api spiritus sampai sebagian kapas terbakar, lalu matikan api tersebut
  •  Lalu Buka pada kapas penyumbat botol yang telah di beri, setelah itu aduk dengan benda yang sudah disterilkan sebelumnya di atas api
  •  Pindahkan bibit dari botol ke dalam baglog hingga sebatas leher baglog tersebut, sekitar 10 gr bibit. Tutup kembali baglog tersebut dengan rata oleh kapas.

 

 

5. Cara Merawat Baglog Jamur Tiram

 

Cara merawat baglog jamur tiram dengan baik dan benar yaitu sebagai berikut :

  • Susunlah baglog dengan secara horizontal dengan lubang menghadap ke samping. boleh menumpuk baglog satu sama lain, asalkan dengan teratur dan tidak terlalu berimpitan.
  • Baglog dapat juga disusun vertikal dan lubangnya menghadap ke atas. Tapi, cara seperti ini memakan ruangan dalam rak lebih banyak.
  • Jika menyusun baglog secara vertikal, kelebihannya saat melakukan penyiraman lebih mudah. Selain itu, lebih mudah juga ketika akan memanen jamur tiram.
  • Harus mendiamkan baglog selama 5 hari sesudah menyusunnya, sesudah itu silahkan buka penutup (cincin dan kertas) baglog.
  • Lalu, biarkan lagi selama 3 hari. Jangan lakukan penyiraman. Anda dapat melakukannya sesudah melewati tiga hari tersebut.
  • Penyiraman dilakukan dengan memakai spray. Hindari penyiraman dalam bentuk tetesan air, tapi dapat menggunakan dengan sistem kabut.
  • Penyiraman dengan sistem membentuk kabut akan membuat pertumbuhan jamur semakin sempurna. Anda bisa menyiram 2-3 kali dalam sehari. Sesuaikan dengan kelembaban dan suhu.

 

 

6. Derajat Keasaman (pH)

 

Faktor penentu pertumbuhan jamur yang terakhir adalah keasaman atau pH media. Dimana jamur tiram sangat membutuhkan pH yang sedikit asam yaitu sekitar 5,0-6,5. Nilai pH medium diperlukan untuk produksi metabolism dari jamur tiram putih, seperti produksi asam organic.

Kondisi asam ini dapat menyebabkan pada pertumbuhan si miselium jamur tiram terganggu, tumbuh kontaminasi oleh jamur lain, bahkan dapat menimbulkan kematian terhadap jamur tiram putih.Pada Kondisi pH yang terlalu tinggi (basa), dapat menyebabkan system metabolism dari jamur tiram putih tidak efektif. Bahkan, akan menyebabkan kematian terhadap jamur. Pada Tubuh buah jamur tiram tumbuh optimal pada pH lingkungdn yang mendekati normal (pH 6,8-7,0).

 

 

7. Masa Inkubasi Jamur Tiram

 

Pada tahap inkubasi ini jamur tiram harus diletakkan pada suhu ruang dengan rentang 23-30 derajat selsius. Kelembapan yang dibutuhkan yaitu 65-75%. Masa inkubasi ini berlangsung selama 2 minggu atau lebih sampai tumbuh miselium dalam botol.

Kalau miselium ini sudah muncul atau sudah terlihat pada bagian atasnya, tutup pada jamur dibuang dan biarkan terbuka agar sirklus udara masuk dan jamur yang tumbuh tetap terjaga suhunya. Jangan lupa rajin dan melihat selalu lakukan penyemprotan jamurnya setiap hari untuk menjaga kelembapan. Dalam satu bulan jamur ini akan mulai tumbuh dan besar untuk bisa dipanen dan di hasilkan.

 

 

8. Mencegah Hama Pada Jamur Tiram

 

Dalam Perawatan baglog jamur tiram juga mencakup pencegahan tumbuhnya hama. Anda tidak akan pernah bisa memastikan kapan hama akan menyerang tanaman jamur tiram. Dan kita hanya dapat mengantisipasinya untuk mencegah hama tumbuh.

 

a. Faktor Lingkungan

Faktor Lingkungan adalah faktor utama yang dapat menyebabkan tumbuhnya perkembangan hama dan penyakit terhadap jamur. Untuk mencegahnya, lakukan penyemprotan formalin di daerah sekitar kumbung secara teratur paling tidak 1 x setiap hari.

 

b. Ulat

Salah satu hama perusak jamur tiram adalah ulat. Hama ulat dapat muncul karena tempat terlalu lembap, kotor dan kondisi kumbung yang kurang terawatt. Cegahlah dengan selalu membersihkan kumbung dan rak jamur secara teratur.

Angkat sisa bonggol jamur dan jamur yang tidak bisa dipanen dan di pisahkan agar tidak terkontaminasi dengan jamur yang bagus. Bersihkan juga jamur-jamur kecil yang disebut dengan jamur hama.

Hama ulat sering muncul ketika memasuki musim hujan. Saat itu kelembapan udara sangat berpengaruh terhadap datangnya ulat dan jika musim penghujan sehingga tempat menjadi basah dan lembab. Cara mencegahnya yakni dengan membangun sirkulasi udara di kumbung. Bukalah lubang sirkulasi udara saat musim hujan dan hentikan penyiraman.

 

c. Kepik

Hama lainnya yang dapat menyerang jamur tiram adalah kepik. Hama kepik ini muncul karena adanya pangkal jamur yang masih tertanam di baglog. Kepik ini merupakan dampak akan datangnya hama ulat juga.

Mengantisipasinya, yakni dengan membersihkan kumbung, menyemprotnya dengan formalin dan meletakan kumbung tidak terlalu dekat dengan kandang ternak. Yang paling penting adalah selalu menjaga kebersihan rak dan kumbung agar hama tidak muncul.

 

 

9. Cara Panen Jamur Tiram

 

Pada taham ini adalah tahap yang telah di tunggu selaama proses yang di lakukan dan bagaiamana hasilnya yang akan di hasilnya baik atau tidak, namun Para pengusaha budidaya jamur tiram harus memahami cara panennya. Jangan sekali-kali memanen jamur dengan tangan karena bisa menyebabkan kerusakan pada jamur itu sendiri dan berdampak pada pembusukan pada jamur tersebut. Panen dilakukan hanya dengan pisau tajam atau cutter yang telah di sterilkan terlebih dahulu.

Potong pada bagian pangkal batang di tengahnya, setelah itu langsung diletakkan ke dalam keranjang yang di sedikan atau tempat lain. Dalam hal ini Anda juga tidak diperkenankan membersihkan jamur di dalam ruangan pengembangbiakan anda harus membawanya keluar dari tempat anda menanam jamurnya. Dan Untuk pengemasan, masukkan jamur tiram tersebut ke dalam plastik transparan dengan gelembung cukup.

Jangan terlalu banyak udara karena jamur nantinya bisa mengeluarkan gas. lalu jangan membuka pintu lebar-lebar agar cahaya terang dapat masuk ke dalam tempat. Hal ini akan mengganggu kadar kelembapan ruangan tempat jamur tumbuh.

 

 

10. Proses Pemasaran Jamur Tiram

 

Tahap terakhir ini untuk usaha budidaya jamur tiram adalah proses pemasaran. Pemasaran ini tidak harus menjualnya ke pasar saja, menjadi pemasok utama di bidang kuliner juga bagus seperti rumah makan dan pusat kuliner di berbagai tempat atau media online seperti facebook,intagram, twitter dll anda juga harus mempunyai patner dalam meamsarkan jamur anda agar dapat memudahkan dalam melakukan penjualan ndan banyak oarng yang mengenal jamur anda dan ingin emmbeli jamur yang anda buat.

Atau kalau Anda ingin membuat produk olahan dari usaha budidaya jamur tiram Anda juga akan memberikan nilai lebih bagi usaha anda.
Hanya saja energi dan dana yang dikeluarkan di awal akan sangat besar dalam mula nya. Ada banyak sekali pengusaha budidaya jamur tiram yang memanfaatkan peluang ini agar omset naik.

 

Demikianlah panduan cara budidaya jamur tiram untuk pemula yang ingin memulai bisnis dengan jamur tiram yang dapat bisa kami bagikan untuk anda, dan bagi anda yang ingin mencobanya silakan melakukan tahapan yang telah di berikan yaitu √ 10 Cara Bisnis Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula [ LENGKAP ] semoga bermanfaat untuk anda semua jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada yang lainnya agar lebih bermanfaat lagi buat yang ingin berbudidaya jamur Tiram.

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

Baca Juga  √ 10 Cara Bisnis Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula [ LENGKAP ]
”]

Baca Juga  √ 10 Cara Bisnis Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula [ LENGKAP ]
”]

Baca Juga  √ 9 Cara Menanam Cabe Di Jamin Berhasil & Sukses Dalam Bisnis